<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307</id><updated>2011-11-27T13:57:57.099+07:00</updated><category term='The Fed'/><category term='Course'/><category term='natural resources'/><category term='China'/><category term='Article'/><category term='Heroes'/><category term='University of Indonesia'/><category term='campaign'/><category term='Soccer Economics'/><category term='Behavioral Economics'/><category term='politic'/><category term='demokrasi'/><category term='foreign'/><category term='Government'/><category term='liberalisme'/><category term='Indonesia'/><category term='Fiscal'/><category term='Lovenomics'/><category term='TKI'/><category term='society'/><category term='sosialis'/><category term='teknologi'/><category term='komunisme'/><category term='Link'/><category term='Tobacco'/><category term='Miscellaneous'/><category term='Crisis'/><category term='Tourism'/><category term='Internet'/><category term='Nobel'/><category term='otak'/><category term='industry'/><category term='style'/><category term='life'/><category term='paham'/><category term='Tax'/><category term='economics'/><category term='campur sari'/><category term='Biography'/><category term='Trade'/><category term='Japan'/><category term='anarkisme'/><category term='My Country'/><category term='dalam negeri'/><category term='Labor'/><category term='kapitalisme'/><category term='pengalaman'/><category term='ekonomi'/><category term='Movienomics'/><category term='campus'/><title type='text'>The Way of The Young Economist Thinking</title><subtitle type='html'>Just read and tell the truth...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>113</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2088296721089390833</id><published>2011-10-13T22:59:00.002+07:00</published><updated>2011-10-23T00:26:04.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nobel'/><title type='text'>Christopher Sims dan Thomas Sargent</title><content type='html'>Christopher Sims dan Thomas Sargent baru-baru diumumkan sebagai peraih &lt;a href="http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/economics/laureates/2011/"&gt;The Sveriges Riksbank Prize in Economic Science&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #8a8384; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 14px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;tahun 2011&lt;/a&gt;. Gelar prestise bagi para ekonom -- beberapa ekonom yang pernah menerimanya antara lain Jo Stiglitz, Paul Krugman, Milton Friedman, Simon Kuznets, et cetera -- ini diberikan kepada dua ekonom asal AS ini atas kontribusi mereka dalam bidang makroekonomi. Sargent merupakan ekonom dari New York University (NYU) sedangkan temannya Sims menjadi pengajar di bidang ekonom dari Princeton University. Berikut ada sedikit wawancara yang dilakukan oleh majalah The Region terhadap mereka berdua, jauh sebelum gelar ini diberikan kepada dua &lt;i&gt;macroeconomist&lt;/i&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikut tautannya:&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1.&lt;a href="http://www.minneapolisfed.org/publications_papers/pub_display.cfm?id=3168"&gt; Interview with Christopher Sims, June 2007 Issue&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. &lt;a href="http://www.minneapolisfed.org/publications_papers/pub_display.cfm?id=4526"&gt;Interview with Thomas Sargent, September 2010 Issue&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Congrats for both of you!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2088296721089390833?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2088296721089390833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2088296721089390833' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2088296721089390833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2088296721089390833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/10/mengenal-lebih-dekat-dengan-christopher.html' title='Christopher Sims dan Thomas Sargent'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1873016517095386128</id><published>2011-10-13T22:44:00.000+07:00</published><updated>2011-10-13T22:44:39.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='University of Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Econ 101: Scarcity, Trade-off, Choice, dan Opportunity Cost</title><content type='html'>Dalam kelas pengantar ekonomi, konsep dasar dari setiap problematika di tengah masyarakat adalah adanya keinginan manusia yang tidak terbatas. Manusia sebagai makhluk ekonomi menginginkan kepuasan maksimal (&lt;i&gt;maximizing utility&lt;/i&gt;), perusahaan ingin meningkatkan keuntungan (&lt;i&gt;maximizing&amp;nbsp;profit&lt;/i&gt;), dan pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat (&lt;i&gt;welfare&lt;/i&gt;). Namun masalahnya adalah segala keinginan tersebut tidak bisa dicapai dengan mudah. Manusia tidak bisa memperoleh apa pun yang mereka inginkan karena adanya sumber daya yang sangat terbatas. Manusia juga bisa melakukan kegiatan konsumsi tergantung dari seberapa banyak uang yang mereka miliki. Di sisi yang lain perusahaan tidak bisa memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya jika tidak bisa melakukan produksi. Perusahaan butuh pekerja dan modal yang banyak untuk meningkatkan kegiatan produksi. Sama halnya dengan negara yang memiliki keterbatasan di bidang sumber daya alam dan masalah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Karena adanya masalah keterbatasan (&lt;i&gt;scarcity&lt;/i&gt;) sedangkan keinginan manusia yang tidak terbatas, maka ketika individu membuat keputusan ekonomi mereka menghadapi kondisi&amp;nbsp;&lt;i&gt;trade-off&lt;/i&gt;. Kondisi dimana ketika mereka ingin memperoleh suatu barang atau memutuskan untuk memilih sesuatu, maka pada saat yang sama mereka harus merelakan untuk tidak mengkonsumsi barang yang lain atau mengorbankan hal lainnya. Contohnya, pada satu saat yang sama seorang individu dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama adalah dia harus menonton dengan teman-teman karena telah berjanji terlebih dahulu seminggu sebelumnya. Apalagi film yang ingin ditonton adalah film yang sangat dinanti-nantikan. Namun pada saat yang sama sang individu dihadapkan pada pilihan untuk menyiapkan bahan presentasi. Karena secara mendadak dia harus mempresentasikan hasil kerja di hadapan direksi esok harinya. Sang individu menghadapi kondisi &lt;i&gt;trade-off&lt;/i&gt;. Apakah dia memilih untuk menonton film, atau menyiapkan presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, sang individu memilih untuk menyiapkan presentasi, karena menonton film bisa dilakukan pada kesempatan lain. Ada pilihan dan keputusan (&lt;i&gt;choice&lt;/i&gt;) yang dilakukan oleh sang individu. Meskipun telah membuat keputusan, akan tetapi ada yang dikorbankan oleh sang individu. Dia mengorbankan kesempatan untuk menonton film dengan teman-teman demi menyiapkan presentasi. Ada biaya yang dikorbankan yaitu menonton film dengan teman-teman. Inilah yang disebut dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;opportunity cost,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;biaya yang dikorbankan untuk memperoleh satu barang lainnya. Biaya di sini bisa dalam bentuk kesempatan dan lainnya sehingga tidak selalu dalam bentuk uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sedikit gambaran tentang konsep dasar dalam pengantar ekonomi. Semoga bisa tercerahkan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1873016517095386128?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1873016517095386128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1873016517095386128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1873016517095386128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1873016517095386128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/10/econ-101-scarcity-trade-off-choice-dan.html' title='Econ 101: Scarcity, Trade-off, Choice, dan Opportunity Cost'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-7677429984150507993</id><published>2011-09-09T18:00:00.000+07:00</published><updated>2011-09-09T18:00:47.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campur sari'/><title type='text'>9/11, 10 Years Later</title><content type='html'>Kemarin, saya menyempatkan diri pergi ke sebuah toko buku. Tanpa sengaja ketika berdiri di depan rak majalah, saya melihat majalah Newsweek yang memuat berita 9/11 setelah sepuluh tahun. Menarik dan begitu menggugah! Ada sebuah artikel yang menurut saya unik dan mungkin tidak dimiliki oleh majalah lain. Artikel tersebut memuat kehidupan orang-orang yang berada pada tempat kejadian dan bagaiman hidup mereka sekarang. Berikut tautan berita di &lt;a href="http://www.thedailybeast.com/newsweek/galleries/2011/09/04/where-are-they-now-911-resilience.html"&gt;Newsweek&lt;/a&gt; tersebut. Selamat Membaca..&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-7677429984150507993?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/7677429984150507993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=7677429984150507993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7677429984150507993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7677429984150507993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/09/911-10-years-later.html' title='9/11, 10 Years Later'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2725604736860057969</id><published>2011-09-05T18:19:00.001+07:00</published><updated>2011-10-13T22:47:06.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='University of Indonesia'/><title type='text'>Orasi Prof. Emil Salim (Depok, 5/9/11)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;i&gt;Berikut orasi yang disampaikan Prof Emil Salim dalam acara halal bi halal yang diadakan di Auditorium FEUI pagi tadi. Selamat membaca..&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: normal;"&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;strong&gt;MEMBANGUN TATA-KELOLA UNIVERSITAS INDONESIA BERHATI-NURANI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sudah menjadi tradisi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyelenggarakan setiap tahun pertemuan halal bi halal mempererat ikatan silaturahmi antar anggota keluarga fakultas. Kali ini keadaannya agak istimewa karena secara luas melalui media sosial saya “ditodong” untuk memberikan “orasi ilmiah” dengan judul, yang bukan saya ciptakan, tentang pemberian gelar Dr.Honoris Causa kepada Raja Arab Saudi beberapa waktu lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semula saya risi menyampaikan “orasi ilmiah” dalam kesempatan acara halal bi halal yang sarat dengan semangat persaudaraan, kekeluargaan antara kita sesama anggota civitas academika Fakultas Ekonomi khususnya dan Universitas Indonesia umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun saya kemudian tertegun ketika selama beberapa hari akhir-akhir ini menerima ratusan sms dan surat-elektronik yang datang bertubi-tubi mengungkapkan keprihatinan&amp;nbsp; &amp;nbsp;terhadap buruknya tata-kelola pimpinan Universitas yang berujung pada saran menurunkan Rektor Universitas Indonesia. Bahkan tumbuh kekhawatiran bahwa “orasi ilmiah” bisa dijadikan alat politik “menghantam dan menggoreng Pemerintah” oleh media pers dan kalangan yang kurang menyukai Pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tersimpul dalam ratusan sms dan surat-elektronik ini pula kehausan pada tata-kelola Universitas Indonesia yang lebih baik dan bertumpu pada keinginan agar bisa ditegakkan (1) pola managemen yang transparan; (2) akuntabilitas dalam pelaksanaan; (3) partisipasi dari para penopang-kepentingan dalam universitas; (4) berkembang subur sistem check-and-balances dalam pengelolaan universitas; (5) tumbuhnya suasana kreatifitas bebas dari rasa ketakutan untuk berbeda-pendapat dalam kampus Universitas;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengapakah timbul arus bawah yang demikian besar kritisnya terhadap tata-kelola Universitas Indonesia akhir-akhir ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selama satu dekade lebih, sejak diterbitkan pada tanggal 26 Desember 2000 “Peraturan Pemerintah nomor 152 tahun 2000”, tumbuh dan berkembang Universitas Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara yang menyelenggarakan pendidikan tinggi berasaskan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(a) kemandirian moral untuk membangun perguruan tinggi sebagai kekuatan moral dalam pembangunan masyarakat yang demokratis dan mampu bersaing global;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(b) berwawasan global guna mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Organisasi Universitas Indonesia terdiri dari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Majelis Wali Amanat (MWA) sebagai organ Universitas yang mewakili kepentingan pemerintah, kepentingan masyarakat dan kepentingan universitas beranggotakan 21 orang, yakni Menteri, 11 wakil Senat Akademik Universitas Indonesia yang dipilih olleh SAU, 6 orang wakil unsure masyarakat umum yang diusulkan oleh SAU, 1 orang unsure karyawan universitas, 1 orang mewakili unsure mahasiswa, dan 1 orang mewakili unsure Rektor yang tidak dapat dipilih sebagai ketua dan tidak memiliki hak suara dalam hal menyangkut kinerja Rektor dan pemilihan Rektor;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dewan Audit sebanyak 5 orang yang bertanggung-jawab kepada MWA;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Senat Akademik terdiri dari Rektor dan Wakil Rektor, Dekan Fakultas dan Ketua Program Pascasarjana, Wakil Guru Bersar, wakil Dosen bukan Guru Besar dan Kepala Perpustakaan Universitas;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dewan Guru Besar mencakup semua Guru Besar UI;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(5)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pimpinan Universitas terdiri dari Rektor dibantu bebepara orang Wakil Rektor. Rektor UI diangkat dan diberhentikan oleh MWA melalui pemilihan dengan suara yang dimiliki ujukan Menteri (35%) dan 65% sisa dibagi rata kepada setiap anggota lainnya. Calon Rektor diajukan oleh Senat Akademik kepada MWA melalui proses pemilihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Tampak dengan jelas sifat demokratis dengan pola check-and-balances selama sepuluh tahun (2002-2012) UI memiliki dua masa kerja MWA dan Rektor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atas permohonan sebuah yayasan kepada Mahkamah Konstitusi menguji UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU nomor 9 tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) terhadap UUD 1945 maka Mahkamah Konstutusi pada tanggal 31 Maret 2010 membatalkan UU BHP, Penafsiran Pasal 53 ayat (1) UU Sisdiknas dan Pencabutan Penjelasan pasal 53 UU Sisdiknas, dan mencabut hal terkait dengan istilah Badan Hukum Pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai implikasi dari keputusan Mahkamah Konstitusi lahir Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun 2010 tentang Perubahan atas PP no.17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang pada pokoknya menjelaskan bahwa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Pengelolaan pendidikan yang dilakukan UI masih tetap berlangsung sampai dilakukan&amp;nbsp; penyesuaian pengelolaannya berdasarkan PP ini. Penyesuaian pengelolaan dilakukan palinglama 3 tahun sebagai masa transisi sejak PP diundangkan; UI (dan 6 PT BHMN lainnya) ditetapkan sebagai perguruan tinggi diselenggarakan Pemerintah; Penetapan lebih lanjut masing-masing perguruan tinggi sebagaimana dimaksud sebagai perguruan tinggi diselenggarakan Pemerintah ditetapkan dengan Peraturan Presiden; Peraturan Pemerintah nomor 152 tahun 2000 tentang Penetapan UI sebagai BHMN masih tetap berlaku sepanjang dimaknai sebagai fungsi penylenggara pendidikan tinggi yang tidak bertentangan dengan PP ini dan peraturan perundang-undangan sesudah masa transisi; Tata kelola perguruan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku adalah tidak termasuk kelola keuangan. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Nampaknya pasal-pasal tentang masa transisi ini menimpbulkan multi-tafsir antara pendapat hukum Rektorat dengan Penasehat Hukumnya didukung Direktur Jendral Pendidikan tinggi di satu fihak dengan pendapat hukum yang diperoleh MWA, Dewan Guru Besar UI dan Dewan Guru Besar Hukum UI yang secara khusus diminta Legal Opinion-nya oleh MWA mengatasi kemelut tafsir hukum ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Berdasarkan pendapat hukum yang saya terima, seharusnya selama masa transisi sekarang ini hingga dikeluarkannya; (1) Peraturan Presiden tentang Status Perguruan Tinggi UI dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(2) Keputusan Mendiknas tentang Statuta UI, maka tata kelola UI dan organ-organ UI masih mengikuti PP nomor 152 tahun 2010.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Sementara itu, Rektor telah melaksanakan perubahan organ-organ di dalam UI sesuai PP nomor 66 tahun 2010 tanpa menunggu diterbitkannya payung hukum tentang status UI maupun Statuta UI yang menjadi landasan tata kelola UI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Dengan keprihatinan yang mendalam saya pelajari dampak dari tidak dijalankannya masa transisi dari sisi ketiadaan good governance dengan checks and balances yang memadai. Organ Senat Akademi Universitas, yang keanggotaannya berakhir pada tanggal 17 Juli 2011 dan dalam masa transisi masih bisa diisi oleh anggota baru dan dimungkinkan masih diperpanjang masa kerjanya, ternyata dirubah pada tanggal 15 Mei 2011 menjadi Senat Universitas, suatu organ yang baru ada dalam PP nomor 66 tahun 2010 tanpa mengindahkan masa transisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Dan karena tidak ada perwakilan Senat Universitas dalam MWA, maka terpangkas dan terputuslah prinsip partrisipatori dalam pola good governance ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Kemudian bagaimana&amp;nbsp; mekanisme dan proses pemilihan dan penentuan anggota Senat Universitas? Proses pemilihan dan&amp;nbsp; penentuan anggota Senat Unikversitas harus diatur dalam Statuta UI, yang belum ada sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Hal serupa kita temukan pada organ Dewan Guru Besar UI, yang berakhir masa-tugasnya tanggal 24 Agustus 2011 dan memerlukan pemilihan baru atau perpanjangan masa kerja. Lagi-lagi DGB mengalami kenyataan bahwa pekerjaannya tidak dilanjutkan karena “tidak dikenal dalam PP nomor 66 tahun 2011”. Keharusan adanya masa transisio seperti diamanatkan PP 66 tahun 2011 itu sendiri diabaikan. Lagi pula bila masa kerja anggotanya habis, tidaklah berarti organnya dibubarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Konsep Statuta UI yang menyangkut karakter dan semangat UI diajukan kepada Mendiknas tanpa konsultasi dan partisipasi transparan dengan MWA dan Dewan Guru Besa rUI. Dan bila dipelajari konsep yang “bocor” ke tangan di luar Mendiknas, maka dengan terkejut tercermin konsep pengambilan keputusan yang terpusat di satu tangan dan mereduksi UI sebagai “satuan kerja” di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional. Kemanakah prinsip-prinsip tata kelola good governance?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Yang menarik bahwa konsep Statuta disampaikan kepada Mendiknas sementara Peraturan Pemerintah tentang Status Hukum UI yang menjadi dasar pembuatan statute belum diterbitkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Mengapa perkembangan semua ini dimungkinkan dalam lingkungan UI dan Kementerian Pendidikan Nasional ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Bila saya sampaikan hal-hal ini secara terbuka, bukankah saya membuka aib UI di hadapan publik.&amp;nbsp; Saluran yang semula terbuka bagi saya untuk menyampaikan masalah intern UI kepada yang berkepentingan sejak beberapa lama tertutup karena anggapan bahwa dengan tidak dikenalnya Majelis Wali Amanat dalam PP nomor 66 tahun 2011, sesungguhnya hak hidup MWA tidak ada dan menjadi demisioner, sungguhpun Surat Pengangkatan Mendiknas menjadi anggota MWA belum dicabut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya bersyukur bahwa semalam telah berlangsung pertemuan silaturahmi di rumah saya antara Rektor UI, saudara Gumelar, Ikatan Lulusan Universitas Indonesia, Dipo Alam dan saya untuk kemudian sepakat membentuk tim bersama mengatasi menyelamatkan UI dan menegakkan good governance dalam lingkungan UI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Permasalahan yang saya singgung disini bukanlah menyangkut masalah perorangan diri saya selaku anggota, atau saudara Gumelar sebagai Rektor, atau saudara Dipo selaku ILUNI. Yang ingin saya angkat adalah rohnya UI yang diembannya selama puluhan tahun. Universitas Indonesia diselenggaran berasaskan kemandirian moral untuk membangun perguruan tinggi sebagai kekuatan modal dalam membangun masyarakat yang demokratis dan mampu bersaing secara global.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;UI bukanlah sekedar kumpulan gedung-gedung di kampus Depok atau Salemba. UI bukan pula kumpulan guru besar, dosen atau orang pintar serta mahasiswa yang rajin berkuliah Senin-Jumat pagi-sore.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;UI selama sejarah hidupnya adalah mercu suar kemandirian moral yang tegar berdiri dalam kegelapan masa apapun, diterjang angin taufan perlawanan sedahsyatpun. Karena UI diisi oleh keberanian moral membangun masyarakat yang demokratis dan mampu bersaing secara global.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya memilih karier hidup saya 55 tahun lalu bekerja dari tingkat Asisten Dosen sampai Professor Emiritus Universitas Indonesia. Marilah kita bersama pada masa akhir hidup saya kita tetap tegakkan alma mater Universitas Indonesia meneruskan sejarah gemilangnya masa lampau untuk tetap menjadi kekuatan moral membangun masyarakat yang demokratis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Jakarta, 5 September 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Emil Salim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2725604736860057969?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2725604736860057969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2725604736860057969' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2725604736860057969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2725604736860057969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/09/orasi-prof-emil-salim-depok-5911.html' title='Orasi Prof. Emil Salim (Depok, 5/9/11)'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4307432038476622167</id><published>2011-05-16T21:05:00.000+07:00</published><updated>2011-05-16T21:05:48.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><title type='text'>Seorang Dominique Strauss-Khan Lupa Pelajaran Ekonomi</title><content type='html'>Baru-baru ini media internasional heboh dengan berita penangkapan bos IMF Dominique Strauss-Khan (DSK) di New York. Tuduhan kepada DSK adalah pelecehan terhadap seorang karyawan hotel. Orang-orang bertanya apa motif DSK dan kenapa dia berbuat begitu? Memang sampai sekarang belum jelas apakah benar DSK berbuat seperti yang dituduhkan, namun kalau pun pemberitaan ini benar, DSK yang notabenenya seorang bos IMF mestinya mengerti konsep ECON 101: &lt;i&gt;Cost Benefit Analysis, Opportunity Cost, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; Incentives&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;People respond to incentives&lt;/i&gt;. Jargon ini diterima oleh setiap orang. Bahkan tanpa belajar ilmu ekonomi pun orang-orang akan mengikuti &lt;i&gt;animal insting&lt;/i&gt; untuk lebih tergerak ketika ada insentif yang ditawarkan semakin besar. Sekarang para ekonom pun bertanya-tanya, "Apa motif DSK?" Apakah dia lupa dengan konsep &lt;i&gt;Cost and Benefit&lt;/i&gt;? Konsep yang mengatakan bahwa ketika suatu keputusan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar ketimbang manfaatnya, maka urungkanlah niat untuk melakukan perbuatan tersebut. DSK punya gaji yang besar sebagai seorang bos IMF, calon kuat Presiden Prancis, mempunyai relasi yang sangat luas secara internasional. Namun dia mengorbankan itu semua dengan sebuah tindakan dan yang terpuji.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin DSK juga lupa konsep OC dan menganggap bahwa Opportunity cost dia ketika menjadi seorang bos IMF lebih kecil ketimbang berbuat tercela.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terakhir, DSK lupa dengan konsep insentif. Saya tak paham, apakah insentif melecehkan manusia lebih besar ketimbang kesempatan dia menjadi Presiden Prancis. Mungkin dia lebih terpuaskan ketika mampu memuaskan hasratnya ketimbang faktor kekayaan, jabatan, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;DSK seakan-akan lupa pelajaran ekonomi. Memang benar, ketika nafsu telah menggerogoti manusia, maka rasionalitas itu pun ikut hilang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4307432038476622167?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4307432038476622167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4307432038476622167' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4307432038476622167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4307432038476622167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/05/seorang-dominique-strauss-khan-lupa.html' title='Seorang Dominique Strauss-Khan Lupa Pelajaran Ekonomi'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8966834431304949121</id><published>2011-05-01T18:23:00.002+07:00</published><updated>2011-05-01T18:23:27.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miscellaneous'/><title type='text'>Sekedar Kewajiban Menulis</title><content type='html'>Skripsi ternyata menjadi salah satu penyebab asa untuk menulis di blog sedikit berkurang. Selain asa, waktu sepertinya ikut berlari lebih cepat dibandingkan kemampuan saya untuk mengejarnya. Dalam beberapa bulan terakhir banyak hal menarik yang sebenarnya bisa kita bahas, dimulai dari masalah gedung DPR, BBM, pembajakan ABK Indonesia, dll. Tapi ada beberapa link yang ingin saya bagi disini untuk sedikit menambah daftar bacaan teman-teman yang memiliki banyak waktu kosong untuk membaca:&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. &lt;a href="http://www.nber.org/papers/w16919.pdf"&gt;When Fast Growing Economies Slow Down: International Evidence and Implications for China&lt;/a&gt; by Barry Eichengreen et al. (2011).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. &lt;a href="http://www.foreignpolicy.com/articles/2011/04/25/more_than_1_billion_people_are_hungry_in_the_world?page=full"&gt;More Than One Billion People Are Hungry in The World&lt;/a&gt; by Abhijit Banerjee dan Esther Duflo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. &lt;a href="http://www.thejakartaglobe.com/cafesalemba/e-world-equilibrium-are-we-there-yet/437427"&gt;E-World Equilibrium: Are We There Yet&lt;/a&gt;? by Arianto A. Patunru&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiga tulisan di atas sepertinya menarik untuk dibaca. Kalau masalah buku, saya baru saja selesai membaca buku Tom Rachman yang berjudul &lt;a href="http://www.amazon.com/Imperfectionists-Novel-Random-Readers-Circle/dp/0385343671?ie=UTF8&amp;amp;tag=thewa05-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;The Imperfectionist&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=thewa05-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0385343671" style="border: none !important; margin: 0px !important; padding: 0px !important;" width="1" /&gt;. Merupakan salah satu novel yang menurut saya pribadi layak untuk dibaca dan dipenuhi dengan kata-kata sarkastik yang sangat menarik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berhubung hari ini bertepatan dengan 1 May, &lt;i&gt;which is&lt;/i&gt; merupakan hari buruh, saya mengucapkan selamat hari buruh, khususnya kepada buruh skripsi yang tidak dibayar dan hanya diiming-imingi dengan sebuah gelar sarjana. Selamat mengerjakan skripsi teman-teman, deadline telah mendekat namun semangat jangan pernah lekat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8966834431304949121?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8966834431304949121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8966834431304949121' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8966834431304949121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8966834431304949121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/05/sekedar-kewajiban-menulis.html' title='Sekedar Kewajiban Menulis'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1357777833448636254</id><published>2011-04-13T12:58:00.000+07:00</published><updated>2011-04-13T12:58:57.497+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Proteksi Kampus dari Kepentingan Politik</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia, Rabu 13 April 2011.&lt;br /&gt;Bisa dibuka &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/392724/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Kampus merupakan tempat terbaik untuk mengembangkan diri setiap pemudapemudi. Ada banyak pilihan kegiatan di kampus yang bisa dipilih mahasiswa untuk pengembangan diri, mulai dari bidang akademisi hingga bidang organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari aktif di kepanitiaan hingga mengikuti konferensi internasional. Tidak ada yang salah jika kegiatan ini benar-benar murni dilakukan oleh mahasiswa tanpa ada intervensi dari pihak luar. Masalahnya adalah dalam beberapa tahun belakangan ini kegiatan mahasiswa banyak diganggu dengan adanya campur tangan pihak-pihak yang berkepentingan. Hal paling nyata terkait kejadian ini bisa dilihat ketika pemilihan pemimpin lembaga baik pada tingkat fakultas maupun universitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kepentingan luar yang berusaha untuk ikut bermain dengan mengirimkan calon yang mereka anggap sesuai dengan identitas mereka. Calon yang dikirim ini pun diharapkan mampu membantu pihak luar dengan menyusupkan agendaagenda yang menguntungkan mereka dalam setiap kegiatan di kampus.Ketika terpilih pun, banyak pula pemimpin mahasiswa tingkat kampus yang membuat kebijakan atas dasar suruhan atau paksaan dari pihak luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,karena bisa menyebabkan terjadi kerusakan pada sistem organisasi di kampus. Banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan untuk menyehatkan kembali demokrasi di kampus.Pertama, harus ada larangan yang jelas bagi partai politik untuk ikut andil dalam kegiatan mahasiswa. Dibutuhkan proteksi dari pihak kampus untuk melarang organisasi-organisasi ini masuk ke dalam kampus. Kedua, mahasiswa hendaknya terhindardarikepentinganpolitik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masalah  jika nanti setelah keluar dari kampusmahasiswa ikut aktif dalam partai politik,namun ketika kita dituntut untuk menjunjung tinggi nilai idealisme,masuk ke dalam parpol merupakan sebuah bentuk penghancuran nilai idealisme mahasiswa. Hal ini juga penting bagi mahasiswa yang menjadi pemimpin lembaga. Ketika menjadi seorang pemimpin lembaga hendaknya mengesampingkan intervensi dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali jika seorang pemimpin lembaga bisa diatur dengan mudah oleh pihak luar kampus. Ketiga,ada baiknya pihak eksternal juga bersabar untuk tidak mengganggu kegiatan kampus.Saya termasuk orang yang jengah dengan adanya intervensi dari luar.Ini jelas-jelas merusak sistem demokrasi di kampus dan harus segera diperbaiki dengan caracara di atas.● &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAHEN FACHRUL REZKI&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi &lt;br /&gt;Fakultas Ekonomi &lt;br /&gt;Universitas Indonesia              &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1357777833448636254?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1357777833448636254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1357777833448636254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1357777833448636254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1357777833448636254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/04/proteksi-kampus-dari-kepentingan.html' title='Proteksi Kampus dari Kepentingan Politik'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1836732672841752682</id><published>2011-03-20T17:50:00.003+07:00</published><updated>2011-03-20T18:15:12.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Heroes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Japan'/><title type='text'>Fukushima Fifty</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-EoE7TKOFO0A/TYXhe1ZlAeI/AAAAAAAAAF8/2hDcMJns-1U/s1600/UPDATE-Japan-Hails-The-Heroic-%25E2%2580%2598Fukushima-50%25E2%2580%2599-Who-Are-Risking-Their-Lives.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-EoE7TKOFO0A/TYXhe1ZlAeI/AAAAAAAAAF8/2hDcMJns-1U/s320/UPDATE-Japan-Hails-The-Heroic-%25E2%2580%2598Fukushima-50%25E2%2580%2599-Who-Are-Risking-Their-Lives.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586118832669655522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Kita mungkin sudah terlalu sering mendengar kata Fukushima dalam satu minggu belakang. Semenjak bencana gempa dan tsunami di Jepang beberapa waktu yang lalu, banyak dampak yang dihasilkan, salah satunya adalah bocornya PLTN Jepang yang terletak di Fukushima. Selama beberapa hari ini pihak Jepang dan international ditakutkan dengan kondisi ini. Efek radiasi dan kebocoran yang ditakutkan akan menjadi bencana Chernobyl kedua meliputi kegundahan seluruh negara di dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Namun di tengah kegundahan itu, ada sekelompok pekerja di Fukushima yang mempertaruhkan hidup mereka demi perbaikan PLTN tersebut. 50-70 orang yang bertahan tersebut memilih untuk tinggal karena rasa tanggung jawab mereka terhadap pekerjaan yang mereka tempuh. Mereka bekerja dibagi empat shift, bergantian sembari mempertaruhkan nyawa mereka. Orang-orang ini bekerja di level radiasi yang bisa membunuh mereka seketika atau memberikan dampak penyakit di masa yang akan datang. Pelindung yang mereka gunakan pun tidak mampu meminimalisir dampak radiasi yang akan mereka dapatkan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari laporan yang didapatkan, sudah ada lima orang yang meninggal dunia, dua hilang, dan 21 lainnya terluka dari kelompok pekerja yang tetap bertahan ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Grup ini nekat tetap tinggal di dalam PLTN, dikala 700 rekan mereka melarikan diri saat level radiasi meningkat menjadi berbahaya. Diperkirakan mereka merupakan teknisi garis depan yang mengetahui cara memadamkan kebakaran yang terjadi di PLTN.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Para pekerja ini merupakan orang-orang yang seharusnya dua tahun lagi mendapati hidup yang damai dan menghabiskan hari-harinya dengan cucu mereka. Beberapa dari pekerja, bahkan hampir semua yang bertahan merupakan pekerja tua yang telah memiliki anak yang sudah bekerja. Namun mereka tinggal karena lagi-lagi masalah loyalitas, tanggung jawab, dan pengabdian bagi kepentingan manusia dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima puluh pekerja ini mendapati julukan Fukushima Fifty, yang sedang melakukan sebuah misi bunuh diri. Mempertaruhkan nyawa tiap harinya, menghadapi radiasi nuklir yang semakin meningkat, dengan kehidupan ala militer. Kita tidak akan tahu sampai kapan mereka akan bisa bertahan. Kita juga tidak akan tahu jikalau mereka nanti berhasil dan selamat, apakah dampak yang akan mereka hadapi setelah mengalami radiasi yang begitu parah. Kita mungkin tidak mengenal para Fukushima Fifty ini, tapi tak ada salahnya bagi kita untuk mendoakan mereka dan selalu berharap agar Allah selalu melindungi orang-orang hebat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Untuk mengetahui berita tentang mereka bisa buka &lt;a href="http://fukushimafifty.com/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa media elektronik terkemuka dunia juga telah memuat kisah tentang mereka. Diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. &lt;a href="http://www.guardian.co.uk/world/2011/mar/15/fukushima-50-workers-nuclear-plant?CMP=twt_gu"&gt;Guardian&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. &lt;a href="http://www.cbsnews.com/stories/2011/03/15/eveningnews/main20043554.shtml"&gt;CBS News&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. &lt;a href="http://www.boingboing.net/2011/03/15/the-fukushima-fifty.html"&gt;Boing Boing&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. &lt;a href="http://www.nytimes.com/2011/03/16/world/asia/16workers.html?_r=3&amp;amp;hp"&gt;The New York Times&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. &lt;a href="http://www.montrealgazette.com/news/Fukushima+Fifty+whose+bravery+hope+rests/4451224/story.html"&gt;Montreal Gazzete&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan bersama mereka.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;#prayforfukushimafifty #prayfortheirfamily #prayforjapan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1836732672841752682?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1836732672841752682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1836732672841752682' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1836732672841752682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1836732672841752682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/03/fukushima-fifty.html' title='Fukushima Fifty'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-EoE7TKOFO0A/TYXhe1ZlAeI/AAAAAAAAAF8/2hDcMJns-1U/s72-c/UPDATE-Japan-Hails-The-Heroic-%25E2%2580%2598Fukushima-50%25E2%2580%2599-Who-Are-Risking-Their-Lives.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3023892854103753153</id><published>2011-03-16T23:43:00.002+07:00</published><updated>2011-03-17T00:03:59.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demokrasi'/><title type='text'>Sekedar Kembali Mengingatkan Janji-Janji Kalian</title><content type='html'>Rasanya sudah terlalu uzur kiranya bagi saya untuk mengomentari dinamika kehidupan kampus. Selain karena telah menjadi mahasiswa tingkat empat - yang disibukkan oleh kewajiban menyelesaikan skripsi - saya pun merasa sekarang waktunya bagi teman-teman yang masih aktif untuk berkarya. Saya pun tak ingin dicap sebagai sosok yang terkena dampak &lt;i&gt;post-power syndrome&lt;/i&gt; seperti yang dialami oleh mantan petinggi lembaga eksekutif kampus lainnya. Tulisan ini murni merupakan kegelisahan saya selama beberapa bulan ini. Sebagai salah satu konstituen dan juga sebagai mantan panelis pada acara yang bernama kampanye BEM UI 2011, saya merasa BEM UI belumlah bekerja seperti apa yang mereka janjikan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya mencoba mengingat kembali janji-janji yang disampaikan oleh saudara Maman-Ijonk pada waktu kampanye terkait gerakan UI terhadap isu nasional dan isu kampus. Mereka berjanji bahwa BEM UI tetap akan menjadi corong gerakan mahasiswa Indonesia. BEM UI akan selalu berusaha untuk menjadi pengingat dan pihak yang paling kritis terhadap segala kebijakan pemerintah. Saya pun ingat, bagaimana pasangan ini mengkritik BEM UI 2010 yang terkenal lamban dalam menyikapi isu nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah 3 bulan menjabat,saya belum melihat BEM UI menuju ke sana. Memang waktu tiga bulan belumlah cukup bagi mereka untuk cepat bergerak. Mengurusi masalah internal dan mensinergiskan gerakan dengan BEM fakultas juga menjadi tugas yang sangat berat. Namun setidaknya saya ingin mengingatkan kembali janji teman-teman yang akan cepat tanggap menghadapi situasi yang terjadi baik pada tingkat kampus maupun nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, sebagai mahasiswa biasa, saya kecewa dengan pemerintah yang tidak tanggap terhadap hak beragama masyarakat Indonesia. Terlepas dari aqidah mereka ( saya sendiri juga kontra dengan aliran mereka) akan tetapi mereka merupakan warga negara Indonesia yang mempunyai hak untuk hidup. Saya tidak melihat BEM UI bersuara untuk hal ini. Tak selesai disitu, ternyata ada ormas yang menjadi pengacau di negeri ini. Pemerintah pun sepertinya abai dengan perbuatan mereka. Banyak pihak yang menjadi korban akibat perbuatan mereka. Pemerintah diam, BEM UI pun ikut diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kita punya masalah terhadap harga minyak dunia yang semakin tinggi. Kenaikan harga minyak dunia tentunya berdampak kepada harga BBM dan berbagai harga kebutuhan lainnya. Kenaikan ini pun mempunyai dampak terhadap tingkat inflasi dan kemampuan masyarakat untuk mengkonsumsi. Pemerintah diam dan lebih sibuk mengurusi reshuffle kabinet ketimbang masalah ini, BEM UI pun diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ada berita SBY yang menggunakan kekuatannya untuk kepentingan golongannya. Banyak yang ribut meskipun berita tersebut akhirnya kalah oleh cerita Tsunami di Jepang. Walaupun berita tersebut belum diketahui kebenarannya, bukankah kita sebagai mahasiswa harus ikut bersuara untuk membuka masalah ini, tapi sayang BEM UI lagi-lagi diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, mungkin masalah ini tidak terlalu penting bagi sebagian orang, tapi bagi penggemar sepakbola seperti saya, saya kecewa ketika BEM UI tidak menyuarakan sikapnya terhadap kisruh PSSI. BEM UI juga tidak mengirimkan pasukannya untuk aksi revolusi PSSI. Mungkin aksi ini tidak termasuk kedalam renstra BEM UI, tapi bukankah masalah sepakbola juga menyangkut rakyat Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sebenarnya masalah lain yang terjadi di negeri ini dan sepertinya BEM UI belum menyampaikan sikapnya. Saya tidak perlu membandingkan BEM UI 2011 dengan BEM UI 2010 karena tidak adil jika membandingkan keduanya dalam waktu yang berbeda, akan tetapi saya menagih janji kalian ketika kampanye dulu. Janji ingin menyuarakan kegelisahan rakyat, janji untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada waktu untuk memperbaikinya dan jadikanlah tulisan ini sebagai pengingat kalian untuk terus memperbaiki diri. Ingatlah, janji merupakan hutang yang belum terbayar dengan lunas kecuali kalian memenuhi dan melaksanakannya. Tulisan ini merupakan isi hati seorang konstituen dan mantan panelis yang akan terus mengingat janji-janji yang pernah kalian sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih dan semoga sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3023892854103753153?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3023892854103753153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3023892854103753153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3023892854103753153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3023892854103753153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/03/sekedar-kembali-mengingatkan-janji.html' title='Sekedar Kembali Mengingatkan Janji-Janji Kalian'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4427012740442419948</id><published>2011-03-10T02:21:00.004+07:00</published><updated>2011-03-10T02:47:39.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soccer Economics'/><title type='text'>Benarkah Sepakbola Merupakan Bisnis yang Menguntungkan?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru-baru ini saya tertarik dengan daftar klub-klub terkaya di dunia yang dipublikasikan oleh &lt;a href="http://www.deloitte.com/view/en_GB/uk/industries/sportsbusinessgroup/d039400401a17210VgnVCM100000ba42f00aRCRD.htm"&gt;Deloitte&lt;/a&gt;. Pada tahun 2010 disebutkan bahwa Real Madrid menjadi klub terkaya di dunia dengan pendapatan per tahun yang mencapai 401.4 juta Euro. Menyusul di peringkat kedua ada FC Barcelona dan Manchester United yang kekayaan masing-masing klub berturut-turut mencapai 365.9 Euro dan 327 juta Euro. Didalam publikasi tersebut disebutkan bahwa meskipun terjadinya masalah pada perekonomian dunia, klub-klub ini tidak memperoleh dampak yang terlalu signifikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika melihat penerimaan ketiga negara tersebut jumlahnya bisa menutupi anggaran kita untuk subsidi. Angka yang fantastis karena mampu dihasilkan melalui sebuah olahraga yang bernama sepakbola. Namun berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, benarkah sepakbola bisa menjadi bisnis yang menguntungkan? &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Simon Kuper dan Stefan Szymanski dalam buku mereka&lt;a href="http://www.amazon.com/Soccernomics-Australia-Turkey-Iraq-Are-Destined/dp/1568584253"&gt; Soccernomics,&lt;/a&gt; sepakbola bukanlah sebuah bisnis yang menghebohkan seperti yang kita lihat. Jika dibandingkan dengan perusahaan top dunia, nilai (value) dari sebuah klub terkaya di dunia seperti Real Madrid hanya 5% dari total aset perusahaan seperti Lehman Brothers sebelum mereka tutup. Berdasarkan nilai sebenarnya mengurusi klub sepakbola tidaklah terlalu menguntungkan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masalah kedua adalah besarnya penerimaan suatu klub diikuti dengan pengeluaran yang besar pula. Sehingga seringkali klub-klub tersebut harus mengalami kerugian karena besarnya beban yang harus dikeluarkan, khususnya untuk gaji pemain yang semakin besar. Bahkan klub-klub terkaya ini pun sebagian besar bertumpu pada utang yang menumpuk. Karena begitu banyaknya klub yang berutang akhirnya Michel Platini, Presiden UEFA sekarang membuat kebijakan financial fair play yang bertujuan memastikan klub-klub tidak mengeluarkan uang diluar kemampuan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terakhir adalah, menjuarai sebuah turnamen belum tentu memberikan keuntungan yang signifikan dibandingkan dengan sebatas lolos dari degradasi. Di dalam Soccernomics lagi dijelaskan bahwa ternyata perbedaan pemasukan klub yang menjuarai liga Inggris dengan klub yang jatuh bangun untuk bertahan di Premier League tidak terlalu jauh. Hal ini lagi-lagi dikarenakan klub besar harus membayar pemainnya lebih mahal dibandingkan klub medioker.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana misalnya jika klub-klub tersebut bangkrut? Sebuah klub sepakbola tidak akan pernah mati, karena disana selalu hadir suporter yang akan membantu klub mereka bagaimana pun caranya. Fiorentina pernah dinyatakan bangkrut. Alhasil klub baru lahir dengan nama yang sama dengan modal dari suporter yang loyal. Sekarang Fiorentina bisa promosi kembali ke Serie A. Parma juga bangkrut, namun akan selalu muncul para pengusaha sekaligus suporter klub yang akan membantu klub mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lagipula jika ada klub yang bangkrut, jumlah peserta liga akan berkurang dan tentunya merugikan sistem kompetisi. Oleh karena itu pernah suatu waktu Arsenal membantu Lorient yang sudah bangkrut agar bisa ikut berkompetisi. Arsenal berlaku seperti itu agar mereka masih memiliki tim yang bisa diajak bertanding.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan kondisi diatas, maka jika Anda merupakan seorang investor yang risk averse, sepakbola bukanlah tempat yang aman dan belum tentu menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4427012740442419948?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4427012740442419948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4427012740442419948' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4427012740442419948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4427012740442419948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/03/benarkah-sepakbola-merupakan-bisnis.html' title='Benarkah Sepakbola Merupakan Bisnis yang Menguntungkan?'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8157933054405103179</id><published>2011-03-01T12:50:00.003+07:00</published><updated>2011-03-01T12:53:56.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Anomali Itu Bernama PSSI</title><content type='html'>Terbit di harian seputar Indonesia, Selasa 1 Maret 2011&lt;br /&gt;Silakan dibuka &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/384631/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN menggunakan kacamata kuda atau kacamata biasa, kita bisa melihat  bahwa kondisi persepakbolaan Indonesia sangatlah mengecewakan. Alih-alih  bermimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia atau sekadar berpartisipasi  dalam perhelatan empat tahunan tersebut, cabang olahraga yang digemari  rakyat banyak ini tidak pernah bisa mendatangkan prestasi. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam olahraga, selain  mempertontonkan suguhan yang menarik, para penonton tentunya ingin  melihat kemenangan. Sayangnya rasa haus akan prestasi sepak bola  Indonesia belum mampu terobati dengan baik.Piala AFF yang diharapkan  sebagai pengobat rasa penasaran pecinta sepak bola Tanah Air dibawa  kabur oleh Malaysia. Timnas yang digadang-gadang mampu menjuarai  turnamen tersebut keok di tangan negeri seberang. Jika kita mencoba  untuk melihat prestasi sepak bola Indonesia,semenjak dahulu sebenarnya  kita terus mengalami degradasi prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu Indonesia sempat  diperhitungkan sebagai salah satu tim sepak bola yang garang di  Asia,namun sekarang untuk level Asia Tenggara saja kita sulit untuk  meraih prestasi.Kondisi ini tentunya terjadi karena banyak hal,  kompetisi yang belum terlalu maksimal, kurangnya perhatian terhadap  pembinaan pemain muda, infrastruktur penunjang yang kurang memadai,  serta kemelut di tubuh induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI.  Tidak maksimalnya performa timnas ini ditengarai oleh buruknya kinerja  dari PSSI itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi sepak bola Indonesia ini  dianggap telah gagal dalam memajukan persepakbolaan dalam negeri.  Semenjak tahun kepemimpinan Azwar Anas, PSSI telah dilanda banyak  masalah.Tahun 1998 pada Piala AFF (Tiger Cup),sepak bola kita terkena  skandal sepak bola gajah.Sebuah skandal yang mencoreng sportivitas dan  nama baik sepak bola Indonesia. Penerus Azwar Anas,Agum Gumelar, pun  mengalami kondisi yang sama.Timnas kita gagal pada Piala AFF 2000 dan  2002 serta menjadi bulan-bulanan timnas negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agum  Gumelar yang menjabat selama satu periode ini akhirnya digantikan oleh  Ketua Umum PSSI sekarang yang bernama Nurdin Halid. Semenjak tahun  Nurdin Halid inilah kondisi sepak bola kita benar-benar merosot.Tidak  ada prestasi yang membanggakan, justru berita buruk selalu tersemat  kepada sepak bola nasional. Isu suap yang semakin menyeruak, korupsi  yang merajalela, pengaturan skor yang gila-gilaan, serta lagi-lagi  minimnya prestasi timnas kita di kancah Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  kurun waktu 2003 hingga sekarang kita benar-benar berada pada kondisi  yang sangat memprihatinkan. Kekecewaan langsung disuarakan para pecinta  sepak bola kepada para pengurus PSSI. Mereka beranggapan bahwa pengurus  sekarang telah gagal membangun sepak bola Indonesia menuju arah yang  lebih baik lagi. Sayangnya seruan tersebut kurang didengarkan dengan  baik. Saat ini Nurdin Halid kembali maju sebagai calon Ketua Umum PSSI  untuk periode ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sudah semua masyarakat Indonesia  yang tidak ingin lagi PSSI dipimpin oleh Nurdin.Begitu ngototnyaNurdin  Halid untuk memimpin PSSI tentunya menimbulkan anomali tersendiri karena  selama dia memimpin Indonesia minim prestasi,tetapi Nurdin tetap maju  sebagai salah satu calon ketua PSSI. Sebagai seorang pecinta bola, saya  sendiri berharap agar Nurdin Halid mengurungkan niatnya untuk maju  sebagai salah satu calon Ketua PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah berada pada  titik di mana perubahan menjadi satu hal yang mesti terjadi.Seluruh  fungsionaris PSSI sekarang ada baiknya tidak lagi mengurusi sepak bola  Indonesia karena sudah terbukti selama mereka mengurusi organisasi ini  tidak jelas nasib sepak bola kita. Berikanlah kesempatan kepada para  pemuda dan pecinta bola untuk mengurusi PSSI. Kita butuh orang-orang  baru yang bisa memberikan warna baru bagi PSSI dan sepak bola nasional.●&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAHEN FACHRUL REZKI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Universitas Indonesia           &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8157933054405103179?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8157933054405103179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8157933054405103179' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8157933054405103179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8157933054405103179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/03/anomali-itu-bernama-pssi.html' title='Anomali Itu Bernama PSSI'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-7116632421733406762</id><published>2011-02-05T20:08:00.004+07:00</published><updated>2011-03-01T12:56:26.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><title type='text'>Kenapa Pelajaran Pengantar Selalu Tidak Menarik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru-baru ini saya selesai membaca mahakarya Robert H. Frank yang berjudul &lt;a href="http://www.amazon.com/RETURN-ECONOMIC-NATURALIST-ECONOMICS-HELPS/dp/0753519666/ref=sr_1_4?ie=UTF8&amp;amp;qid=1296911532&amp;amp;sr=8-4"&gt;The Return of The Economic Naturalist: How Economics Helps Make Sense of Your World&lt;/a&gt;. Buku ini merupakan kelanjutan dari buku sejenis yang berjudul sama, &lt;a href="http://www.amazon.com/Economic-Naturalist-Economics-Explains-Everything/dp/0753513382/ref=sr_1_2?ie=UTF8&amp;amp;qid=1296911532&amp;amp;sr=8-2"&gt;The Economic Naturalist: Why Economics Explains Almost Everything&lt;/a&gt;. Kedua buku ini berangkat dari sebuah ide yang sangat simpel. Sang penulis yang merupakan seorang Profesor di Cornell University dan mengajar mata kuliah Econ 101 atau pengantar ekonomi. Setiap kali mengajar, dia selalu mengalami kesulitan untuk membuat mata kuliah ini menjadi menarik dimata para mahasiswanya. Akhirnya dia membuat sebuah tugas kepada seluruh muridnya untuk membuat sebuah pertanyaan menyangkut kegiatan sehari-hari dan terjadi di sekitar mereka serta dijawab secara ekonomi. Kumpulan pertanyaan tersebutlah yang menjadi isi dari kedua buku di atas. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: italic;"&gt;Salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Sang Murid kepada Professor Frank adalah "Kenapa mata kuliah pengantar selalu tidak efektif dan sangat membosankan?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini mungkin seringkali kita dengar setiap kalinya. Mahasiswa Ekonomi tentunya merasakan hal seperti ini. Belajar pengantar selalu membuat mata terkantuk dan kelas terasa sangat lama. Hal ini tentunya ditenggarai oleh banyak hal, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada kelas pengantar, terlalu banyak materi yang diajarkan. Semua persamaan dan grafik diajarkan kepada mahasiswa baru dan berujung kepada tidak satupun pelajaran yang menempel di kepala mereka.&lt;br /&gt;2. Pada kelas pengantar, seringkali dosen berekspektasi dan beranggapan bahwa mahasiswa baru ini harus mempunyai level yang sama dengan mahasiswa tingkat akhir. Akibatnya seringkali dosen tidak menerangkan pelajaran secara mendalam dan menyuruh bocah-bocah ini untuk membaca buku sendiri.&lt;br /&gt;3. Lamanya waktu pembelajaran. Klise dan masalah yang sulit untuk diatasi. Sampai sekarang, kita belum tahu berapa lama seharusnya waktu yang digunakan oleh seorang dosen untuk mengajar. Mungkin 2,5 jam terlalu lama, ada baiknya waktu tersebut dikurangi sehingga proses belajar lebih maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit faktor yang membuat kenapa mahasiswa baru merasa tertekan dengan pelajaran pengantar. Bukan merasa sok tahu atau menggurui, namun ada baiknya sistem tersebut diperbaiki biar mahasiswa semakin mencintai pelajaran yang sedang mereka ambil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-7116632421733406762?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/7116632421733406762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=7116632421733406762' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7116632421733406762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7116632421733406762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2011/02/kenapa-pelajaran-pengantar-selalu-tidak.html' title='Kenapa Pelajaran Pengantar Selalu Tidak Menarik'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-7750400463639642352</id><published>2010-12-16T11:10:00.002+07:00</published><updated>2011-03-01T12:57:26.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>BBM, Transportasi, dan Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbit di Harian Seputar Indonesia, Rabu 15 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsidi BBM, barang lama yang selalu dijadikan komoditas politik di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu pemerintah menetapkan kebijakan baru terkait konsumsi BBM bersubsidi, khususny premium. Dengan berbagai alasan dan pertimbangan, akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa kendaraan bermotor–dalam hal ini mobil– yang berplat hitam wajib menggunakan bahan bakar minyak selain premium. Sedangkan kendaraan roda dua, kendaraan dengan plat kuning masih boleh menggunakan BBM bersubsidi. Hal ini lagi-lagi menjadi polemik ditengah masyarakat. Ada yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan ini, banyak pula yang mendukung kebijakan ini. Namun pada dasarnya ada hal yang harus bisa dianalisa dengan baik melalui kebijakan ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membandingkan Indonesia dengan beberapa negara di belahan dunia yang lain, harga premium yang dijual disini lebih murah ketimbang negara-negara lain. Bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang seperti Nigeria (Rp 5.487/ltr), Kazakhstan (Rp 7.060/ltr), Bangladesh (Rp 9.021/ltr), dan Azerbijan (Rp 9.300/ltr) harga premium kita masih lebih murah yaitu Rp 4.500/ltr. Ini bisa menjadi sebuah keuntungan atau pun kerugian. Beruntung karena ternyata masyarakat kita tidak harus mengeluarkan uang banyak untuk mengkonsumsi premium, akan tetapi akibatnya kerugian yang diterima negara juga cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada subsidi dalam bentuk opportunity cost yang harus ditanggulangi pemerintah untuk menutupinya. Saat ini alokasi untuk subsidi didalam APBN mencapai Rp 200 triliun, atau 2,5 persen dari PDB–lebih besar dari defisit anggaran APBN. Sebagian besar dari subsidi yang dikeluarkan adalah untuk konsumsi energi (BBM dan listrik). Jumlahnya melebihi pengeluaran untuk infrastruktur. Padahal jika pemerintah lebih bijak dalam mengatur APBN, sebenarnya subsidi ini bisa dialihkan kepada pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi publik yang lebih memadai. Hal ini tentunya bisa menanggulangi masalah transportasi yang terjadi selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alasan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi, selain karena biaya BBM yang masih murah, faktor lainnya adalah transportasi publik di Indonesia belumlah sebaik yang diharapkan. Akibatnya sering terjadi kemacetan, pelayanan yang tidak bagus yang berimbas kepada biaya yang harus dikeluarkan masyarakat secara sia-sia akibat kondisi ini (sunk cost). Jika dikalkulasikan biaya yang timbul akibat sistem transportasi yang amburadul ini bisa mencapai puluhan triliun rupiah. Hal ini tentunya tidak akan terjadi apabila kondisi pelayanan publik kita bisa semakin memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor terakhir yang ikut berpengaruh dalam subsidi BBM adalah masalah lingkungan. Dengan adanya subsidi BBM, maka konsusmsi akan barang ini semakin meningkat. Padahal seperti yang kita ketahui, BBM merupakan salah satu energi yang sulit untuk terbarukan. Subsidi menjadi disinsentif bagi pihak-pihak yang ingin mencari sumber alternatif energi baru yang lebih aman. Akibatnya lagi-lagi lingkungan yang terkena imbasnya. Oleh karena itu pemerintah harus membuat sebuah sistem terpadu dalam memperbaiki masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, keputusan pemerintah untuk mulai mencabut subsidi BBM adalah kebijakan yang baik, asalkan alokasi dari subsidi bisa dilimpahkan kepada pembangunan infrastruktur dan transportasi publik. Hal ini tentunya bisa berimbas positif terhadap penjagaan kondisi lingkungan yang kian hari semakin memburuk. Hal ini harus dimulai dari sekarang agar nantinya suatu saat Indonesia memiliki sistem transportasi yang mumpuni serta memiliki kualitas lingkungan yang bagus serta terjaga dengan baik. Inilah saatnya bagi pemerintah memulainya dengan mencabut subsidi BBM secara berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-7750400463639642352?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/7750400463639642352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=7750400463639642352' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7750400463639642352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7750400463639642352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/12/bbm-transportasi-dan-lingkungan.html' title='BBM, Transportasi, dan Lingkungan'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1369871732774414081</id><published>2010-10-04T00:03:00.003+07:00</published><updated>2010-10-04T00:08:52.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Memaksimalkan Pembangunan Perdesaan</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia 24 September 2010&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan penduduk desa pindah ke kota, diantara adalah ketersediaan lapangan kerja yang lebih banyak, sarana dan prasarana yang lebih lengkap, serta pendidikan yang lebih berkualitas. Hal ini tentunya menjadi faktor penarik penduduk desa untuk segara merantau ke kota. Faktor lain adalah di desa lapangan pekerjaan sangatlah terbatas. Kalau tidak bertani, mungkin mereka hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Fasilitas di desa pun tidak selengkap sarana dan prasaran di kota. Apalagi faktor pendidikan, di desa jarang sekali kita temui sekolah yang kualitasnya setara dengan sekolah terbaik di kota. Faktor-faktor inilah yang setiap tahunnya menyebabkan orang-orang berusaha untuk mencoba peruntungan baru di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan kondisi ini terjadi berlarut-larut justru tidak akan baik. Masyarakat kota pun bakal memperoleh dampak buruk dari kondisi ini. Hal yang paling sederhana adalah kota semakin padat dan kemungkinan terjadinya tindakan kriminal semakin besar. Penduduk kota merasa tidak aman dan tentunya bakal menganggu produktifitas mereka. Pemerintah telah beberapa kali mengupayakan pengentasan masalah ini. Banyak program yang telah dilakukan pemerintah, seperti transmigrasi. Tetapi proses transmigrasi itu tak pernah disertai dengan pembangunan fasilitas di daerah tujuan. Akibatnya ketika mereka berada di daerah baru tersebut, tidak terlalu banyak pekerjaan yang bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita sering mendapati keluhan dari pemerintah kota DKI Jakarta setiap kali musim mudik usai. Karena jumlah orang yang balik dari mudik bisa dua kali lipat dari jumlah pemudik itu sendiri. Pemkot tentu tidak bisa melarang mereka begitu saja, karena ada insentif bagi para penduduk desa untuk pindah ke kota. Pemeriksaan kartu identitas atau KTP pun tidak akan berpengaruh terlalu signifikan. Pemkot pun tidak bisa disalahkan akibat kondisi ini, karena mereka tentunya kesulitan dalam mengatur daerah yang banyak penduduk serta masalah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa memaklumi ketakutan Pemkot Jakarta, karena semakin banyak orang yang datang ke Jakarta akan membuat tanggung jawab pemerintah setempat semakin besar. Seringkali mereka yang datang ke kota justru menjadi beban masyarakat karena belum menemukan pilihan pekerjaan yang sesuai. Akibatnya tak sedikit pula dari mereka yang pergi ke kota besar justru menjadi pengangguran dan malah meningkatkan angka kemiskinan itu sendiri. Sehingga mereka bukannya bisa memperoleh manfaat dari urbanisasi malah memperoleh banyak kerugian dan memberikan banyak dampak buruk bagi lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ada beberapa kebijakan yang sepertinya bisa menjadi alternatif tindakan yang bisa dilakukan oleh pemerintah kota dan pemerintah pusat. Pertama, pemerintah pusat hendaknya mulai memperhatikan pembangunan untuk daerah yang tertinggal. Jika kita bandingkan daerah barat lebih maju ketimbang daerah timur. Pulau Jawa juga lebih maju dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia. Jika pemerintah bisa memulai usaha pembangunan di daerah perdesaan, tentunya akan menghilangkan faktor penarik masyarakat untuk pindah. Ketika desa telah mempunyai fasilitas yang lengkap, mereka tentunya akan berpikir dua kali untuk pindah. Kedua, pemerintah sebaiknya mulai membangun daerah industri baru. Hal ini bisa dilakukan dengan menarik investor baru dan mulai mempromosikan keunggulan daerah perdesaan. Terakhir, pemerintah wajib memulai untuk membangun pendidikan sekolah yang berkualitas di perdesaan. Hal ini bisa membuat mereka yang tinggal di perdesaan bisa semakin berpendidikan dan membuat banyak pilihan untuk bersekolah selain di kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Ketua Umum BO Economica dan Mahasiswa Ilmu Ekonomi FEUI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1369871732774414081?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1369871732774414081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1369871732774414081' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1369871732774414081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1369871732774414081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/10/memaksimalkan-pembangunan-perdesaan.html' title='Memaksimalkan Pembangunan Perdesaan'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1051794348956702474</id><published>2010-10-04T00:03:00.001+07:00</published><updated>2010-10-04T00:05:30.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Mahasiswa yang Dekat dengan Rakyat</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia 2 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SEWAKTU menjadi pembicara pada diskusi publik yang diselenggarakan oleh BO Economica FEUI, saya diberikan kesempatan untuk berbicara bersama calon pemimpin Indonesia, Anies Baswedan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sampai detik ini masih saya ingat adalah kritiknya terhadap mahasiswa sekarang.”Mahasiswa sekarang berbicara seolah-olah memperjuangkan nasib rakyat, tapi sebenarnya mereka tidak pernah hidup dekat dengan rakyat yang mereka bela,” kira-kira begitu ucapnya. Pernyataan itu sangat menohok dan menghujam keras ke dalam sanubari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika teman-teman mahasiswa melakukan aksi turun ke jalan, kita selalu mengatakan bahwa usaha ini upaya untuk memperjuangkan nasib golongan yang tertindas. Seolaholah kita benar-benar mengerti apa yang dialami oleh golongan tertindas. Tetapi, pernyataan Anies Baswedan mengingatkan saya bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa selama ini hanyalah sebuah tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud mengurangi usaha teman-teman mahasiswa, saya berkeyakinan bahwa mahasiswa sekarang hanya melihat permasalahan masyarakat dari ruang-ruang kelas. Kita jarang melihat realita yang dialami masyarakat Indonesia.Mahasiswa pun lebih sering melihat kondisi masyarakat, mendiskusikan nya, tetapi tak pernah merasakannya. Saya merasa bahwa mahasiswa sekarang hendaknya tidak usah berpikir terlalu muluk untuk menggulingkan rezim pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang orientasi gerakan harus berubah menjadi gerakan untuk menggulingkan kemiskinan dan kebodohan yang selama ini menggerogoti masyarakat Indonesia. Mahasiswa tidak lagi hanya memikirkan pendudukan gedunggedung pemerintahan, tetapi bagaimana caranya membangun sekolahsekolah, atau mendirikan puskesmas di desa-desa yang selama ini kesulitan untuk memperoleh bantuan kesehatan bagi warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus ingat bahwa perjuangan seorang mahasiswa sekarang lebih kepada pembangunan Indonesia secara riil. Mahasiswa tidak boleh lagi melakukan perusakan seperti yang selama ini terlihat di media nasional. Kita harus bisa mengubah paradigma yang selama ini disematkan kepada mahasiswa. Stigma buruk tentang mahasiswa yang jauh dari rakyat dan seringkali menyusahkan rakyat harus kita ganti menjadi mahasiswa yang semakin dekat dengan rakyat serta membantu rakyat keluar dari kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja mahasiswa bisa benar-benar menjadi agen perubahan negeri ini.Tidak sekedar berteriak di bawah terik matahari, tetapi juga bisa memberikan sebuah gerakan yang konkret. Tidak hanya berteriak atas nama rakyat, tetapi juga ikut merasakan penderitaan yang selama ini dialami oleh masyarakat. Kalau bukan dimulai dari generasi kita, lantas siapa lagi yang akan memulai gerakan ini. Inilah saatnya bagi kita untuk memberikan sebuah bukti bagi masyarakat Indonesia. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan&lt;br /&gt;Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1051794348956702474?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1051794348956702474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1051794348956702474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1051794348956702474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1051794348956702474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/10/mahasiswa-yang-dekat-dengan-rakyat.html' title='Mahasiswa yang Dekat dengan Rakyat'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8080227936021167738</id><published>2010-09-05T05:35:00.004+07:00</published><updated>2011-03-01T12:59:05.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Perbaikan Infrastruktur</title><content type='html'>Akhir-akhir saya lebih banyak membaca buku-buku fiksi. Salah satunya adalah &lt;a href="http://www.amazon.com/White-Tiger-Novel-Aravind-Adiga/dp/1416562591"&gt;The White Tiger&lt;/a&gt; karangan Aravind Ariga. Novel ini terbit tahun 2008 dan mendapatkan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Man_Booker_Prize"&gt;Man Booker Prize&lt;/a&gt; pada tahun yang sama. Apa yang menarik dari buku ini adalah bagaimana seorang pria India yang bernama Balram Halwai berkirim surat dengan Perdana Menteri China, Wem Jiabao. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balram bercerita tentang kondisi sosial ekonomi India. Bagaimana kerukunan agama yang terjadi di sana sudah mulai membaik. Dia juga membandingkan perekonomian India dengan China. Namun hal yang menarik sebenarnya adalah bagaimana caranya ketika Balram masih kecewa dengan kondisi infrastruktur di India. Meskipun di sini perusahaan-perusahaan nasional telah merambat level internasional, namun kondisi tersebut baru sebatas pembangunan di kota besar. Sedangkan di daerahnya sendiri, Laxmangarh, kondisinya masih sangat menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mungkin bisa kita tarik jika dibandingkan dengan kondisi di Indonesia. Memang jika dibandingkan dengan India, kita seharusnya sama. India dan Indonesia masih negara berkembang dan menyimpan potensi menjadi salah satu penguasa Asia dan dunia. Kedua negara ini juga memiliki kondisi etnis dan agama yang beragam. Kondisi sosial politik pun tidak jauh berbeda. Masih sering terjadi pergolakan politik. Kedua negara ini pun mempunyai jumlah penduduk yang lebih banyak dibandingkan negara lainnya. Namun perbedaannya adalah dengan infrastruktur yang terpusat di beberapa daerah, India sangat maju di bidang teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia masih jauh untuk bisa ahli di bidang teknologi. Untuk sekedar membangun pertanian dan kekayaan laut saja kita masih kelimpungan. Kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengembangkan sektor-sektor ini. Bahkan ada kecenderungan Indonesia yang sedang berusaha bertransformasi menjadi negara industri harus mengalami gejala deindustrialisasi. Sungguh menyedihkan, dikala negara tetangga telah berhasil mencapai kondisi tersebut, kita justru mundur jauh ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah jauh melihat pembangunan gedung atau industri lainnya. Tiap tahun, ketika mudik lebaran diselenggarakan, masalah yang selalu dihadapi adalah kemacetan yang tak kunjung bisa dibereskan. Pertanyaannya, apa saja yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan selama setahun ini? Mereka sepertinya baru bekerja dua minggu sebelum lebaran dimulai. Kenapa tidak jauh-jauh hari, atau seperti kebijakan pemerintah Arab Saudi. Mereka langsung memperbaiki infrastruktur penyelenggaraan haji tepat setelah hari terakhir Haji. Jika berbicara masalah anggaran, seharusnya uang yang selama ini didapatkan pemerintah melalui jalan tol dan pinjaman asing bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih sangat tertinggal. Kota yang dianggap telah lengkap secara infrastruktur seperti Jakarta pun masih meninggalkan problem tersendiri. Macet, banjir, serta berbagai problem lainnya. Jika Jakarta saja seperti itu, lantas bagaimana nasib saudara kita yang berada di daerah timur sana. Infrastruktur tidak memadai, bagaimana mereka bisa melakukan aktivitasnya dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pemerintah wajib memperbaiki infrastruktur Indonesia. Jika ingin memajukan perekonomian, infrastruktur harus dibangun dan diperbaiki. Ini harga mati. Jika tidak, tiap tahunnya kita akan selalu mengalami kondisi yang sama. Mudah-mudahan pemerintah bisa segera merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8080227936021167738?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8080227936021167738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8080227936021167738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8080227936021167738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8080227936021167738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/09/perbaikan-infrastruktur.html' title='Perbaikan Infrastruktur'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-737973529173313822</id><published>2010-06-21T03:41:00.001+07:00</published><updated>2010-06-21T03:45:55.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Saatnya Memanfaatkan Panas Bumi</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia, Senin 21 Juni 2010&lt;br /&gt;Bisa cek &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/332551/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAGI-lagi masalah listrik.Mungkin inilah yang ada di benak seluruh masyarakat Indonesia. Mulai dari sering kali terjadinya pemadaman bergilir, tingkat rasio elektrifikasi yang masih rendah (66%),korupsi di dalam tubuh PLN,konsumsi listrik yang masih rendah, kendala pasokan listrik hingga sumber daya listrik yang semakin terbatas. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai masalah di atas bisa diatasi,muncul lagi rencana untuk memberikan listrik gratis,tetapi di sisi lain ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Kondisi lain yang menjadi masalah adalah kerugian yang dialami oleh dunia usaha akibat buruknya kualitas pasokan listrik (electricity outage). Berdasarkan survei yang dilakukan World Bank, kerugian yang dialami dunia usaha akibat kondisi ini di Indonesia mencapai 6% dari total penjualan.Indonesia hanya lebih baik dibandingkan Filipina, karena tingkat kerugian serupa yang terjadi di Malaysia, China, dan bahkan Kamboja jauh lebih baik dibandingkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini justru diperparah dengan tarif listrik yang harus dibayarkan industri di Indonesia lebih mahal ketimbang tarif listrik industri di negeri tetangga. Parahnya, PLN terus terperangkap untuk sibuk menata diri demi kepentingan internal. Lebih celaka lagi, PLN tidak kreatif dalam membangun pusat-pusat pembangkit listrik dengan bahan bakar murah (air, panas bumi, atau sinar matahari), melainkan justru tetap bertahan pada bahan bakar konvensional berbahan bakar BBM. Ketika sekarang harga minyak menanjak secara drastis sejak pertengahan 2004, PLN justru menetapkan harga bahan bakar BBM jauh di bawah harga dunia.Akibatnya PLN lagi-lagi mengalami kerugian yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terlihat bahwa PLN lebih mengedepankan prinsip ekonomi jangka pendek ketimbang memastikan ketersediaan listrik nasional untuk masa datang.Pengalihan sumber daya listrik telah menjadi wacana pemerintah selama ini,namun tidak pernah bisa merealisasikan. Menurut hemat penulis,sudah saatnya PLN menggunakan sumber energi geotermal atau panas bumi. Indonesia memiliki cadangan energi panas bumi sebesar 27 Gwe atau setara dengan 40% sumber daya panas bumi dunia,namun hingga detik ini tidak bisa dimaksimalkan secara optimal. Energi panas bumi memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sumber energi terbarukan lain.Pertama,hemat ruang dan mempunyai pengaruh polusi yang sangat minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,mampu berproduksi secara terusmenerus selama 24 jam sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi (energy storage).Terakhir,tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi, yaitu di atas 95%. Secara teknis, suatu lokasi sumber panas bumi mampu menyediakan energi untuk jangka waktu 30–50 tahun. Mungkin ada baiknya pemerintah mulai berpikir untuk menggunakan panas bumi sebagai sumber listrik yang lebih murah.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-737973529173313822?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/737973529173313822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=737973529173313822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/737973529173313822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/737973529173313822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/06/saatnya-memanfaatkan-panas-bumi.html' title='Saatnya Memanfaatkan Panas Bumi'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8928951642137274806</id><published>2010-06-19T00:00:00.002+07:00</published><updated>2010-06-19T00:06:48.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><title type='text'>Fenomena Tuan Rp 15 Miliar</title><content type='html'>Belum selesai kita mendengar masalah pembangunan gedung baru senilai Rp1.8 triliun, tersendatnya pengusutan skandal century, serta semakin minimnya kehadiran para anggota dewan dalam setiap rapat, sekarang kita disuguhi tontonan baru dari para anggota DPR. Adanya usulan dana aspirasi masing-masing Rp 15 miliar bagi setiap anggota DPR untuk tiap daerah pilihan (dapil). Usulan yang dikomandoi oleh partai Golkar ini dilandasi keinginan untuk memeratakan pembangunan bagi setiap daerah. Kita mungkin bisa menerima niat yang baik dari para anggota DPR ini karena selama ini proses pembangunan lebih banyak difokuskan di Pulau Jawa, namun sepertinya mungkin bukan dengan cara seekstrim ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Teknis pengusulan anggaran dana aspirasi ini akan dimasukkan kedalam RAPBN 2011. Diharapkan dengan adanya dana aspirasi ini, kendala yang selama ini terjadi di daerah-daerah terpencil bisa teratasi. Niat dana aspirasi ini sebenarnya mirip dengan praktek pork-barrel (gentong babi) yang dilakukan di Amerika Serikat. Di AS tekniknya adalah adanya pengalokasian dana publik yang diberikan kepada konstituennya agar para wakil rakyat ini terpilih kembali dalam pemilu berikutnya. Namun pada pelaksanaannya di Indonesia, praktek ini justru menjadikan DPR yang notabenenya adalah lembaga legislatif ikut serta bertindak sebagai lembaga eksekutif yang turut langsung melaksanakan kegiatan. Hal ini justru akan sangat sulit nantinya jika ingin melakukan pertanggung jawaban terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Isu ini pun pada nantinya memperbesar kemungkinan terjadinya praktek penyimpangan uang dan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana aspirasi ini diharapkan bisa memeratakan pembangunan di Indonesia, namun jika kita kalkulasikan, ada sebanyak 77 dapil dan 560 orang anggota DPR. Total dana aspirasi yang harus dianggarkan dalam APBN menjadi sebesar Rp 8.4 Triliun. Jumlahnya memang tidak terlalu signifikan dalam APBN, namun pada kenyataannya uang tersebut sebagian besar justru hanya dimanfaatkan pulau Jawa. Dari 77 dapil yang ada, 39 Dapil terpusat di Pulau Jawa (DKI 3, Jabar 11, Banten 3, Jateng 10, DIY 1, dan Jatim 11) dengan jumlah anggota DPR sebanyak 306 orang, maka ada Rp4.590 triliun dana yang tersebar di Pulau Jawa. Dengan kata lain, sekitar 54,64 persen dana aspirasi akan lebih banyak disalurkan di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan anggota DPR ternyata tidak terbukti. Pemerataan yang diharapkan ternyata justru semakin memperlebar jurang pembangunan antara Pulau Jawa dengan non-Jawa. Padahal kita mengetahui daerah di luar Pulau Jawa membutuhkan dana pembangunan yang lebih besar ketimbang Pulau Jawa. Jika dana aspirasi ini tetap diperjuangkan, maka usaha ini layaknya menaburi garam ke laut, sebuah tindakan yang sia-sia dan meningkatkan kemungkinan terjadinya korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada tiga argumen yang bisa membuktikan kenapa dana aspirasi ini tidak perlu dilaksanakan. Pertama, keterwakilan daerah pemilihan tidak hanya diwakili oleh anggota DPR saja, tetapi ada anggota DPRD, baik itu provinsi dan kabupaten serta DPD. Kedua, keterwakilan anggota DPR untuk masing-masing dapil tergantung dari jumlah penduduk suatu daerah, maka daerah yang memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak akan mendapatkan anggaran yang lebih besar. Terakhir, dapil Jawa akan memperoleh alokasi yang lebih besar karena jumlah penduduk yang lebih banyak. Hal senada jika kita bandingkan daerah barat dan timur. Ketiga alasan diatas bisa menjadi argumen penentang dilaksanakannya dana aspirasi ini. Ide ini bukannya menyelesaikan masalah, namun malah menambah masalah baru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8928951642137274806?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8928951642137274806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8928951642137274806' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8928951642137274806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8928951642137274806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/06/fenomena-tuan-rp-15-miliar.html' title='Fenomena Tuan Rp 15 Miliar'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5828137149526133969</id><published>2010-06-19T00:00:00.001+07:00</published><updated>2010-06-19T00:04:30.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><title type='text'>Subsidi BBM yang Lebih Elegan</title><content type='html'>Masalah BBM merupakan salah satu isu yang sangat seksi dinegeri ini. Seorang Presiden bisa terpilih kembali memimpin negara ini karena menurunkan harga BBM sebanyak tiga kali dalam periode pemerintahannya. Tetapi seorang pemimpin pun bakal dicap tidak pro-rakyat ketika harga BBM dinaikkan.  Kredibilitas mereka langsung turun, tuntutan rakyat semakin banyak, dan ambivalensi dalam sistem ekonomi dan politik ikut terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika harga BBM dinaikkan, pemerintah dianggap tidak memihak kepada rakyat kecil, karena konsumsi BBM begitu penting bagi kebanyakan penduduk Indonesia, bisa dikatakan mereka sangat tergantung terhadap barang ini. Seorang tukang ojek membutuhkan harga BBM yang logis agar mereka masih tetap bisa bekerja. Para nelayan juga membutuhkan harga solar yang murah agar tetap bisa melaut. Bahkan kebanyakan penduduk Indonesia masih membutuhkan minyak tanah yang sangat terjangakau sekedar untuk memasak nasi atau air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemerintah menaikkan harga BBM, sebenarnya mereka mencabut subsidi yang ada pada BBM tersebut.  Pencabutan subsidi BBM dianggap sebagai salah satu hal yang harus dilakukan. Ini menyangkut begitu besarnya uang yang harus digelontorkan pemerintah untuk memastikan harga BBM tetap murah. Namun pada kenyataannya uang yang banyak tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya yang lebih bermanfaat, contohnya subsidi pupuk. Selama ini banyak ekonom yang menganggap bahwa subsidi BBM tidak tepat sasaran. Pemberian subsidi yang diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat tidak mampu pada kenyataannya justru sebaliknya. Dari sekian banyak yang menkonsumsi BBM, 70% merupakan golongan menengah keatas. Hal ini justru tidak sesuai dengan cita-cita awal ketika subsidi ini diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya ada banyak pertimbangan yang harus kita perhatikan, baik ketika subsidi BBM dicabut atau tidak. Ketika subsidi BBM dicabut, maka harga BBM akan naik. Kenaikan harga BBM memberikan dampak politik, ekonomi dan sosial. Politik seperti yang telah ditulis diatas bisa menyebabkan stabilitas politik menjadi tidak stabil. Faktor ekonomi pun demikian, ketika harga BBM tinggi, maka akan memberikan multiplier effect yang sangat besar. Terjadi peningkatan pada harga-harga yang mempunyai hubungan baik secara langsung, maupun tidak langsung terhadap BBM. Ketika harga semakin meningkat, maka efek sosialnya adalah banyak masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita liat dari sisi lainnya, pencabutan subsidi BBM pun bisa memberikan dampak positif. Pertama, tentunya beban pemerintah dalam bentuk opportunity cost bisa diminimalisir. Dengan dicabutnya subsidi BBM, pemerintah bisa mengalokasikan untuk kebutuhan lainnya yang lebih tepat sasaran. Pemerintah juga bisa mengalihkan subsidi BBM ini kepada pos-pos seperti barang publik, perbaikan transportasi publik, dan tentunya untuk subsidi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengakali pencabutan subsidi BBM yang lebih elegan. Selain untuk mengurangi beban pemerintah, pencabutan ini pun bisa menguntungkan mereka yang lebih membutuhkan. Masalah pokok subsidi BBM adalah kendaraan bermotor sehingga solusinya pun akan bersinggungan dengan mereka. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencabut subsidi BBM secara lebih bertahap. Skema ini bisa dilakukan dengan beberapa kali dalam kurun waktu tertentu. Kedua adalah memastikan transportasi publik semakin bagus dan nyaman. Caranya adalah dengan menggunakan limpahan uang dari pencabutan subsidi BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, memberikan disinsentif dalam bentuk pajak yang lebih tinggi kepada para pemilik kendaraan bermotor, khususnya mobil mewah. Hal ini tentunya bakal menurunkan niat masyarakat untuk mempunyai kendaraan baru dan mengurangi konsumsi BBM. Cara-cara ini diharapkan bisa menjadi cara yang lebih elegan dalam menyelesaikan masalah subsidi BBM.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5828137149526133969?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5828137149526133969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5828137149526133969' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5828137149526133969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5828137149526133969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/06/subsidi-bbm-yang-lebih-elegan.html' title='Subsidi BBM yang Lebih Elegan'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2341349455917791494</id><published>2010-06-11T02:58:00.004+07:00</published><updated>2011-03-01T12:59:56.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campur sari'/><title type='text'>Memaknai Arti Hidup</title><content type='html'>Depok 2:59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, seperti biasanya aku terbangun dalam kantukku. Seperti biasanya pula, kusempatkan diri ini untuk menulis beberapa kata yang melukiskan indahnya hari ini. Tiap hari, seperti biasanya, aku selalu menuliskan kisah unik yang terjadi. Mungkin tidak selalu menyenangkan, bahkan seringkali justru berisi kisah sedih, namun itulah hidup. Aku yakin dengan sebuah peribahasa yang mengatakan "hidup itu adalah perpindahan dari satu masalah kemasalah yang lainnya" Jika kita tidak pernah menemui jalan buntu dalam hidup, maka ada baiknya kita mengemasi barang kita masing-masing dan mulai mencari peruntungan ditempat yang lain. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumben, inilah kata yang bisa kukatan untuk hari ini. Tak biasanya aku menuliskan kisah hidup didalam blog ini. Karena pada awalnya blog ini khusus menjadi laboratorium pemikiran seorang mahasiswa muda yang selalu merasa ada sesuatu yang kurang dalam dunia ini. Tak biasanya pula aku bercerita tentang makna hidup, karena aku pun menyadari bahwa tidak ada satupun kisah dalam hidupku yang bermanfaat bagi orang. Memang tak biasa, aku, seseorang yang selalu menikmati kesendirian, berbicara tentang hidup. Karena aku pun tak biasa mengutarakan isi hatiku kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini muncul tiba-tiba karena suatu sebab yang lucu. Dibilang lucu karena idenya muncul ketika aku bangun dari mimpi malamku yang singkat. Aku terbangun dan merasa aneh berada didunia yang sangat egois ini. Dunia ini terlalu egois, karena tidak pernah memberikan kita kesempatan untuk menikmati masa-masa indah yang pernah kita jalani. Dunia ini terlalu egois dengan waktunya. Dunia tidak pernah ingin memberikan kita waktu rehat sejenak untuk sekedar menikmati masa-masa dimana kita bisa bercengkrama dengan keluarga. Dunia ini terlalu egois dengan seluruh hiruk pikuknya, sehingga kita tidak bisa menikmati waktu untuk berdiam diri sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, inilah hidup. Kita berada disebuah ruang tiga dimensi yang luasnya tidak pernah kita ketahui. Kita pun tak pernah tahu berada lama izin yang kita peroleh dari Tuhan untuk bisa menjejakkan diri di buminya Allah. Kita pun tak sadar, apa yang akan terjadi besok harinya. Kita pun tak bisa kembali ke masa lalu, masa-masa manja bersama keluarga, masa dimana kita diberikan kebebasan yang sangat mutlak dari Tuhan. Indahnya hidup dimasa lalu, kita sering berkata seperti itu didalam hati ketika menyadari betapa fluktuatifnya hidup dimasa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha untuk memahami hidup sebagai sarana kita berbuat sebanyak mungkin dan beristirahat seminimal mungkin. Cukup alam kubur menjadi tempat kita beristirahat nanti, namun aku pun kadangkala merasa tidak diperlakukan dengan adil. Kenapa ada orang yang bisa menikmati hidup mereka dengan sangat indah. Sungguh iri melihat mereka bisa tersenyum, sedangkan kita harus menahan tangis dihati. Kita memang tidak akan tahu bagaimana nasib bangkai ini didalam kubur nanti, tapi aku yakin Tuhan sangat bijak dalam menilai hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan selalu berusaha untuk memaknai arti hidup sebagai waktu kita, sebagai seorang manusia yang bisa menyenangkan semua pihak. Akupun yakin, Tuhan telah seadil mungkin menetapkan ketentuan bagi umatnya. Aku sebenarnya rindu masa-masa kecilku, namun kuyakin Tuhan membuatku berada pada kondisi sekarang dengan pertimbangan yang luar biasa cermat. Kuyakin Tuhan telah merancang hidupku dengan sebaik mungkin. Tinggal diriku, manusia biasa ini, untuk memaknai izin tak tertulis Tuhan tentang keberadaanku di bumiNya. Izin yang singkat ini harus kumanfaatkan semaksimal mungkin, bukan untuk dikenang sebagai manusia hebat, namun untuk membalas kebaikan yang telah diberikan Tuhan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 3:15&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2341349455917791494?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2341349455917791494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2341349455917791494' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2341349455917791494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2341349455917791494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/06/memaknai-arti-hidup.html' title='Memaknai Arti Hidup'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8082464966791494181</id><published>2010-06-05T23:47:00.002+07:00</published><updated>2010-06-06T00:05:07.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><title type='text'>Kenapa Mahasiswa Menjadi Target Para Maling</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah biasa kita mendengar kata maling. Tak asing pula kita mendengar musibah kemalingan. Namun kenapa para maling sekarang sudah merubah modus operasinya? Sekarang mereka lebih tidak berperasaan. Beberapa haris yang lalu, teman saya kehilangan laptop dan berbagai berkas penting lainnya. Tak lama berselang, kostan teman saya juga ikut dicongkel dan kehilangan berbagai peralatan berharga. Operasi pun dilakukan pada siang hari, apalagi ketika cuaca sedang buruk. Para maling bakal lebih leluasa dalam melaksana pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas timbul beberapa pertanyaan, kenapa korbannya harus mahasiswa? Kenapa jam ngantor mereka sekarang lebih banyak disiang hari? Kenapa tidak memilih korban yang lebih sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pertanyaan diatas bisa dijawab dengan berbagai jawaban. Pertanyaan pertama, kenapa korbannya para mahasiswa? Jawabannya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;para mahasiswa tidak mempunyai kemampuan untuk membayar biaya keamanan&lt;/span&gt; lebih tinggi dibandingkan orang-orang lainnya. Jangankan membayar biaya keamanan, biaya makan dan kostan saja sering menunggak (pengalaman pribadi lol). Apalagi uang jajan yang diberikan orangtua pun terbatas, sehingga mereka harus mengalokasikan uang tersebut kepada pos-pos yang lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;benefit&lt;/span&gt;, seperti makan, kostan, uang buku, dsb. Lantas kenapa jam ngantor para maling sekarang lebih banyak disiang hari? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karena pada siang hari, mahasiswa berkuliah (kecuali bagi mereka yang bolos) dan ketika kuliah sudah pasti tidak berada di kostan&lt;/span&gt;. Ditambah akumulasi tidak adanya jaminan keamanan yang benar-benar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;safe, &lt;/span&gt;maka&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;siang hari menjadi waktu yang pas untuk bergerak bagi para maling. Pertanyaan terakhir, kenapa mereka memilih korban para mahasiswa? Karena para mahasiswa terkenal sebagai manusia-manusia yang sangat teledor dalam menjaga barangnya. Maklum, darah muda dan darah kebebasan. Akibatnya seringkali lalai dalam menjaga barang. Inilah tiga alasan kenapa mahasiswa menjadi target para maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa solusinya?&lt;br /&gt;1.Satu kostan haru mengumpulkan dana untuk meng&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hire&lt;/span&gt; penjaga rumah agar tingkat keamanan kostan menjadi terjaga&lt;br /&gt;2.Memaksimalkan fungsi organisasi pemuda dan keamanan. Hal ini juga sesuai dengan prinsip ekonomi, ketika ingin menurunkan tingkat kriminalitas, maka jumlah polisi dan penegak hukum lainnya harus ditambah.&lt;br /&gt;3.Memperbaiki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;behaviour &lt;/span&gt;dari para mahasiswa. Tingkat keteledoran dikurangi. Karena segalanya harus dimulai dari diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Inilah beberapa analisa tentang kenapa "kita" menjadi lahan empuk para maling. Tetap waspada teman-teman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8082464966791494181?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8082464966791494181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8082464966791494181' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8082464966791494181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8082464966791494181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/06/kenapa-mahasiswa-menjadi-target-para.html' title='Kenapa Mahasiswa Menjadi Target Para Maling'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8050036542188134096</id><published>2010-05-30T13:25:00.002+07:00</published><updated>2010-05-30T13:28:58.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Memahami Arti Kebangkitan Nasional</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia, Kamis 27 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selama 102 kali kita memperingati hari kebangkitan nasional. Selama ini pulalah kita selalu mempertanyakan apakah benar negeri ini telah bangkit dari segala keterpurukan. Banyak yang menganggap bahwa negeri ini telah jauh berubah, namun tak sedikit pula yang menyatakan bahwa kita lebih banyak berjalan ditempat. Bahkan ada yang berani mengatakan bahwa Indonesia, semenjak berdirinya Boedi Oetomo hingga detik ini justru mengalami degradasi dalam setiap aspek. Apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa pada tahun 1928 itu, sepertinya belum bisa kita laksanakan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dihadapkan pada banyak masalah semenjak diperingatinya hari kebangkitan nasional pada tanggal 20 Mei 1928. Hingga detik ini, menurut hemat saya ada tiga permasalahan pokok yang selalu membuat kita terpuruk. Kemiskinan, kebodohan, dan tingginya tingkat pengangguran masih membuat negeri ini belum bisa bangkit. Kita masih terkungkung dengan tiga masalah yang masih menyulitkan negeri ini untuk berkembang.Kondisi ini tentunya tidak bisa kita biarkan terus terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menyelesaikan ketiga masalah pokok diatas, kita harus memahami terlebih dahulu makna dari kebangkitan nasional. Karena ada arti yang sangat mendalam dan esensial dari kata dan kondisi ini. Kebangkitan nasional, bagi para pemuda hendaknya dimaknai sebagai saat dimana kita berusaha untuk bisa menunjukkan eksistensi negeri ini. Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan dan menyelesaikan masalah kemiskinan, kebodohan dan angka pengangguran yang tinggi. Tanpa memahami maksud dari kebangkitan itu, kita tidak akan mengerti dan paham apa yang harus dilakukan untuk bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemuda harapan bangsa kita tidak bisa tinggal diam. Harus ada gerakan yang intelek dan masif dari seluruh pemuda Indonesia. Tidak sekedar beretorika dan berteriak dijalan. Tetapi hendaknya bisa memberikan sebuah kontribusi yang konkrit demi semakin membaiknya kondisi negeri ini. Kita tidak bisa lagi mengharapkan para pemimpin bangsa yang lebih mementingkan citra dan kekuasaan. Kita tidak bisa lagi berharap kepada orang-orang bersih di negeri ini karena mereka telah diusir secara halus dari negeri ini. Inilah saatnya bagi kita para pemuda untuk bisa menunjukkan bahwa kita bisa lebih baik dari sekedar melakukan demonstrasi. Kita bisa lebih intelek daripada sekedar membuat jalanan macet. Kita juga bisa lebih konkrit ketimbang terkungkung pada euforia retorika belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya adalah setiap tahunnya, kita tidak hanya sekedar memperingati hari kebangkitan nasional dan lalu melupakannya begitu saja. Jangan sampai ini kebangkitan nasional hanya menjadi sekedar upacara seremonial saja. Kita tidak ingin terus terpuruk dan dianggap remeh oleh para tetangga. Jangan sampai juga kebangkitan nasional hanya sekedar menjadi sejarah masa lampau yang hanya bisa diingat sebagai sebuah sejarah, tanpa pernah bisa dimaknai sebagai sebuah pengingat dan penabuh semangat bagi pemuda bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belum terlambat untuk berbuat lebih bagi negeri ini. Kita masih mempunyai waktu yang cukup untuk membuat suatu hal yang berarti bagi negeri ini. Jangan sampai kita hanya bisa membebani negeri ini seperti orang-orang yang sempat menjadi pemuda harapan bangsa dan sekarang diberikan amanah untuk membuat suatu hal yang berarti bagi negeri ini. Kita hanya mempunyai dua pilihan, menjadi pesakitan seperti mereka, atau menjadi generasi yang diingat karena pengabdian kita bagi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan&lt;br /&gt;Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8050036542188134096?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8050036542188134096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8050036542188134096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8050036542188134096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8050036542188134096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/05/memahami-arti-kebangkitan-nasional.html' title='Memahami Arti Kebangkitan Nasional'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5809709209849343034</id><published>2010-05-16T22:51:00.001+07:00</published><updated>2010-05-16T22:54:40.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Menanti Lahirnya Para Entrepreneur Muda</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia&lt;br /&gt;Jumat, 14/05/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1912, beberapa tahun sebelum periode great depression terjadi, seorang ekonom AS menerbitkan sebuah buku yang menggemparkan dunia. Kebanyakan orang pada periode itu hanya mengenal John Maynard Keynes (1939) dengan karya agungnya The General Theory of Employment, Interest and Money. Namun jauh sebelum Keynes membuka mata masyarakat dunia akan pentingnya usaha pemerintah untuk membangun perekonomian, seorang pria bernama Joseph Schumpeter telah memprediksi krisis akan menghampiri AS. Analisa tersebut dia tuangkan kedalam buku yang berjudul The Theory of Economic Development.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Schumpeter bisa dibilang sangat liar dan jauh berbeda dengan mainstream yang berkembang pada saat tersebut. Kebanyakan mainstream pada waktu tersebut percaya bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa tumbuh ketika investasi bisa naik serta konsumsi yang semakin tinggi. Namun ada satu elemen yang menurut Schumpeter menjadi sebuah kebutuhan dasar bagi bangkitnya pertumbuhan ekonomi suatu negara, yaitu sumbangsih para entrepreneur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sumbangsih pemikiran yang sampai sekarang dikenal sebagai paham Schumpeterian. Dimana dengan adanya para entrepreneur pada suatu negara akan mampu menumbuhkan perekonomian negara tersebut. Entrepreneur disini tidak hanya mereka yang menjadi pelaku bisnis atau manajer tetapi mereka adalah individu unik yang secara natural mempunyai keberanian untuk mengambil risiko dan memberikan konsep baru. Konsep baru yang kemudian mampu melahirkan inovasi produk dan pengembangan teknologi untuk peningkatan perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini Indonesia dituntut untuk mempunyai wirausaha muda dalam jumlah banyak. Berdasarkan kebutuhan nasional, Indonesia membutuhkan sekitar 2,5% wirausaha, namun pada kenyataannya saat ini hanya ada sekitar 0,08% wiraswasta yang memberanikan diri untuk terjun dalam dunia usaha. Kalau secara angka mungkin kita mendapatkan ada sekitar 17,6 juta wirausaha dari 220 juta penduduk Indonesia, namun secara kebutuhan nasional, angka tersebut masih sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan untuk memulai usaha bisa dimaklumi menjadi salah satu faktor sedikitnya para wirausahawan ini, khususnya para wirausaha muda. Hal ini juga ditenggarai karena minimnya modal yang mereka miliki. Selain itu kurang mampunya para masyarakat Indonesia dalam memberikan sebuah inovasi serta minimnya kreatifitas yang dimiliki juga menjadi salah satu penyebab banyaknya usaha yang harus gulung tikar karena tidak mempunyai diferensiasi dengan produsen lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk menumbuhkan para wirausahawan ini. Pertama, memberikan insentif dalam bentuk modal usaha bagi para pengusaha, khususnya para pengusaha muda. Ini penting mengingat dengan adanya modal, upaya untuk memulai kegiatan usaha akan mudah dilakukan. Kedua, meminimalisasikan distorsi dalam hal birokrasi dan hukum. Buruknya sistem birokrasi serta ketidakjelasan hukum seringkali membuat orang takut dan lelah untuk membuka sebuah usaha. Lamanya waktu untuk pengurusan izin serta hukum yang tidak jelas membuat orang tidak berani untuk memulainya. Terakhir, harus ada kurikulum berbasis soft skills dan entrepreneurship dalam pelajaran sekolah. Dimulai dari segala jenjang pendidikan agar ketika mereka dewasa nanti, pikiran mereka tidak hanya terkungkung pada jajaran teknis, namun bisa memberikan sebuah pemikiran yang kreatif dan inovatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan &lt;br /&gt;Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5809709209849343034?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5809709209849343034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5809709209849343034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5809709209849343034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5809709209849343034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/05/menanti-lahirnya-para-entrepreneur-muda.html' title='Menanti Lahirnya Para Entrepreneur Muda'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2791795351774655542</id><published>2010-04-15T22:29:00.001+07:00</published><updated>2010-04-15T22:40:50.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Saatnya Mengakali Masalah Listrik</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia&lt;br /&gt;Kamis 13 April 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan energi yang cukup menjadi syarat mutlak bagi perkembangan sebuah negara. Tanpa adanya pasokan energi yang memadai tentunya dapat membuat terhambatnya proses pembangunan suatu negara. Dalam sebuah kegiatan perekonomian, energi mempunyai porsi yang sangat penting, bahkan keberadaannya akan mempengaruhi keberadaan sebuah perusahaan. Jika kita kerucutkan lagi, maka pasokan listrik menjadi satu komponen yang mesti tersedia dengan baik. Berdasarkan laporan World Bank, akibat adanya pemadaman listrik di Indonesia setiap perusahaan bisa mengalami kerugian sebesar Rp 1.6 Triliun per tahunnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dikenal sebagai negara yang masih kesulitan dalam menyediakan pasokan listrik yang memadai. Ini terlihat dari begitu seringnya terjadi pemadaman listrik di Indonesia. Hal ini sepertinya telah menjadi sebuah kebiasaan buruk yang akan selalu terjadi. Tidak meratanya pasokan listrik juga menjadi masalah yang sepertinya tidak pernah bisa terselesaikan. Listrik di Pulau Jawa dan Bali mungkin bisa dikatakan “cukup”. Namun jika kita melihat pulau-pulau lainnya, maka kondisinya begitu memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa dimaklumi mengingat selama belasan tahun terakhir rasio kelistrikan (electrification ratio) kita masih sebesar 64,3%. Bandingkan dengan Vietnam yang sudah 79 persen, Filipina 80 persen, Thailand 84 persen, dan China 99 persen. Diantara 12 negara sekawasan, Indonesia berada pada peringkat 11. Meskipun demikian masalah kelistrikan seharusnya tidak menjadi suatu persoalan yang begitu menganggu di Indonesia. Konsumsi listrik di Indonesia masih jauh dibandingkan negara-negara lainnya. Konsumsi listrik kita hanya 400Kwh, bandingkan dengan Filipina 500Kwh, Thailand 1.500Kwh, dan Malaysia 2.700Kwh (Faisal Basri, 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti ada yang salah dengan sistem kelistrikan di Indonesia. Kita mungkin sudah lelah untuk mengkritik PLN dengan segala kekurangannya. Namun, hendaknya kita juga mencoba untuk memikirkan apa solusi bagi permasalahan ini. Jika ditelusuri lebih dalam lagi, sumber energi listrik Indonesia hampir setengahnya dipasok oleh batu bara, diikuti oleh gas, BBM, dan energi lainnya. Berdasarkan komposisi tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa biaya penyediaan listrik kita masih kurang efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu bara merupakan sumber energi yang tidak efisien, ditambah lagi walaupun biayanya murah namun tetap saja PLN harus membayar lebih untuk biaya angkutnya. Gas pun harus mengeluarkan investasi yang sangat besar untuk pengembangannya, apalagi BBM yang semakin hari semakin mahal. Sekarang kita membutuhkan sebuah solusi yang lebih gampang diaplikasikan serta yang membutuhkan biaya yang tidak terlalu besar. Salah satu solusi yang selama ini sempat dicetuskan oleh banyak pihak adalah dengan mulai memanfaatkan tenaga listrik yang bersumber dari energi nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar jika banyak pihak takut dengan kata “nuklir”. Seringkali energi nuklir yang tidak diolah dengan baik justru mendatangkan efek negatif. Tetapi kita juga harus tahu bahwa energi listrik merupakan salah satu sumber energi yang sangat murah. Inilah yang menyebabkan banyak negara mulai beralih ke sumber energi nuklir. Selain karena biayanya yang murah, sumber energi nuklir bisa memproduksi listrik dalam jumlah yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang harus dipikirkan adalah bagaimana caranya agar kita bisa mengembangkan sumber energi ini. Kita telah memiliki banyak ahli nuklir yang seharusnya bisa dipekerjakan untuk membantu mengembangkan metode ini. Ada baiknya kita mencoba untuk memulainya, karena bisa jadi dengan sumber energi nuklir masalah kelistrikan di Indonesia bisa segera terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2791795351774655542?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2791795351774655542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2791795351774655542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2791795351774655542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2791795351774655542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/04/saatnya-mengakali-masalah-listrik.html' title='Saatnya Mengakali Masalah Listrik'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-7283838897457724975</id><published>2010-03-31T15:03:00.006+07:00</published><updated>2010-03-31T15:52:15.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Link'/><title type='text'>Links for This Week</title><content type='html'>This are some links that i think useful for this week. Please welcome to read it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.project-syndicate.org/commentary/muller2/English"&gt;Why Do Jews Succeed?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.voxeu.org/index.php?q=node/4791"&gt;Stabilisation and Growth Under Dictatorships: Lessons from Franco's Spain&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.voxeu.org/index.php?q=node/4806"&gt;The Global Financial Crisis: Why Were Some Countries Hit Harder&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.voxeu.org/index.php?q=node/4818"&gt;Fiscal Policies in Normal and Abnormal Recessions&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.voxeu.org/index.php?q=node/4819"&gt;What is the Status of the International Roles of the Dollar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 class="title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="author"&gt;&lt;a class="author" dir="ltr" lang="en" href="http://www.project-syndicate.org/contributor/589" lang="en"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-7283838897457724975?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/7283838897457724975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=7283838897457724975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7283838897457724975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7283838897457724975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/03/links-for-this-week.html' title='Links for This Week'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4114365351688044209</id><published>2010-03-29T04:17:00.002+07:00</published><updated>2010-03-29T04:36:55.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Tiga Alasan Kenapa BUMN Tidak Pernah Untung</title><content type='html'>Banyak orang yang mulai geram dengan kondisi serta kualitas BUMN. Perusahaan yang "dibantu" dan kebanyakan diurus oleh negara ini seringkali tidak pernah menyenangkan hati pemerintah. Perusahaan-perusahaan ini selalu saja mengalami kerugian dan bahkan seringkali melakukan praktek korupsi didalamnya. Akibatnya masyarakat pun mulai beropini agar perusahaan-perusahaan ini sebaiknya diurus oleh pihak swasta atau dalam bahasa ekonomi disebut sebagai privatisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam ekonomi konvesional atau pun negara penganut paham pro pasar, konsep privatisasi adalah sebuah ide yang begitu menekankan pentingnya kemandirian sebuah perusahaan. Pemerintah sebaiknya lebih memikirkan masalah yang lain, ketimbang mengurusi perusahaan. Karena dengan aktifnya keterlibatan pemerintah dalam usaha bisnis, justru seringkali mendatangkan distorsi dalam perekonomian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar BUMN ini justru memberatkan kondisi keuangan pemerintah. Jika mereka rugi, maka kas pemerintah yang harus menanggungnya. Jika pun untung, kebanyakan hilang dibawa angin. Memang tidak semua BUMN yang mengalami kondisi seperti ini, namun hampir sebagian besar BUMN tidak mempunyai prospek bisnis yang terlalu bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha-Joon Chang dalam bukunya Bad Samaritans (2007) mengatakan bahwa setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan BUMN seringkali rugi:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Principal Agent Problem&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. &lt;/span&gt;Free Rider Problem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Soft Budget Constraint&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang pertama, yaitu masalah dimana negara tidak mungkin akan bisa mengawasi semua perusahaan yang mereka miliki. Para direksi perusahaan tentunya akan mengatakan bahwa mereka telah berusaha sebaik mungkin agar perusahaan ini bisa maju. Namun negara tidak bisa tahu apakah mereka benar-benar bersungguh-sungguh atau tidak dalam bekerja. Akibatnya ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;agency cost &lt;/span&gt;disini, dimana wakil pemerintah di BUMN ini pun tidak mampu berbuat banyak bagi keberlangsungan sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;free rider. &lt;/span&gt;Warga negara, walaupun mereka tahu bahwa BUMN merupakan perusahaan publik, namun mereka tidak memperoleh insentif yang cukup untuk memelihara BUMN ini. Misalkan para direksi BUMN, mereka mengetahui bahwa BUMN milik negara dan mereka harus mengupayakan agar BUMN ini bisa untung dengan maksimal. Namun, karena perusahaan ini ditalangi oleh negara, maka mau rugi atau tidak, mereka yang menjadi direksi akan tetap memperoleh gaji yang besar. Sehingga tidak ada insentif bagi mereka untuk berusaha lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, seperti yang telah disinggung sebelumnya, karena BUMN bagian dari pemerintahan, maka seringkali memperoleh bantuan dari negara. Tidak ada masalah bagi perusahaan apabila mereka mengalami kerugian. Toh mereka juga akan dibantu oleh negara pada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga alasan diatas menjadi penyebab kenapa BUMN sulit untuk suskes. Memang tidak semuanya begitu karena ada juga perusahaan negara yang bisa sukses. Tetapi sebagian besar mengalami kondisi yang tragis seperti ini. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemerintah agar dapat memperbaiki kondisi BUMN. Hal ini akan kita bahas pada tulisan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4114365351688044209?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4114365351688044209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4114365351688044209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4114365351688044209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4114365351688044209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/03/tiga-alasan-kenapa-bumn-tidak-pernah.html' title='Tiga Alasan Kenapa BUMN Tidak Pernah Untung'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-7757127539519197494</id><published>2010-03-22T03:13:00.001+07:00</published><updated>2010-03-22T03:18:51.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Perencanaan Pembangunan yang Ramah Lingkungan</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia, Senin 22/03/2010&lt;br /&gt;Bisa dibaca &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/312373/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN pertama yang akan selalu ditemui oleh mahasiswa ekonomi pada kuliah pertamanya adalah masalah kelangkaan (scarcity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ekonomi muncul untuk melihat bagaimana perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dengan sumber daya yang terbatas sehingga setiap individu harus bisa mengusahakan tingkat kepuasan maksimal (maximum utility) dengan sumber daya yang begitu minimal.Hal ini juga berlaku kepada perusahaan dan pelaku ekonomi lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt; Namun dalam suatu kuliah, Prof Emil Salim mengatakan bahwa ada suatu hal yang kurang begitu ditekankan pada teori ekonomi konvensional ini. Memang disebutkan terjadi kelangkaan dalam sumber daya,tapi dalam teori ekonomi konvensional tidak ditekankan sebuah konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau selalu menekankan pentingnya sustainable economic development atau pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Mantan menteri lingkungan hidup era Soeharto ini berpendapat bahwa suatu pembangunan ekonomi yang selama ini dipelajari oleh para mahasiswa kurang memikirkan bagaimana caranya agar setiap manusia bisa meningkatkan kepuasan yang mereka harapkan tanpa harus merusak lingkungan. Sebuah pembangunan ekonomi apabila tidak memperhatikan kondisi lingkungan ibarat mendirikan sebuah pabrik,tapi tidak terlalu memusingkan limbah yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan para pelaku ekonomi,khususnya perusahaan lebih mementingkan profit yang setinggi-tingginya.Memang profit yang tinggi menjadi suatu hal yang lumrah,tapi seharusnya mereka memikirkan bagaimana kondisi lingkungan hidup ini dalam jangka waktu 20 tahun ke depan.Apakah anak cucu kita masih bisa menikmati kekayaan alam yang sekarang masih ada. Indonesia telah mengalami kondisi deforestasi atau menurunnya luas hutan dalam jumlah yang sangat besar dalam beberapa tahun belakangan. Berdasarkan data World Resource Institute (1997), hutan asli yang dimiliki Indonesia berkurang 72%. Sejak 1985-1997 tiap tahunnya terjadi penyusutan hutan sebesar 1,6 juta hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai 1997- 2000 menjadi 3,8 juta hektare per tahun.Gejala ini menempatkan kondisi Indonesia sebagai negara dengan tingkat kerusakan hutan yang sangat tinggi. Tidak hanya hutan, kondisi laut kita juga mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan. Terjadi penurunan penangkapan ikan yang ditangkap oleh para nelayan diakibatkan penggunaan alat tangkap yang tidak semestinya, serta penangkapan ikan yang asal jadi. Inilah realita lingkungan yang terjadi di negara kita. Kondisi ini sebagian besar diakibatkan oleh proses pembangunan ekonomi yang hanya mementingkan profit belaka.Akibatnya kondisi alam dibiarkan saja.Ada anggapan bahwa nantinya lingkungan akan kembali seperti sediakala,sehingga tidak usah terlalu dipusingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berpikir seperti ini yang menyebabkan kondisi lingkungan kita semakin memprihatinkan. Padahal kita mengetahui jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, maka akan menimbulkan efek negatif yang akan lebih merugikan kita, contohnya perubahan iklim,ketidakpastian musim,dsb. Karena itu, ada beberapa hal yang harus kita lakukan,pertama memperbaiki konsep pembangunan ekonomi, dari pembangunan ekonomi konvensional ke arah pembangunan ekonomi berkelanjutan.Hal ini bisa ditempuh dengan perhatian yang lebih dari pemerintah.Kedua,memperbaiki sistem pemberian izin kepada perusahaan pengolah sumber daya alam, contoh izin HPH, izin pembalakan hutan, izin penangkapan ikan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Mulai mengubah paradigma kekinian menjadi paradigma berpikir jangka panjang.Jika selama ini kita hanya egois mementingkan kepentingan kita sekarang, maka diharapkan dengan konsep ini kita lebih memedulikan masa depan bumi. Inilah beberapa cara yang diharapkan bisa menjaga kondisi lingkungan kita agar tidak lebih buruk ke depan.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-7757127539519197494?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/7757127539519197494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=7757127539519197494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7757127539519197494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7757127539519197494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/03/perencanaan-pembangunan-yang-ramah.html' title='Perencanaan Pembangunan yang Ramah Lingkungan'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3193027085145828516</id><published>2010-03-22T01:08:00.003+07:00</published><updated>2010-03-22T01:39:31.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foreign'/><title type='text'>Berusaha Memahami Health Care Reform</title><content type='html'>Beberapa hari ini perpolitikan di AS tak ubahnya perpolitikan Indonesia dalam beberapa waktu yang lalu. Jika di Indonesia masalah yang dihadapi adalah kasus Century, maka di AS usaha untuk &lt;a href="http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,974331-3,00.html"&gt;menyetujui proposal reformasi kesehatan&lt;/a&gt; menjadi masalah yang tingkat urgensinya sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Health Care Insurance menjadi salah satu janji kampanye Obama dalam pemilihan presiden AS kemarin. Sehingga Obama benar-benar berusaha untuk segera mewujudkan cita-citanya diawal. &lt;a href="http://realclearpolitics.blogs.time.com/2010/03/20/health-care-reform-through-the-looking-glass/"&gt;Memberikan kesempatan dan kemudahan bagi setiap masyarakat AS untuk bisa memperoleh layanan kesehatan&lt;/a&gt;. Jadi wajar jika akhirnya Obama mengurungkan kedatangannya untuk datang ke Indonesia demi memastikan proposal ini bisa segera diterima oleh kongres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara garis besar, Health Care reform adalah sebuah konsep subsidi silang. Mereka yang mempunyai penghasilan tinggi harus rela dipotong gajinya sebagai bentuk asuransi terhadap biaya kesehatan. &lt;a href="http://www.ehow.com/about_4606483_what-purpose-health-insurance.html"&gt;Sedangkan mereka yang kurang mampu cukup membayar sesuai dengan kemampuan mereka&lt;/a&gt;. Ini menjadi kondisi yang sangat dilematis dan debatable. Jika Health Care Insurance ini pada akhirnya bisa berjalan, maka a&lt;a href="http://voices.washingtonpost.com/ezra-klein/2009/11/congressional_budget_office_th.html"&gt;nggaran kesehatan America akan tergerus hingga mencapai 390 miliar dolar&lt;/a&gt; dan akan memakan waktu 10 tahun. Inilah salah satu alasan banyak orang yang enggan untuk menyetujui proposal ini. Ditambah kondisi anggaran AS yang sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Liberal merasa proposal ini begitu sosialis. Kita tahu bahwa hal-hal yang menyangkut kesehatan individu menjadi kewajiban mereka sendiri dalam mengurusinya. Negara merasa tidak perlu mengurusi hal ini karena yang akan sakit atau sehat adalah masyarakat itu sendiri. Pemerintah tidak akan mengatur bagaimana caranya agar mereka ingin tetap sehat, karena dalam ideologi liberal, jika setiap masyarakat ingin memperoleh kesehatan yang layak, tentunya mereka akan membayar asuransi yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, kondisi ini sesuai dengan apa yang dicetuskan oleh George Akerlof dalam teorinya mengenai Assymetric Information. Masalah asuransi begitu erat kaitannya dengan masalah informasi. Negara tidak akan tahu seberapa parah penyakit dari seseorang. Sehingga apabila setiap orang diberi jatah yang sama, baik itu orang kaya atau miskin, maka kemungkinan besar akan terjadi free-rider dan berujung kepada moral hazard. Inilah yang ditakutkan oleh para penentang proposal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan &lt;a href="http://www.nytimes.com/interactive/2010/03/16/us/politics/20100316-health-care-dems.html?ref=policy"&gt;hitung-hitungannya&lt;/a&gt;, mereka yang meyetujui proposal ini ada sekitar 210 orang, dan semuanya adalah orang-orang demokrat. Sekitar 178 anggota kongres dari republik dan 30 anggota dari demokrat yang menolak usulan ini. Sehingga ada sekitar 208 orang yang menentang proposal ini. Masih ada sekitar 13 suara lagi yang masih mengambang, dan Demokrat masih membutuhkan 6 suara lagi agar bisa memperoleh 1/2+1 dari jumlah anggota kongres. Ini merupakan suatu hal yang tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya kita akan melihat sebuah proses transformasi yang luar biasa dikalangan AS. Apakah mereka ingin berubah haluan, menjadi negara yang sedikit sosialis atau tetap kepada habitat biasanya. Kita lihat saja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3193027085145828516?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3193027085145828516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3193027085145828516' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3193027085145828516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3193027085145828516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/03/berusaha-memahami-health-care-reform.html' title='Berusaha Memahami Health Care Reform'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5567006069659766975</id><published>2010-03-20T03:52:00.000+07:00</published><updated>2010-03-20T03:54:31.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><title type='text'>Ambil yang Baik, Tolak yang Buruk</title><content type='html'>Barrack H. Obama membuat Indonesia heboh. Rencana kedatangan Obama menuai banyak pro kontra. Presiden AS yang ke-44 ini dianggap mempunyai sebuah agenda tersembunyi dibalik rencanan kedatangannya ke Indonesia. Masalah perang Irak dan Afghanistan pun ikut dipermasalahkan. Para penentang kedatangan Obama menganggap janji Obama untuk menarik pasukan AS dari kedua negara timur tengah tersebut belum dipenuhi. Padahal janji tersebut selalu didengung-dengungkan Obama dalam setiap kampanyenya. Masalah kedekatan AS dengan Israel pun dijadikan alasan untuk menentang kedatangan Obama. AS dianggap sebagai penjajah dan musuh Islam dan Obama sebagai presiden AS juga harus diharamkan untuk masuk Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penentang kedatangan Obama adalah kelompok-kelompok minoritas yang mengatasnamakan diri mereka sebagai perpanjangan lidah dari masyarakat Indonesia serta muslim. Namun pada kenyataannya dua ormas islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah justru membuka pintu selebar mungkin dalam rangka menyambut kedatangan Obama. Hal ini menjadi sangat menggelikan karena ternyata mayoritas masyarakat Indonesia tidak mempermasalahkan kedatangan Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kunjungan Obama ke Indonesia diundur menjadi bulan Juni, namun dukungan terhadap kedatangannya bisa dikatakan cukup tinggi. Banyak pihak yang menganggap kedatangan Obama bisa dijadikan sebagai saat yang tepat untuk memperbaiki hubungan bilateral dan politik Indonesia dengan AS. Perbedaan pandangan yang terjadi pada masa kepresidenan Bush bisa diperbaiki sekarang. Masalah kerjasama ekonomi juga bisa dibahas lagi, mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang masih bisa tumbuh dikala krisis global yang terjadi. Jika selama ini Indonesia selalu meminta bantuan dari AS, mungkin sekaranglah saatnya untuk meningkatkan posisi kita dimata asing dengan mulai memberikan bantuan bagi AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renegoisasi kontrak perusahaan-perusahaan AS yang berproduksi di Indonesia bisa menjadi agenda pemerintah Indonesia. Upaya untuk memperbaiki kontrak yang diharapakan bisa lebih menguntungkan Indonesia diharapkan bisa tercapai pada pertemuan bulan Juni nanti. Indonesia tentunya harus bisa memanfaatkan momen yang langka ini untuk setidaknya memperoleh banyak benefit. Seharusnya inilah yang diperhatikan oleh para penentang kedatangan Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak yang beranggapan bahwa AS selama ini terlalu sering menginjak negara-negara berkembang, namun kita tentunya sebagai sebuah bangsa tidak boleh selalu berpikiran sinis. Jika pada akhirnya kedatangan Obama ke Indonesia bertujuan untuk membawa kepentingannya sendiri, pemerintah seharusnya bisa menggunakan cara yang cerdik untuk bisa memperjuangkan kepentingan yang kita bawa. Jika ingin melawan AS, lawanlah dengan taktik yang brilian dan dengan strategi yang jitu, bukan malah dengan memboikot kedatangan Presidennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya sebenarnya kita tidak perlu memboikot kedatangan Obama. Apalagi Obama datang sebagai tamu. Sebagai tuan rumah yang baik tentunya kita harus menerima tamu dengan hati yang lapang dan tangan terbuka. Bukan dengan hati yang busuk serta pandangan sinis. Inilah yang seharusnya dipahami oleh setiap masyarakat Indonesia. Prasangka positif serta memanfaatan kedatangan Obama hendaknya bisa tertanam dalam pikiran setiap masyarakat Indonesia. Ambillah segala manfaat yang bisa kita dapatkan dari kedatangan Presiden Afrika-Amerika pertama AS ini. Jika nantinya terdapat berbagai klausul perjanjian yang dianggap tidak menguntungkan kita, maka tolaklah dengan cara yang brilian dan kesatria. Bukan dengan cara yang justru semakin mempermalukan kita dimata asing. Toh, Obama masih mempunyai kedekatan batin dengan Indonesia dan kita harus yakin bahwa kedatangannya kesini dalam rangka mengobati rasa rindu yang mendalam  terhadap Indonesia yang mungkin bisa memberikan “sedikit” keuntungan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5567006069659766975?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5567006069659766975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5567006069659766975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5567006069659766975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5567006069659766975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/03/ambil-yang-baik-tolak-yang-buruk.html' title='Ambil yang Baik, Tolak yang Buruk'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1937069984867717770</id><published>2010-03-18T21:14:00.003+07:00</published><updated>2010-03-18T21:28:16.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><title type='text'>Good Policy, Bad Politics</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good policies that are boosting production and employment without causing inflation ought to be politically popular, right? J. Bradford DeLong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit petikan komentar yang diberikan DeLong terkait dengan berbagai kebijakan yang ditelurkan oleh pemerintahan Obama. DeLong yang merupakan profesor ekonomi di University of California at Barkeley mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan Obama mulai menunjukkan efek positif terhadap kondisi perekonomian AS. Hal ini ditandai dengan mulai bangkitnya pertumbuhan ekonomi AS disertai dengan mulai munculnya lapangan kerja baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada realitanya, kebijakan Obama ini banyak ditentang oleh para politikus serta masyarakat umum. Sehingga muncul sebuah anekdot dari DeLong yang mengatakan "Why Are Good Policies Bad Politics?" Saking banyaknya kritik yang menimpa pemerintahan Obama, banyak pihak yang mulai menyuarakan ketidakpercayaannya kepada pemerintahan ini. Popularitas sang presiden pun mulai turun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kondisi ini tidak terjadi di AS saja. Di negeri kita kondisi yang sama juga terjadi. Sebuah kebijakan yang secara ekonomi disebut sebagai sebuah tindakan yang tepat sekarang justru dipertanyakan oleh banyak elemen di masayarakat. Sebuah kebijakan yang salah, itulah kata sebagian besar politikus senayan. Sebuah policy yang digambarkan sebagai tindakan tanggap pemerintah justru dikriminalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang menuntut mundurnya pihak-pihak yang terkait. Tak sedikit pula yang menyatakan ketidakpercayaan mereka kepada pemerintah. Padahal kita tahu Indonesia sekarang bisa bertahan dari berbagai ancaman ekonomi akibat penanganan yang tepat dari pemerintah. Kebijakan itu bisa jadi tidak hanya akibat satu keputusan pemerintah saja, namun akibat dari agregasi kebijakan yang dibuat pemerintah, kita masih bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, DeLong ternyata benar. Kebijakan yang bagus dan memberikan dampak yang bagus, ternyata secara politik bisa saja menjadi suatu hal yang salah. Saya menjadi teringat kelas ekonomi politik. Dimana Bang Faisal Basri merasa tidak mengerti dengan cara berpikir para politikus senayan. Terlalu mudah bagi kita untuk memutar balikkan sebuah rasionalitas demi sebuah kekuasaan atau "nama besar". Inilah kondisi Indonesia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu hal yang bisa kita banggakan. Ternyata kita tak ubahnya dengan AS. Pemerintahnya sama-sama mengalami tekanan yang "tidak perlu" akibat sebuah kebijakan yang secara riil memberikan manfaat yang positif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1937069984867717770?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1937069984867717770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1937069984867717770' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1937069984867717770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1937069984867717770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/03/good-policy-bad-politics.html' title='Good Policy, Bad Politics'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5518358065911971821</id><published>2010-03-11T00:42:00.002+07:00</published><updated>2010-03-11T00:54:06.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Begitu "Hinakah" Seorang Teknokrat</title><content type='html'>Para teknorat atau para pembuat kebijakan yang berasal dari kalangan profesional sedang diuji. Tokoh-tokoh profesional sedang diobok-obok oleh sebuah sistem politik dan rasa haus akan sebuah kekuasaan. Logika beserta akal sehat dikesampingkan, hanya rasa nafsu yang begitu membuncah dari para penguasa dan anggota partai menjadi salah satu landasan berpikir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis, ketika negeri ini sedang membutuhkan seseorang yang berpikir secara eksponensial, para teknokrat (yang sepertinya tidak mempunyai kepentingan politik) harus mengalah terhadap ketidakpastian dalam politik. Sebuah kebijakan dikriminalisasikan. Semua dengan mengatasnamakan demi membela kepentingan rakyat. Lantas apa gunanya para teknokrat ini jika setiap kebijakan yang mereka keluarkan tidak mempunyai perlindungan baik secara politik maupun secara konstitusi. Inilah dilema bagi seorang teknokrat. Posisi mereka dimata masyarakat sekarang menjadi begitu rendah, banyak upaya mendiskreditkan, menuduh, mempermalukan para teknokrat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para teknokrat tidaklah sehina itu. Mereka menerima amanah tersebut tentunya dengan membawa kredibilitas yang telah mereka bangun jauh-jauh hari sebelum memperoleh jabatan tersebut. Ada nama baik institusi dan juga nama besar pribadi yang mereka pertaruhkan. Jadi akan menjadi suatu hal yang aneh jika kebijakan-kebijakan yang mereka buat pada nantinya justru akan merusak kredibilitas yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teknokrat tidaklah manusia yang hina, mereka hanyalah orang-orang yang rela dikritik demi sebuah pengabdian bagi bangsa Indonesia. Mereka tidak pernah mengharapkan balasan atau pun pujian, tetapi mereka hanya menginginkan rakyat menjadi lebih sejahtera. Mereka tidak pernah menginginkan sebuah posisi atau sebuah pengakuan, tetapi yang mereka inginkan hanyalah Indonesia yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5518358065911971821?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5518358065911971821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5518358065911971821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5518358065911971821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5518358065911971821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/03/begitu-hinakah-seorang-teknokrat.html' title='Begitu &quot;Hinakah&quot; Seorang Teknokrat'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-6466084156588650685</id><published>2010-03-09T01:42:00.000+07:00</published><updated>2010-03-09T01:43:40.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Degradasi Etika dalam Demonstrasi</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia, Senin 8 Maret 2010.&lt;br /&gt;Bisa cek &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/309159/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBEBASAN untuk menyampaikan pendapat menjadi sebuah hak bagi setiap warga negara yang telah diatur dalam UUD. Setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat tanpa harus dihantui oleh rasa takut. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini telah jauh berbeda dengan masa-masa kelam sejarah negeri ini di mana dahulu tidak ada orang yang berani untuk berbeda pendapat dengan para penguasa. Zaman berubah, tradisi pun mulai berubah. Dewasa ini rasa takut untuk berbeda dengan para penguasa mulai semakin luntur.Rakyat berani keluar rumah dan meneriakkan ketidakpuasan mereka terhadap para pemimpin negeri ini.Tidak ada lagi gerakan sembunyi-sembunyi,yang ada adalah sebuah gerakan yang secara frontal menyatakan ketidaksetujuannya. Reformasi telah berjalan selama lebih kurang 11 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula negeri ini menghadapi banyak gejolak dan pertentangan,walaupun masih dalam batas wajar.Namun akibat dari terlalu demokratisnya negeri ini maka tidak ada lagi batasan-batasan yang harus dipatuhi oleh para demonstran ini. Tidak ada lagi rasa hormat terhadap para pemimpin, kita tidak pernah menemui ada orang yang berusaha untuk berbicara dengan suara yang tidak terlalu tinggi,namun tetap tegas.Seolah-olah mereka yang berteriak dengan nada yang tinggi adalah orang hebat dan orang yang tidak menggunakan cara yang sama dengan mereka merupakan para pecundang. Dalam setiap demonstrasi tentunya ada etika dan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saatnya kita harus menjadi demonstran yang santai dan bersahaja, dan ada kalanya kita melaksanakan teknik demonstrasi yang sedikit “keras”. Namun bukan berarti seluruh aksi demonstrasi yang dilakukan harus dilakukan dengan cara yang terlalu berlebihan dan berujung kepada tindakan anarkistis. Apa gunanya kita berdemonstrasi dan meneriakkan keadilan, kalau pada akhirnya demonstrasi yang dilakukan justru memberikan sebuah ketidakadilan bagi para masyarakat sekitar.Masyarakat menjadi terganggu akibat merasa tidak aman,lalu lintas yang terhambat dan kebisingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang mengatasnamakan rakyat justru menjadi pihak yang sangat bertanggung jawab menyangkut masalah ini. Buat apa kita meneriakkan para penguasa yang bertikai, kalau kita sendiri para mahasiswa tidak bisa melakukan demonstrasi yang santun dan tertib.Tidak semua demonstrasi harus berujung pada perusakan.Apakah karena mahasiswanya yang merasa terlalu pintar atau karena turun demonstrasi dengan kepala kosong? Kalau pada akhirnya demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa selalu berujung kepada tindakan anarkis, maka sebaiknya kita mengintrospeksi diri terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat apa kita melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPR jika pada akhirnya rakyat tidak respek kepada kita. Kita semua harus ingat bahwa sebagian besar penghuni gedung DPR adalah mereka yang dahulunya juga penentang keras pemerintah. Sekarang kita berada di posisi yang sama dengan para anggota DPR sepuluh tahun yang lalu.Jika aksi yang dilakukan pada akhirnya selalu berujung kepada tindakan anarkis, maka bersiap-siaplah negeri ini akan lebih hancur di tangan mahasiswa sekarang.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-6466084156588650685?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/6466084156588650685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=6466084156588650685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6466084156588650685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6466084156588650685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/03/degradasi-etika-dalam-demonstrasi.html' title='Degradasi Etika dalam Demonstrasi'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3890866033404151591</id><published>2010-02-18T09:46:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T09:49:14.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar-Indonesia Kamis, 18 Februari 2010&lt;br /&gt;Bisa dilihat &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/305236/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALBERT Einstein pernah berkata bahwa,“Education is what remains after one has forgotten everything he learned in school.” Begitu pentingnya pendidikan sehingga seorang Einstein pun sampai berkomentar tentang pentingnya pendidikan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pendidikan, taraf hidup serta standar kualitas seorang manusia bisa dikatakan akan berdampak buruk. Seseorang yang memperoleh pendidikan yang semakin tinggi tentunya akan mempunyai kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang hanya tamat sekolah dasar. Setiap negara di seluruh dunia begitu menekankan pentingnya kualitas pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan menetapkan anggaran pendidikan yang lebih besar dibandingkan anggaran lainnya. China dan Korea Selatan menjadi dua negara yang begitu menekankan pentingnya pendidikan bagi rakyatnya.Anggaran pendidikan di China mencapai 13,1% dari anggaran negara,sedangkan di Korea Selatan anggaran pendidikan negara mencapai 18,9%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Indonesia yang memang menganggarkan anggaran pendidikan sebesar 20%, namun pada prakteknya masih jauh dari kenyataan. Setelah mengungkit masalah kualitas pendidikan, masalah kualitas pelayanan pendidikan pun bisa dibilang sangat memprihatinkan. Masih banyaknya bangunan sekolah yang sangat buruk kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolahsekolah yang beratapkan langit pun sering kita temui. Lantainya pun terbuat langsung dari tanah, serta tidak cukupnya buku-buku yang seharusnya didapatkan oleh setiap siswa. Belum lagi mahalnya biaya sekolah dan kuliah yang menyebabkan banyak orang tua yang enggan untuk menyekolahkan anak-anak mereka.Padahal kita semua tahu bahwa pendidikan merupakan hak bagi seluruh warga negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realita yang dialami dunia pendidikan di Indonesia. Kondisi di ataslah yang menghambat Indonesia untuk bisa bangkit mengatasi masalah rendahnya kualitas sumber daya manusia serta tingginya angka pengangguran.Minimnya kualitas dan fasilitas pendidikan tentunya berdampak secara signifikan terhadap kualitas manusia itu sendiri. Begitu banyaknya masalah yang dihadapi pemerintah tentunya tidak bisa kita selesaikan secara cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, pemerintah harus bisa membuat prioritas dalam upaya perbaikan kualitas manusia Indonesia. Realisasi anggaran pendidikan yang mencapai 20% dari total APBN negara harus bisa segera direalisasikan oleh pemerintah.Jangan sampai anggaran yang telah besar ini justru dikorup oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.Penetapan sistem pendidikan yang baku serta tidak harus berubah pada setiap pergantian menteri harus bisa menjadi target pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa memberikan kepastian bagi setiap pengajar dan sekolah. Kelengkapan fasilitas serta pemerataan kualitas pendidikan bagi setiap warga negara, khususnya daerah-daerah yang jauh dari pusat kota harus menjadi perhatian. Daerah-daerah seperti ini seharusnya menjadi fokus pemerintah karena banyak sekali masyarakat yang tidak memperoleh hak mereka dalam memperoleh pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, perbaikan kualitas para pendidik pun harus bisa diperhatikan oleh pemerintah. Jangan sampai para guru yang mengajari para calon pemimpin bangsa ini justru merupakan orang-orang yang tidak mengerti apa yang mereka ajarkan. Inilah beberapa hal yang harus segera dilakukan pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah SDM di Indonesia.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan&lt;br /&gt;Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3890866033404151591?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3890866033404151591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3890866033404151591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3890866033404151591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3890866033404151591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/02/peningkatan-kualitas-pendidikan-di.html' title='Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5418868572991261495</id><published>2010-02-11T09:44:00.001+07:00</published><updated>2010-02-11T09:46:43.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Belum Tiba Saatnya</title><content type='html'>Dimuat di Harian Seputar Indonesia&lt;br /&gt;11/02/2010, bisa cek &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/303646/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKHIR-akhir ini situasi politik kembali memanas. Kasus bailout Bank Century kembali mendapatkan tempat di halaman depan media cetak dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pansus Century seperti mendapatkan jalur mereka lagi untuk menguak kasus ini. Mulai banyak isu yang berkembang dalam Pansus dan banyak wacana yang menyeruak terhadap hasil akhir Pansus. Ada yang berpendapat bahwa wacana pemakzulan harus terus diperjuangkan atau di sisi yang lain menuntut pihakpihak yang terkait seperti Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono untuk turun. Berdasarkan kesimpulan awal kemarin, Pansus Bank Century terbelah menjadi dua.Pasangan Partai Demokrat dan PKB (total 10 suara) menyatakan tidak ada permasalahan dengan kebijakan bailout.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisanya atau sekitar 20 suara menyatakan bahwa banyak terjadi pelanggaran dalam kebijakan ini. Hal ini tentu membuat panas telinga pemerintah dan Partai Demokrat sehingga isu akan terjadinya pergantian menteri atau reshufflekembali muncul. Sebenarnya urgensi pencopotan menteri,baik itu menteri yang sedang menghadapi kasus Century maupun menteri yang berasal dari partai koalisi,tidak terlalu penting.Waktu 100 hari belum bisa dijadikan patokan untuk melakukan pergantian menteri. Kita masih membutuhkan waktu untuk melihat apa saja yang bisa dilakukan para menteri untuk beberapa tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi isu reshuffleini ditakutkan hanya menjadi sebuah gertakan politik agar sikap para partai koalisi di Pansus Century bisa sedikit melunak. Jika pemerintah tetap ingin membuat keputusan reshuffle kabinet, mereka seharusnya mengerti cost dan benefit-nya.Dalam ilmu ekonomi ada sebuah teori cost and benefit analysis,sebuah teori yang bisa diaplikasikan di bidang apa pun.Ketika ingin merombak kabinet,SBY harus menghitung berapa biaya yang harus dia tanggung. Mulai dari biaya tarik ulur politik, biaya hilangnya kepercayaan masyarakat, biaya menurunnya iklim investasi, berkurangnya partai pendukung di DPR, serta opportunity cost yang bisa menjadi sunk cost (biaya yang sia-sia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ketika melakukan kebijakan ini pemerintah harus tahu apa manfaat yang akan mereka peroleh dengan membuat keputusan ini? Apakah hanya bisa membuat partai koalisi melunak atau apa? Sebaiknya pemerintah fokus saja terhadap apa yang selama ini mereka janjikan pada saat kampanye presiden kemarin. Karena kalau hanya terfokus pada masalah-masalah ini,kita tidak akan pernah bisa mem-peroleh apa-apa.Rakyat tetap saja menjadi terabaikan dan kemiskinan akan semakin mencengkeram warga negara kita.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Ketua Umum BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5418868572991261495?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5418868572991261495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5418868572991261495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5418868572991261495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5418868572991261495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/02/belum-tiba-saatnya.html' title='Belum Tiba Saatnya'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8667212894500430476</id><published>2010-02-06T23:46:00.002+07:00</published><updated>2010-02-06T23:59:54.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trade'/><title type='text'>Tiga Alasan Proteksi</title><content type='html'>Baru-baru ini semua orang seringkali berteriak tentang perdagangan ASEAN-China FTA. Banyak pihak yang melakukan protes terhadap keputusan ini. Mereka beranggapan perjanjian ini memberikan kerugian yang lebih banyak ketimbang keuntungan yang didapatkan Indonesia. Banyak orang yang takut Indonesia justru kalah jika bersaing dengan China. Hal ini merupakan pemikiran orang-orang yang selama ini memang merasa tidak siap dengan sistem kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya menyukai sistem kompetisi. Karena dengan adanya kompetisi akan muncul usaha untuk meningkatkan kemampuan dan produktifitas masing-masing pihak. Namun ada kalanya pula pemerintah tidak boleh membiarkan kompetisi ini terjadi apabila muncul gejala buruk dari kompetisi tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan inilah yang menyebabkan banyak orang merasa pemerintah harus merevisi kembali perjanjian ini. Bagi saya, ini jelas merupakan sebuah saran yang tidak bisa diterima. Dengan mengevaluasi kembali perjanjian yang telah dibuat justru akan membuat Indonesia dicap sebagai negara yang tidak konsisten. Saya sendiri secara jujur tidak menyukai orang yang konsisten, apalagi sebuah negara memandang negara lain yang tidak konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang menyebabkan kemungkinan evaluasi ulang perjanjian ini menjadi mustahil. Namun belajar dari pengalaman Jepang, Inggris, dan AS, ketiga negara tersebut pada awalnya merupakan negara yang menjunjung tinggi proteksi. Bisa jadi proteksi menjadi kebijakan yang lebih bagus ketimbang membatalkan perjanjian. Proteksi dalam hal ini bukan dengan memotong tarif, tetapi mengembangkan industri dalam negeri sehingga bisa bersaing dengan produk China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rodrik (2009) mengatakan ada 3 hal menjadi alasan munculnya proteksi: ide, politik, dan institusi. Ide karena dengan adanya proteksi berarti kita memberikan sebuah pemikiran yang mengutarakan keinginan untuk melindungi kepentingan dalam negeri. Politik jelas, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan negara akan dipandang hebat dalam kacamata politik. Terakhir institusi, negara yang belum kuat institusinya membutuhkan perlindungan yang begitu besar untuk memulai sebuah persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa lari dari ini, namun setidaknya ada usaha dari pemerintah untuk membantu industri domestik untuk bisa berkompetisi dengan industri China. Sehingga kecemasan akan bangkrutnya industri lokal serta meningkatnya pengangguran bisa kita hindari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8667212894500430476?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8667212894500430476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8667212894500430476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8667212894500430476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8667212894500430476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/02/tiga-alasan-proteksi.html' title='Tiga Alasan Proteksi'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2379407902133068698</id><published>2010-02-05T23:13:00.003+07:00</published><updated>2010-02-05T23:17:38.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trade'/><title type='text'>Agreement Supports the ASEAN-CHINA FTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The debate over international trade agreements between China and ASEAN countries are still subject to dispute. Many among the pro, but not the least is also the counter. Each side must have its own argument about this agreement. Those who doubt counter this agreement benefit for Indonesia. This is based on the production of cheap goods produced by China. Even cheaper than domestic production. This will cause the domestic industry could not compete with China and make them have to close their businesses.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The second factor is the argument of the critics of this agreement is the unpreparedness of government in implementing this agreement. This they put it because there are many production sectors of the difficulties in production when there is no competition, especially when China entered into the Indonesian market. Plus the value of imports greater than exports to China.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Both the above arguments make a lot of people are pessimistic about this agreement. Does Indonesia beneficial or not. But if we examine more deeply, the fear is conveyed by the critics of this agreement can be explained either in theory or practice.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Opening Back the Theory of International Trade&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Since the emergence of Ricardo's early theory of the 19th century, we know that every country needs trade with other countries. Because there is no country in this world that can produce all the needs of a world without trade and cooperation with other countries. This is due to factors of production depending on the comparative advantages they have.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;David Ricardo's theory was later corrected by Eli Hecksher and his student Bertil Ohlin in the 1920s, known as the Hecksher-Ohlin model. They both stated that a country will export those commodities which have or do depends on the factors perdangan resources they have relatively more than other countries.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;These theories provide a good understanding of trade patterns in the first half of the 20th century. But after research by most economists, comparative advantage is less relevant to the modern world. This is due to the occurrence of trade between countries that have the same technological factors and other production factors and the similarity of producing similar goods. Traditional view that certain countries have a comparative advantage in terms of technology, or other supporting factors, not visible with the terms of trade is happening now.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Only in the late 1970s with a variety of research and development comes an invention called the new trade theory. The discovery of the theory has been influenced by a field called economic geography (economic geography). In this field, the key question of migration flows lead to individuals and companies in the area. How urban agglomeration (concentration of the city) appears and how cities spatially regulate itself (urban economics).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Importance of Trade&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Paul Krugman, an economics professor at Princeton University finally developed a theory called the embryo of the birth of a new trade theory. This is stated in his journal, entitled Increasing Returns and Economic Geography (1991), and refined into the form of a book entitled Geography and Trade (1992). As a result of this work Krugman Nobel prize rewarded on trade theory.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Krugman's theory explains that the need of trade among all nations. In addition to not being able to produce all the goods themselves, geography factor is also one important factor. With the trade in the field of regional internasioanl, transaction costs can be a consideration. If the absence of this agreement, precisely the goods that have become more expensive because of transportation costs is very large.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;If this trade was delayed, no one can guarantee all domestic needs are met and Indonesia could also cause an increase in certain products. The existence of this treaty actually cause the needs of each country can be met with a very low price and can benefit both parties.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;How Does It’s Impact to the Industry?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;With this agreement, it makes our industry more improvise and try to grow. Dani Rodrik (2004) has said that the cause of industrial developing countries die is because it was never allowed to compete with industries from abroad. The government still considers the existing industry as the infant industry which must be kept and fed. This is what is causing the domestic industry will never be ready. Because always pampered by the government.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;It's time these industries rose and could improvise and develop into a big industry. The theory of competition in the Industrial Organization says that with the competition makes any company attempt to produce a better and become more active. This is the reason for the importance of implementation of the agreement with China. Not to kill the domestic industry, but rather to make them not spoiled.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Opinion of the opponents so that the ASEAN-China FTA is saying that the domestic industry would die to be not true. We should say ready to deal with this condition. Because if it was always postponed and assume we are unable to compete even become an obstacle to the development of domestic industries. This has been proved by Helen Shapiro (2007) which shows the number of industries in Latin America and East Asia to be closed because not allowed to compete with foreign industries. Hopefully this could be the right moment for Indonesia to go forward and strengthen the national industry.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2379407902133068698?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2379407902133068698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2379407902133068698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2379407902133068698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2379407902133068698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/02/agreement-supports-asean-china-fta.html' title='Agreement Supports the ASEAN-CHINA FTA'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-6473190791893392299</id><published>2010-01-14T23:38:00.003+07:00</published><updated>2010-01-14T23:47:12.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><title type='text'>Lebih Baik Meminjam Ketimbang Membeli: Study Case Buku Teks</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awal semester baru sebentar lagi akan dimulai. Tak terasa hiruk pikuk perkuliahan sebentar lagi akan menganggu kehidupan sehari-sehari. Akan ada ritual tiap semesternya yang harus selalu dilakukan oleh setiap mahasiswa, mencari buku teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, inilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masalah&lt;/span&gt; yang tiap semesternya dihadapi oleh para mahasiswa. Ketersediaan buku teks begitu dibutuhkan oleh para mahasiswa untuk mengakomodir keperluan perkuliahan. Tapi kita tahu bahwa buku teks sangatlah mahal, apalagi buku teks AS yang harganya begitu selangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fenomena ini membuat teman-teman mahasiswa harus mencari berbagai cara untuk bisa menyediakan buku teks dan menurut pendapat &lt;a href="http://gregmankiw.blogspot.com/2010/01/renting-is-cheaper-than-buying.html"&gt;Mankiw&lt;/a&gt;, meminjam buku lebih disukai para mahasiswa dibandingkan membelinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ternyata di AS, ada usaha rental buku teks, dan harganya setengah  dari ketika membeli buku teks yang baru. Ini menjadi sebuah fenomena baru didalam kehidupan perkuliahan para mahasiswa AS. Mungkin hal ini bisa diaplikasikan di Indonesia, mengingat kemampuan kita para mahasiswa dalam membeli buku yang sangat terbatas. Siapa yg berminat untuk mengembangkan usaha ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-6473190791893392299?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/6473190791893392299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=6473190791893392299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6473190791893392299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6473190791893392299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/01/lebih-baik-meminjam-ketimbang-membeli.html' title='Lebih Baik Meminjam Ketimbang Membeli: Study Case Buku Teks'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1156825273442670119</id><published>2010-01-13T00:04:00.004+07:00</published><updated>2010-01-13T00:13:31.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='China'/><title type='text'>Kenapa Harus Takut  Dengan China</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada satu isu yang begitu menyeruak pemberitaan media cetak dan elektronik belakangan ini. Selain masalah century dan ruang tahanan yang mewah, banyak pemberitaan yang membahas masalah FTA China-ASEAN. Kebanyakan kalangan menakuti China sebagai pembunuh industri dalam negeri. Sebenarnya apakah kita harus takut dengan China. Atau ketakutan terlalu berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dani Rodrik dalam sebuah &lt;a href="http://www.project-syndicate.org/commentary/rodrik39"&gt;artikel&lt;/a&gt; membahas kemungkinan yang terjadi akibat adanya FTA dengan China. Khususnya dampak perjanjian ini bagi China. Rodrik sendiri beranggapan bahwa China memamng mempunyai potensi yang begitu besar untuk mencapai puncak perekonomian dunia, namun belum sekarang saatnya. Pertumbuhan ekonomi China hanya 1/7 atau 1/8 dari pertumbuhan ekonomi AS. Sehingga China pertumbuhannya masih dibawah Turki dan Kolombia, namun sedikit lebih hebat dari El Salvador dan Mesir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketakutan yang berlebihan ini juga masih bisa kita kaji lebih dalam. Masih banyak industri di China yang berusaha untuk bangkit. Di sepanjang daerah pesisir pantai China juga banyak berkumpul para keluarga miskin. Industri mereka pun tidak semuanya bagus. Kelebihan mereka hanyalah mampu memproduksi barang lebih murah. Hanya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh karenanya perjanjian FTA dengan China hendaknya dilihat dari kacamata optimis. Anggapan bahwa kita akan ditelan China sebaiknya dibuang jauh-jauh. Karena pada realitanya China tidak jauh lebih baik dari kita. Saatnya optimis dan berusaha untuk menggapai kesuksesan bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1156825273442670119?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1156825273442670119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1156825273442670119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1156825273442670119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1156825273442670119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/01/kenapa-harus-takut-dengan-china.html' title='Kenapa Harus Takut  Dengan China'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5885349232288700478</id><published>2010-01-12T01:13:00.002+07:00</published><updated>2010-01-13T00:14:02.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Semua Butuh Uang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Okelah, jika hidup ini membutuhkan uang. Karena untuk terus bisa meneruskan hidup kita tentunya membutuhkan uang, tetapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;harus&lt;/span&gt; dengan cara yang benar. Saya garis bawahi kata harus karena akan banyak cara bagi setiap manusia yang berakal untuk memperoleh uang, namun alpha dalam menggunakan hati. Mewabahnya korupsi dan suap adalah salah satu cara memperoleh uang yang lumayan cerdik namun licik. Hal ini menunjukkan kealphaan mereka dalam menggunakan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kasus Artalyta atau biasa dipanggil Ayin sungguh menjadi pukulan yang hampir meng-KO-kan negeri ini. Seorang terpidana bisa memiliki kamar yang luas, karaoke studio, televisi flat, ruangan ber-AC, kualitas kasus yang sama dengan hotel bintang 5. Semua fasilitas tersebut tentunya bisa didapatkan karena mempunyai uang yang banyak dan pasti menyuap para penjaga rutan. Saya berani bertaruh kalau fasilitas tersebut bisa dia dapatkan, karena pegawai rutan memperoleh "sedikit" fee yang lumayan menutupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ya, uang mempunyai kekuatan yang jauh lebih hebat daripada akal sehat. Dengan uang kita bisa mendapatkan segalanya. Bahkan orang pun bisa kita beli dengan uang. Jika begini caranya, semua orang akan terinsentif untuk korupsi. Korupsinya juga sekalian banyak, karena toh di tahanan nanti mereka bisa memanfaatkan duit korupsi untuk memperoleh kehidupan mewah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ala&lt;/span&gt; penjara. Itu pun hanya sebagian kecil dari uang yang telah mereka jarah. Hukuman yang diterima pun tidak seberat uang yang mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tilep&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Okelah kalau begitu, nanti saya juga akan korupsi karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh&lt;/span&gt; dengan korupsi saya bisa memperoleh hidup yang lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mewah&lt;/span&gt; dibandingkan menjadi seseorang yang jujur. Hehehe....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5885349232288700478?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5885349232288700478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5885349232288700478' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5885349232288700478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5885349232288700478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/01/semua-butuh-uang_12.html' title='Semua Butuh Uang'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1439622309593810997</id><published>2010-01-11T11:06:00.002+07:00</published><updated>2010-01-11T11:08:36.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Transaction Cost dan Kebutuhan Logistik</title><content type='html'>Tulisan ini dimuat di harian Seputar Indonesia, Senin 11 Januari 2009.&lt;br /&gt;Bisa dilihat &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/296626/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAL minggu lalu, Presiden SBY dan menteri keuangan Sri Mulyani membuka kembali perdagangan pasar saham di BEI. Ada dua hal yang menjadi poin penting dalam pidato pembukaan presiden, yaitu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan memperkokoh sektor riil dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cita-cita yang bisa dibilang terlalu ambisius dan utopis. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, setiap negara membutuhkan faktor produksi yang mumpuni, atau memiliki input barang yang cukup untuk memutar perekonomian.Hal ini tentunya tidak bisa disediakan oleh pemerintah saja. Karena pemerintah tidak mempunyai kemampuan yang cukup besar untuk mengatur segalanya.Dibutuhkan investasi dalam negeri dan luar negeri untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita asumsikan untuk mencapai 1% pertumbuhan ekonomi dibutuhkan investasi sebesar RP100 triliun,maka untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5.5%, pemerintah harus memperoleh investasi sebesar Rp550 triliun.Sebuah angka yang tidak kecil,mengingat PDB Indonesia pada tahun 2009 mencapai Rp4.131 triliun. Angka sebesar itu tidak akan muncul begitu saja tanpa adanya investasi yang cukup besar masuk ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita harus ingat bahwa kebanyakan para investor, khususnya investor luar negeri yang merasa enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan dua hal, pertama biaya transaksi (transaction cost) yang sangat tinggi. Indonesia yang merupakan negara kepulauan menyebabkan biaya distribusi barang antar pulau menjadi sangat tinggi. Kedua,ketersediaan kebutuhan logistik industri yang begitu terbatas sehingga kurang memadai untuk meningkatkan perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bisa kita lihat dari begitu sulitnya untuk memperoleh pasokan listrik yang cukup di Indonesia. Ini menyebabkan banyak perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar. Hal ini ditambah dengan masih buruknya infrastruktur yang dimiliki oleh Indonesia. Infrastruktur yang tidak memadai ini seringkali dikeluhkan oleh para investor. Hal ini lagi-lagi mempersulit mereka untuk melaksanakan kegiatan produksi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal dia tas diperburuk dengan buruknya sistem birokrasi di Indonesia.Lamanya waktu untuk mengurus suatu kegiatan menyebabkan banyaknya waktu yang harus terbuang. Ketidakpastian (uncertainty) dalam mengurus masalah birokrasi akan mengakibatkan kepercayaan para investor terhadap Indonesia juga semakin berkurang.Ditambah lagi, budaya suap yang sudah mengakar rumput dalam sistem birokrasi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal seperti inilah yang pada akhirnya menyulitkan pemerintah untuk bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun terlepas dari segala masalah tersebut, kita mempunyai modal yang sangat besar untuk bisa meningkatkan roda perekonomian Indonesia. Masyarakat Indonesia yang mencapai 220 juta jiwa menjadi salah satu modal utama untuk meningkatkan perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya permintaan domestik, tentunya akan menyebabkan permintaan terhadap barang di pasar domestik akan meningkat.Ketergantungan pertumbuhan ekonomi kita terhadap konsumsi masyarakat bisa dimanfaatkan pada momen tersebut.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan&lt;br /&gt;Peneliti di BO Economica FEUI    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1439622309593810997?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1439622309593810997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1439622309593810997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1439622309593810997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1439622309593810997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/01/tulisan-ini-dimuat-di-harian-seputar.html' title='Transaction Cost dan Kebutuhan Logistik'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5328168546826492342</id><published>2010-01-09T15:24:00.010+07:00</published><updated>2010-01-12T01:01:08.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Country'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tourism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natural resources'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Memperbaiki Pelayanan Pariwisata di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S0hCfo27ckI/AAAAAAAAAE4/4--3R6PvLI8/s1600-h/haram.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S0hCfo27ckI/AAAAAAAAAE4/4--3R6PvLI8/s320/haram.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424658862478946882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa telah lebih dari satu minggu saya berada di Thailand. Menjadi seorang backpacker, liburan dengan modal yang sangat terbatas serta tanpa perencanaan yang jelas. Hidup berpindah dari satu penginapan murah ke penginapan lainnya. Berusaha tiap harinya untuk mencari makanan halal dan murah. Serta mencari informasi bagaimana caranya pergi ke tempat-tempat tujuan lainnya. Inilah hal-hal yang selama lebih dari seminggu ini saya alami. Sebuah kebiasaan dalam kehidupan para backpacker.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat Thailand dan mengelilingi daerah ini, saya takjub dengan sistem pelayanan bagi pariwisata mereka. Secara kualitas dan kuantitas sebenarnya Indonesia lebih unggul. Kita mempunyai daerah pariwisata yang banyak dan lebih bagus dibandingkan Thailand. Namun tidak pernah bisa dimanfaatkan dan dieksplorasi dengan baik. Jika saya bandingkan dengan Indonesia, Thailand unggul dalam pelayanan pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika baru saja datang di Bangkok, satu hal yang kita dapatkan setelah lewat imigrasi adalah peta Bangkok. Hal ini tidak pernah kita temui di Jakarta, mungkin Bali ada. Namun ketika saya bandingkan peta disini lebih lengkap dan jelas. Di Thailand, mereka mempunyai sistem transportasi publik yang sangat bagus. Kita bisa memanfaatkan transportasi publik dengan harga yang terjangkau. Beda halnya dengan Indonesia, dimana sistem transportasinya sangat amburadul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S0hBpwCcvOI/AAAAAAAAAEY/R6jizpELQWA/s1600-h/DSC05109.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S0hBpwCcvOI/AAAAAAAAAEY/R6jizpELQWA/s320/DSC05109.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424657936693378274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Thailand juga menetapkan insentif bagi para pengemudi tuk&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-tuk (kalau di Indonesia bentuknya seperti bemo, tetapi sedikit lebih besar). Jadi setiap pengemudi tuk-tuk yang mampu melayani para wisatawan dengan baik akan memperoleh subsidi bensin. Di Indonesia, kita tidak menemukan ini. Justru bemo-bemo terancam keberadaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tempat-tempat wisata begitu teratur dan terjaga kondisinya. Tidak seperti di Indonesia yang tidak terawat sama sekali. Bangunan-bangunan tua peninggalan portugis mereka rawat dengan baik, padahal bentuknya tidak sebagus yang ada di Indonesia. Tetapi bangunan-bangunan ini justru menjadi tempat tujuan wisata. Berbeda d&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;engan Indonesia, bangunan-bangunan tua justru dihancurkan. Padahal itu bisa kita manfaatkan untuk mendatangkan para turis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terakhir, jalan menuju tempat wisata sangat bagus. Jarak Bangkok ke Phuket lebih jauh daripada Jakarta-Ujung Genteng. Tetapi pemerintah Thailand membuat jalan Tol yang bagus sehingga perjalanan tidak terasa terlalu jauh dan lebih aman. Bandingka&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;n dengan perjalanan menuju Ujung&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Genteng. Maut ancamannya karena jalanan yang tidak bagus dan terbatasnya akses kesana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah masalah-masalah utama yang dihadapi oleh Indonesia ketika membandingkannya dengan Thailand. Negeri ini tidak mempunyai menteri yang mengerti bagaimana cara menkomersialisasikan pariwisata yang kita miliki. Hanya sekedar mematenkan budaya Indonesia, tetapi tidak bisa me-maintain dan mengembangkan daerah-daerah potensial yang kita miliki. Kita sebenarnya tidak kalah dari Thailand, tetapi kita kurang peka terhadap hal-hal seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5328168546826492342?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5328168546826492342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5328168546826492342' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5328168546826492342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5328168546826492342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2010/01/memperbaiki-pelayanan-pariwisata-di.html' title='Memperbaiki Pelayanan Pariwisata di Indonesia'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S0hCfo27ckI/AAAAAAAAAE4/4--3R6PvLI8/s72-c/haram.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1589073852298714541</id><published>2009-12-19T11:42:00.002+07:00</published><updated>2009-12-19T11:46:05.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Ketidakpercayaan terhadap Para Pengadil</title><content type='html'>Dimuat di Harian Seputar Indonesia, Sabtu, 19 December 2009.&lt;br /&gt;Baca &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/291334/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANYAK orang yang kecewa, tak sedikit pula yang kesal terhadap para pengadil,jaksa,dan polisi.Rakyat telah antipati kepada mereka karena adanya ketidakadilan yang dirasakan dan dilihat sendiri oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat menjadi masa bodoh dengan keadilan karena sang pengadil itu sendiri tidak pernah bisa memberikan keadilan bagi setiap masyarakat. Sebagai seorang masyarakat yang tidak terlalu mengerti masalah hukum, saya pribadi memandang masalah ini dari sisi kemanusiaan, keadilan, dan ekonomi.Ketika ada orang yang tidak bersalah lantas diberi hukuman yang tidak sesuai,apa yang akan kita rasakan? Hal senada juga terjadi ketika orang yang seharusnya menjadi pengadil di negeri ini terbukti bersalah, tetapi apa daya hukuman yang diterimanya tak sebanding dengan perbuatan yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan terlalu ribut mempermasalahkan masalah peradilan di Indonesia,tetapi akan lebih mengkritisi efek ketidakadilan ini dihubungkan dengan aspek ekonomi. Sebuah ketidakpastian (uncertainty) dalam hukum mengakibatkan adanya kemungkinan kesalahan dan ketidakjelasan dalam hukum.Pelaku ekonomi akan memperoleh dampak yang begitu buruk apabila terjadi ketidakpastian dalam peraturan serta peradilan di Indonesia. Hal ini dikarenakan untuk melakukan sebuah usaha ataupun membangun sebuah perusahaan dan berinvestasi di suatu tempat, kepastian hukum merupakan sebuah kewajiban yang mutlak dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada alasan bagi para investor untuk berinvestasi di suatu tempat jika tidak mempunyai payung hukum yang jelas walaupun daerah tersebut mempunyai prospek yang cerah. Sudah saatnya bagi kita semua untuk memperbaiki sistem peradilan di negeri ini. Semakin berlarut-larutnya ketidakadilan dalam penegakan hukum justru akan memperburuk citra Indonesia.Tidak usah jauh-jauh memikirkan pandangan asing kepada kita.Bangsa sendiri,bahkan rakyat pun tidak menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap negara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi buruk ini akan berpengaruh secara signifikan bagi perekonomian Indonesia. Kita butuh kepastian dalam sistem peradilan negara. Kita menginginkan adanya keadilan dalam setiap keputusan yang dibuat. Negeri ini wajib memiliki para penegak hukum yang adil. Semakin lama kita berputar-putar mengurusi masalah ini,akan selama itu pula negeri ini bangkit untuk dapat mengatasi ketertinggalannya. Wahai para pemimpin bangsa dan para pengadil, kita tidak butuh pemimpin yang gagah dan jago dalam berpidato.Namun kita membutuhkan pemimpin yang konkret dalam memimpin negeri ini dan adil dalam setiap keputusan yang diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak butuh pemimpin yang hanya mementingkan pencitraan karena yang dibutuhkan rakyat hanyalah pemimpin yang benar-benar bertindak demi kemaslahatan bersama.Kita belum terlambat dan cita-cita ini harus bisa kita capai secepat mungkin.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Peneliti di BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1589073852298714541?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1589073852298714541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1589073852298714541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1589073852298714541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1589073852298714541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/12/ketidakpercayaan-terhadap-para-pengadil.html' title='Ketidakpercayaan terhadap Para Pengadil'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3030499224506593562</id><published>2009-12-14T14:24:00.002+07:00</published><updated>2009-12-14T14:28:08.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biography'/><title type='text'>RIP Paul Samuelson</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SyXov2IL4PI/AAAAAAAAAEQ/OHdhDnnA_5o/s1600-h/samuelson.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SyXov2IL4PI/AAAAAAAAAEQ/OHdhDnnA_5o/s320/samuelson.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414990035664232690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SyXovrF0ANI/AAAAAAAAAEI/pItq4Nduun4/s1600-h/PaulSamuelson.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SyXovrF0ANI/AAAAAAAAAEI/pItq4Nduun4/s320/PaulSamuelson.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414990032701489362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Prof Samuelson,semoga tenang disana. Kami akan selalu mengenang &lt;a href="http://www.nytimes.com/2009/12/14/business/economy/14samuelson.html?_r=1&amp;amp;ref=business&amp;amp;pagewanted=all"&gt;jas&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.nytimes.com/2009/12/14/business/economy/14samuelson.html?_r=1&amp;amp;ref=business&amp;amp;pagewanted=all"&gt;amu&lt;/a&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SyXovXYYKII/AAAAAAAAAEA/7dMygvMaOKA/s1600-h/image-5_4PaulSamuelson.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SyXovXYYKII/AAAAAAAAAEA/7dMygvMaOKA/s320/image-5_4PaulSamuelson.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414990027410647170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3030499224506593562?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3030499224506593562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3030499224506593562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3030499224506593562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3030499224506593562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/12/rip-paul-samuelson.html' title='RIP Paul Samuelson'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SyXov2IL4PI/AAAAAAAAAEQ/OHdhDnnA_5o/s72-c/samuelson.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-6369135394045151861</id><published>2009-12-02T23:20:00.003+07:00</published><updated>2009-12-02T23:39:43.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movienomics'/><title type='text'>Film 2012: Sebuah Review Ekonomi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SxaYMbVtUhI/AAAAAAAAAD4/S64ZJBGNu7w/s1600-h/2012_movie_poster2a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 228px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SxaYMbVtUhI/AAAAAAAAAD4/S64ZJBGNu7w/s320/2012_movie_poster2a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410679341596889618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkesan aneh, review ekonomi tentang suatu film. Apalagi filmnya tentang kiamat. Kita disini tidak akan bahas berapa penjualan serta biaya produksi, namun lebih melihat perilaku-perilaku ekonomi yang terjadi selama film ini diputar. Sebagai penggemar film, saya akui film 2012 bisa dikategorikan sebagai film yang standar. Mungkin isu tentang prediksi kaum maya lebih menarik untuk didengarkan ketimbang film ini. Terlalu lama dan monoton serta terlalu amerika. Banyak adegan-adegan yang tidak mempengaruhi cerita, apalagi detik-detik akhir di kapal yang terlalu dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Didalam kacamata saya &lt;/span&gt;pribadi ada beberapa poin penting yang seharusnya bisa kita cermati lebih mendalam. (1) Dunia ini hanya dimiliki oleh negara-negara kaya, hal ini terbukti dengan pengaruh G-8, China dan India yang begitu besar. Negara-negara yang mempunyai GDP yang begitu besar, pertumbuhan ekonomi yang begitu pesar dan perekonomian yang berjalan baik. Ketiga kelompok tersebut yang dianggap mewakili suara dunia. Sehingga apa yang dikatakan oleh Amerika mencerminkan pemikiran seluruh masyarakat dunia. (2) Hanya orang kaya yang bisa selamat, karena biaya satu seat di kapal nuh versi modern tersebut sebesar 1 miliar dolar. Kalau begitu, apa yang dikatakan oleh Karl Marx benar, dengan adanya uang, kekuasaan akan mudah didapatkan. Lantas bagaimana kelangsungan hidup orang-orang yang berada pada tarif kemiskinan, apakah hidup ini cuma ditangan uang semata. Bagaiman nasib orang Indonesia yang sudah pasti tidak memiliki uang sebanyak itu. (3) Transaction cost untuk menyelamatkan diri yang begitu besar. Kita bisa lihat, hanya untuk menyelamatkan orang-orang besar, para pemimpin negara rela menghabisi orang-orang yang diindikasikan bakal membocorkan rahasia kiamat. Orang yang akan menyelamatkan diri pun mempunyai biaya transaksi yang bakal lebih tinggi, karena tujuan penyelamatan ada di China. Biaya transaksi ke China serta ancaman kematian juga menyebabkan transaction costnya semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak yang bisa kita lihat dari film 2012, tapi ada satu hal yang harus kita perhatikan. Film ini terlalu mendiskreditkan negara yang termasuk kedalam dunia ketiga. Negara-negara kelas menengah dianggap bukan bagian dari dunia. Lantas bagaimanakah nasib orang-orang yang seharusnya dipertahankan karena kemampuan mereka, sedangkan mereka tidak mempunyai uang sebanyak itu. Terakhir jelas sekali bahwa uang merupakan faktor dominan untuk bisa mempertahankan hidup. Tanpa uang, maka kita tinggal menunggu akhir dari hidup yang singkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian analisanya, mudah-mudahan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-6369135394045151861?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/6369135394045151861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=6369135394045151861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6369135394045151861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6369135394045151861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/12/film-2012-sebuah-review-ekonomi.html' title='Film 2012: Sebuah Review Ekonomi'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SxaYMbVtUhI/AAAAAAAAAD4/S64ZJBGNu7w/s72-c/2012_movie_poster2a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-199698180906426239</id><published>2009-11-03T21:11:00.003+07:00</published><updated>2009-11-03T21:27:13.772+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><title type='text'>Apakah Orang Kaya = Orang Sehat ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika hidup, orang-orang akan selalu berusaha untuk mendapatkan utilitas maksimum. Bisa dengan cara mendapatkan pendapatan setinggi-tingginya, menjadi pemimpin pada suatu komunitas, menjadi orang yang paling keren diantara semua orang serta menjadi orang yang paling sehat. Hal ini merupakan kodrat manusia yang sejatinya mementingkan self interest mereka sendiri. Manusia juga akan selalu bermimpi dan berusaha untuk mencapai kepuasan maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin ini saya baru belajar kembali teori uncertainty vs risk dan membahas masalah risk averse (orang yang memilih suatu keadaan yang lebih pasti dibandingkan suatu kejadian yang belum pasti). Ketika seseorang diberikan asuransi apakah orang yang risk averse atau risk lover yang mesti dikasih asuransi? Jawabannya adalah orang-orang yang risk averse, orang-orang yang lebih memilih kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lantas&lt;/span&gt; saya sempat berpikir, apakah orang kaya akan sehat dan apakah orang yang sederhana atau kurang mampu akan menjadi orang-orang yang tidak sehat. Saya menjawab tidak. Kebanyakan orang-orang kaya adalah orang yang paling banyak menghabiskan uang mereka untuk membiayai biaya pengobatan. Hal ini dikarenakan ketika dulu mereka masih bekerja, orang-orang tersebut sama sekali tidak mempunyai waktu untuk berolahraga, istirahat yang cukup. Apalagi kebanyakan orang-orang kaya tersebut akan mengkonsumsi makanan yang kurang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kebalikannya? Apakah orang miskin atau kelompok menengah kebawah akan menjadi orang yang kurang sehat? Saya menjawab tidak, justru orang-orang yang berada pada kelompok ini adalah orang-orang yang mempunyai kondisi kesehatan yang sangat bagus. Kenapa begitu? Karena mereka mempunyai kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan tubuh. Walaupun kualitas makanan yang mereka makan tidak sebagus makanan orang kaya, namun orang-orang ini mengkonsumsi makanan yang jauh dari pengawet serta bahan-bahan kimia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, ketika ditanya apakah orang kaya akan menjadi orang-orang yang sehat. Jawabannya adalah tidak karena tergantung cara hidup mereka ketika mengumpulkan kekayaan. Begitu juga sebaliknya, apakah orang miskin akan selalu menjadi penyakitan? Jawabanny adalah tidak tentu, karena orang-orang seperti ini bisa jadi lebih selektif atau tidak punya pilihan dalam mengkonsumsi makanan dan akibatnya makanan yang mereka makan ujung-ujungnya adalah makanan sehat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-199698180906426239?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/199698180906426239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=199698180906426239' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/199698180906426239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/199698180906426239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/11/apakah-orang-kaya-orang-sehat.html' title='Apakah Orang Kaya = Orang Sehat ?'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2106550105008321936</id><published>2009-10-30T11:43:00.002+07:00</published><updated>2009-11-03T21:31:02.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Peran Pemuda dalam Pembangunan Indonesia</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia Jumat, 30/10/2009&lt;br /&gt;bisa dibaca &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/280390/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA terlahir dari pemikiran para pemuda yang begitu cinta terhadap negeri mereka sendiri. Mereka merupakan tokoh-tokoh muda yang berasal dari kalangan intelektual dan terdidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan serta integritas mereka tidak usah kita ragukan lagi. Di saat para pemuda memikirkan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia dengan cara radikal, para tokoh muda seperi Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, dan berbagai pemuda lain bergerak sambil belajar. Mereka semua belajar semaksimal mungkin dan ketika telah lulus mengaplikasikan semua yang diperoleh di kampus pada kehidupan nyata. Itulah alasan kenapa pada zaman tersebut lahir generasi emas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang benar-benar berkualitas serta mencintai Tanah Air mereka. Para pelopor pembangunan tersebut yang membuat Indonesia bisa terlepas dari jajahan asing. Era Orde Baru juga diisi oleh para pemuda yang sangat brilian.Pemudapemuda Indonesia yang berbakat dikirim untuk mengenyam pendidikan di luar negeri.Amerika dan Belanda menjadi tujuan utama para pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari kuliah ,mereka ditarik untuk mengisi pos-pos strategis untuk mengembangkan pembangunan Indonesia dan terkenal sebagai “Mafia Berkeley”yang menjadi maestro pembangunan Indonesia. Suatu ketika di kelas Prof Emil Salim, teman saya bertanya, ”Apa langkah konkret yang bisa dilakukan mahasiswa untuk membangun Indonesia?”Beliau menjawab,“Belajar setinggi-tingginya dan buatlah sebuah pemikiran baru yang segar sehingga ide tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangun negeri ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah saran Prof Emil yang dulu juga menjadi salah satu tokoh muda yang berperan penting dalam pembangunan Indonesia. Belajar setinggi-tingginya dan implementasikan ilmu yang telah kita dapatkan demi kemajuan Indonesia. Sayangnya realitas di Indonesia berkata lain,penduduk Indonesia yang mengecap pendidikan tinggi begitu rendah. Hanya 15% dari penduduk Indonesia yang mengecap pendidikan tinggi setingkat diploma atau sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan Korea Selatan,angka partisipasi dalam perguruan tinggi mereka mencapai 30%. Melihat kondisi ini kita tentu menjadi sangat prihatin karena para pemuda yang seharusnya memanfaatkan waktunya untuk menuntut ilmu malah tidak bisa mengecap pendidikan. Modal dasar pemuda dalam pembangunan Indonesia adalah intelektualitas mereka.Pemuda memiliki ide-ide yang segar dan baru,sebuah pemikiran yang memang menjadi identitas dan ciri khas para pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan sulit untuk melihat ide-ide aneh dari golongan tua ketika kita menanyakan pendapat mereka tentang proses pembangunan Indonesia.Karena tiap generasi akan mempunyai cara berpikir yang berbeda serta kondisi yang berbeda. Ketika pemuda nantinya telah dibekali pendidikan yang bagus, kita tentu berharap mereka semua tidak lupa untuk berkontribusi di negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebanyakan terjadi kondisi di mana para pemuda lupa akan negerinya ketika telah menjadi orang pintar.Lebih memilih menjadi pembantu asing daripada mengabdi untuk bangsa. Memang masalah sistem yang buruk menjadi alasan mereka, tetapi kalau kita ingin mengabdi untuk negara,hal-hal seperti itu harus dipinggirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya mahasiswa yang baik adalah mereka yang tidak mengabaikan nilai-nilai akademis mereka.Tidak harus menjadi yang terpintar, tetapi menjadi mereka yang terkaya dengan ilmu. Menjadi pemuda yang paling lengkap bahan bacaannya serta menjadi pemuda yang paling tinggi kepekaannya terhadap kondisi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi emas itu akan muncul ketika semua orang tua telah menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anakanak mereka serta telah terpatri di dalam hati setiap pemuda Indonesia. Selamat berjuang pemuda Indonesia!(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan&lt;br /&gt;Peneliti di BO Economica FEUI   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2106550105008321936?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2106550105008321936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2106550105008321936' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2106550105008321936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2106550105008321936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/10/peran-pemuda-dalam-pembangunan.html' title='Peran Pemuda dalam Pembangunan Indonesia'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-792446238650248938</id><published>2009-10-24T03:29:00.001+07:00</published><updated>2009-10-24T03:31:23.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Harapan Kita di Pundak Mereka</title><content type='html'>Terbit di Harian Seputar Indonesia, Sabtu 24 Oktober 2009&lt;br /&gt;Baca &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/279153/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;TIDAK terasa pemerintahan baru Presiden SBY dengan Wakil Presiden Boediono telah dimulai. Pelantikan yang dihadiri para anggota MPR serta pemimpin negara sahabat diwarnai dengan sedikit “hiburan” dari Ketua MPR kita Taufik Kiemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua,pemerintahan baru ini memangku kepercayaan yang begitu besar dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan perolehan suara yang mencapai 60%, maka ada sekitar 60% rakyat Indonesia yang percaya dengan kemampuan pasangan ini. Perangkat pemerintahan telah mulai disusun oleh pasangan ini. Semenjak hari Sabtu, 17 Oktober 2009 hingga satu hari sebelum pelantikan,SBY dan Boediono masih memanggil orang-orang yang dikira mampu untuk bersama-sama bekerja memperbaiki kondisi negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kritik yang disampaikan oleh banyak pihak, kita harus memaklumi pilihan yang diambil Presiden. Siapa yang bakal mengisi pos menteri merupakan hak prerogatif Presiden yang tidak bisa kita tolak.Karena sebuah pemerintahan yang baik tentu harus diawali dengan kepercayaan dari segala pihak.Tanpa adanya kepercayaan tersebut akan menjadi sebuah tugas yang begitu berat bagi pemerintah untuk bisa menjalankan tugas mereka. Ada banyak asa dan harapan di balik pengumuman para menteri bari. Banyak pihak,bahkan hampir seluruh rakyat,berharap terjadi perubahan di tangan para menteri yang baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan yang lebih baik dan kesejahteraan yang semakin meningkat, itulah poin pokok yang begitu didambakan rakyat terhadap pemerintahan yang baru ini, khususnya kepada para menteri. Kebijakan-kebijakan hebat dan brilian para menteri sedang ditunggutunggu rakyat dan juga pasar. Rakyat tidak mempersoalkan masalah pembagian kekuasaan dan bagi-bagi kue yang mereka sendiri tidak terlalu memusingkannya.Mereka hanya menginginkan para menteri ini benarbenar ingin melayani negara dan rakyat.Tidak ada lagi para pejabat korup dan mendahulukan kepentingan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka di sana dipilih bukan untuk mengayomi partai dan sebagai wakil partai.Namun mereka berdiri di sana sebagai putra-putri terbaik bangsa. Reaksi pasar juga penting kita perhatikan menyangkut para menteri yang akan menjabat nantinya. Respons pasar yang positif tentu akan menghasilkan perekonomian yang bagus dan peningkatan nilai investasi.Jangan sampai begitu ada pengumuman menteri,pasar malah bereaksi negatif dan membuat perekonomian menjadi lesu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya dibutuhkan semangat dan keyakinan yang begitu besar dari para menteri untuk membuktikan bahwa mereka memang pantas untuk memangku amanah yang begitu berat ini. Sebagai wakil rakyat yang mengharapkan sebuah perbaikan kehidupan, kami hanya mengamanahkan secercah asa dan harapan di pundak para menteri. Harapan ini mungkin terkesan kecil dan tidak begitu penting, namun ini menyangkut keinginan 220 juta rakyat Indonesia yang menginginkan negara ini menjadi contoh bagi negara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan agar kehidupan di Indonesia menjadi lebih baik dan sebuah keyakinan bahwa dengan pemerintahan yang baru disertai dengan semangat baru,Indonesia akan menemukan keperkasaannya.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Peneliti di BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-792446238650248938?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/792446238650248938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=792446238650248938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/792446238650248938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/792446238650248938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/10/harapan-kita-di-pundak-mereka.html' title='Harapan Kita di Pundak Mereka'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8698809889229146042</id><published>2009-10-21T20:20:00.003+07:00</published><updated>2009-10-21T20:31:12.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Kabinet Masuk Angin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingar bingar siapa yang akan mengisi kabinet Indonesia Bersatu jilid II sebentar lagi akan kita ketahui. Siapa saja yang akan mengemban amanah kementrian dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Kita lihat saja sepak terjang mereka. Setiap kali presiden berencana mengumumkan menteri-menteri yang akan menjabat banyak sekali pro kontra yang muncul di masyarakat. Ada saja pihak yang tidak puas dan kurang menyetujui pilihan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sejauh ini tidak ingin berkomentar banyak, apalagi mengenai kualitas para calon menteri tersebut. Karena kita juga harus percaya bahwa presiden tentunya tidak akan sembarangan memilih orang-orang yang akan membantu beliau lima tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu hal yang saya kritisi adalah usia para calon menteri. Rata-rata para menteri yang akan menjabat mendatang berusia diatas 48 tahun dan kebanyakan berumur 50 tahun keatas. Melihat hal ini saya merasa sangat miris. Presiden sepertinya tidak memikirkan kaderisasi kepemimpinan demi menyambut pilpres 2014. Memang hal tersebut bukan tanggung jawab presiden, namun ketika kita terlalu berharap banyak terhadap orangtua, kondisi yang akan kita temui adalah banyaknya menteri yang masuk angin. Sudah terlalu uzur dan tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal inilah yang membuat saya sangat miris. Dengan komposisi orang uzur yang banyak maka semangat kabinet mendatang tidak sesuai dengan semangat yang kita harapkan. Andaikan presiden memilih kabinet yang berasal dari golongan muda, tanpa melakukan dikotomi terhadap umur, kita tentunya akan menemui kabinet yang lebih semangat dan optimis yang membuncah. Yah, mungkin saja ini cuma sekedar kecemasan dan semoga tidak sampai terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8698809889229146042?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8698809889229146042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8698809889229146042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8698809889229146042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8698809889229146042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/10/kabinet-masuk-angin.html' title='Kabinet Masuk Angin'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-567512496845257561</id><published>2009-10-03T13:42:00.002+07:00</published><updated>2009-10-03T13:52:49.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Country'/><title type='text'>Gempa di Ranah Minang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"30 September 2009, hari itu tanah kelahiranku diguncang oleh sebuah kekuatan alam. Gempa berkekuatan 7.6 skala richter itu menggoncang kampungku, tempat aku besar, tempat aku menghabiskan sebagian besar masa kecilku. Banyak rumah yang roboh, ruko-ruko ambruk, kebakaran dimana-mana, listrik yang padam, telekomunikasi yang terganggu, akses jalan yang terhambat dan susahnya mendapatkan air bersih menjadi kondisi yang harus dihadapi oleh mereka yang sedang berada disana.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya sebagian kecil dari rasa sedih yang begitu mendalam dari seorang perantau yang belum bisa memberikan sebuah sumbangsih nyata bagi kampungnya. Sekarang yang hanya bisa saya lakukan adalah mengumpulkan bantuan sebanyak mungkin dan langsung mengirimkan bantuan dalam bentuk barang bagi orang-orang yang sedang kesusahan disana. Mereka butuh air bersih, pakaian dalam, pembalut wanita, obat-obatan, penerangan, susu anak, makanan untuk orang dewasa dan anak, jaringan telekomunikasi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban yang semakin bertambah membuat kami disini menjadi sangat was-was, walaupun keluarga alhamdulillah tidak berkurang sedikit pun, namun orang-orang disekitar kami yang masih terhimpit bangunan, masih berada dalam kegelapan dan masih tidur beralaskan beton dan tanah yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu menjaga negeri kita dari segala bencana. Bagi saudara-saudara di Padang, jadikan ini sebagai pelecut semangat kita untuk semakin bangkit dan maju. Buktikan bahwa kita bisa kembali membuktikan bahwa Ranah Minang berisi orang-orang yang hebat yang bisa bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-567512496845257561?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/567512496845257561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=567512496845257561' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/567512496845257561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/567512496845257561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/10/gempa-di-ranah-minang.html' title='Gempa di Ranah Minang'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-6694291157927416284</id><published>2009-09-30T21:59:00.002+07:00</published><updated>2009-09-30T22:03:37.898+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Vacation Relaxation</title><content type='html'>Check this picture, it tell us about our activities when holiday came. You can also check in &lt;a href="http://www.phdcomics.com/comics/archive.php?comicid=1231"&gt;PhD Comics&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SsNzJwDEf-I/AAAAAAAAADw/m7lNXva2IFs/s1600-h/phd092809s.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 205px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SsNzJwDEf-I/AAAAAAAAADw/m7lNXva2IFs/s320/phd092809s.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387276190619041762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-6694291157927416284?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/6694291157927416284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=6694291157927416284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6694291157927416284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6694291157927416284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/vacation-relaxation.html' title='Vacation Relaxation'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SsNzJwDEf-I/AAAAAAAAADw/m7lNXva2IFs/s72-c/phd092809s.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-175414947803662710</id><published>2009-09-30T10:49:00.003+07:00</published><updated>2009-09-30T11:24:41.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Efek Ekonomi "Matinya" KPK</title><content type='html'>Dimuat di Harian Seputar Indonesia Rabu 30/09/09. &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/273030/"&gt;Baca disini &lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUNGGUH menyedihkan ketika kita melihat sebuah lembaga pemberantasan korupsi di Indonesia justru dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah konspirasi yang mematikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat kegiatan KPK menjadi sangat terhambat,bahkan bisa dibilang berhenti dalam waktu yang tidak kita ketahui akan sampai kapan. Matinya KPK membuat banyak orang menjadi kecewa akan upaya pemberantasan korupsi yang selama ini diandalkan oleh banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya masalah ini menyebabkan hasrat pemerintah untuk memberangus tindak korupsi sepertinya harus ditahan terlebih dulu. Dimulai dari penangkapan Ketua KPK Antasari Azhar hingga penetapan tersangka terhadap dua wakil ketua,Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, terkesan sebagai upaya mencari-cari alasan untuk menghabisi KPK.Tuduhan yang dibuat-buat serta tidak konsistennya tindakan Polri juga membuat banyak orang merasa aneh dengan kondisi ini.Apalagi ada sebuah pertarungan “Cicak vs Buaya”yang ditengarai membuat Polri berusaha menunjukkan keperkasaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selama ini orang memandang dampak hukum dari masalah ini,ada baiknya kita mencoba melihat akibat dari kasus ini terhadap kondisi ekonomi Indonesia.Ketika KPK melemah,secara otomatis tindak korupsi akan kembali menggerogoti negara ini.Tidak akan ada keraguan bagi mereka untuk melakukan praktik haram tersebut.Kepercayaan investor akan merosot tajam karena mereka terhadang ekonomi biaya tinggi. Ketika tidak ada lembaga yang mengawasi berbagai praktik korupsi,tentunya akan mempermudah orang-orang untuk melakukan pemerasan terhadap para investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Birokrasi akan semakin lama dan izin berusaha di Indonesia akan semakin sulit diurus karena adanya oknum yang berusaha memanfaatkan para investor.Akibatnya orang menjadi enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Implikasinya adalah perekonomian kita tidak bisa berjalan dengan baik karena tidak adanya uang yang bisa diputarkan. Masalah kepastian hukum juga menjadi salah satu alasan bagi para investor untuk mengurungkan niatnya berinvestasi di Indonesia.Semakin bagus dan jelas sistem hukum di suatu negara,akan semakin baik perekonomiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang ditakutkan apabila KPK tidak bisa lagi menjadi lembaga yang mampu mengawasi tindak tanduk korupsi di negara ini. KPK tidak harus menjadi lembaga superbody dan audit terhadap KPK juga harus selalu dilakukan biar terjaganya stabilitas negeri ini. Bagaimanapun, jelas keberadaan KPK akan membuat tingkat korupsi di Indonesia semakin berkurang.Orang-orang menjadi takut untuk korupsi. Sistem birokrasi kita juga akan semakin bagus karena selalu ada lembaga yang mengawasi berjalannya kegiatan-kegiatan strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek terhadap ekonomi juga penting kita perhatikan mengingat perjuangan kita untuk bisa bertahan di situasi yang sangat genting ini.Hilangkanlah ego dan nafsu pribadi para pembesar negeri ini agar negeri ini bisa bangkit dan tidak terpuruk.Kalau bukan kita yang bertindak,siapa lagi?(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Peneliti BO Economica FEUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-175414947803662710?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/175414947803662710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=175414947803662710' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/175414947803662710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/175414947803662710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/efek-ekonomi-matinya-kpk.html' title='Efek Ekonomi &quot;Matinya&quot; KPK'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-7967955202353228363</id><published>2009-09-24T19:34:00.002+07:00</published><updated>2009-09-24T19:38:17.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><title type='text'>Sedikit Pencerahan ECON 1001</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep Supply Demand terlihat simpel, namun sebenarnya ada suatu hal yang rumit dibalik permintaan dan penawaran tersebut. Cafe Hayek membahas konsep ini lebih dalam lagi dan mengungkap berbagai tabir yang terkandung didalam konsep dasar ekonomi ini. &lt;a href="http://cafehayek.com/2009/09/the-mystery-of-supply-and-demand.html"&gt;Selamat membaca.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-7967955202353228363?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/7967955202353228363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=7967955202353228363' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7967955202353228363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7967955202353228363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/sedikit-pencerahan-econ-1001.html' title='Sedikit Pencerahan ECON 1001'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-412189557683617552</id><published>2009-09-14T15:02:00.003+07:00</published><updated>2009-10-03T13:54:01.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Country'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Jawaban untuk Saudara Ahmad Mikail</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi ini, 14/09/09 sekitar pukul 05.18 seorang teman yang bernama Ahmad Mikail mengirimkan sebuah pesan ke Handphone saya. Mahasiswa ilmu ekonomi FEUI yang kebetulan satu angkatan dengan saya mempertanyakan kenapa kondisi ini begitu memprihatinkan sekarang ini. Kira-kira berikut petikan smsnya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Gw Ahmad Mikail mahasiswa FEUI. Yang katanya fakultas ekonomi terhebat di Indonesia. Gw mw bertanya ke sahabat-sahabatku tercinta. Ada apa dengan Indonesia ya? Kita punya presiden hebat tamatan luar negeri, punya menteri ekonomi hebat tamatan Amerika!! Orang2 pintar diatas sana bilang ekonomi kita baik!! Indikator ekonomi semua baik. Tapi saya mau bertanya keteman2, saya mahasiswa bodoh yang kurang IPnya. Kalo ada temen2 yg mengaku pintar harap menjawab pertanyaan saya. Kenapa saya aja yang berasal dari keluarga menengah ke bawah, begitu sulit menghadapi perekonomian? Daging naik semua harga naik tapi uang begitu susah didapat. Semua ibu2 menjerit!! Sekali lagi kami benar2 tidak merasakan hidup yang lebih baik. Harap sahabatku bisa memberi jawaban terimakasih.....&lt;/blockquote&gt;Itulah sms yang saya terima tadi pagi dan saat ini saya berusaha untuk menjawab pertanyaannya. Secara statistik benar bahwa perekonomia kita mengalami pertumbuhan yang sangat bagus. The Economist edisi 12 September 2009 menyebutkan Indonesia telah berhasil melalui krisis kelam dan menuju kepada sebuah kesempatan emas bagi perkembangan negara ini. Baik dari segi ekonomi, sosial, politik, dsb. Laporan sebanyak empat belas halaman ini memperlihatkan kondisi dan pencapaian yang telah dicapai oleh Indonesia selama 11 tahun belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara statistik kita memang tumbuh dan mengalami kemajuan. Namun kenapa masih banyak orang yang mengalami kemiskinan, harga-harga kebutuhan pokok meningkat, sedangkan pendapatan tidak mengalami perubahan? Menurut hemat saya adalah pendekatan yang digunakan selama ini lebih fokus kepada aspek "makro". Sedangkan tidak semua hal bisa diselesaikan dengan cara seperti itu. Kita harus memandang masalah-masalah ini secara kasat mata. Membedahnya secara satu persatu tanpa mengabaikan beberapa kondisi yang menyertainya. Maka tidak heran jika ketika pertumbuhan ekonomi tinggi namun masih banyak orang miskin. Karena pendekatan yang dilakukan sudah salah. Itulah yang disampaikan oleh Wapres terpilih 2004-2009 Prof Boediono dalam bukunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ekonomi Indonesia, Mau ke Mana?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia tidak bisa disamakan dengan Pulau Jawa, cara pembangunannya juga tidak bisa disamakan antara daerah Jawa dengan Irian. Itulah kenapa kalau setiap kali pemerintah melakukan publikasi keberhasilan kerja pemerintah, daerah-daerha selain pulau Jawa masih mengalami kondisi yang memprihatinkan. Pemerintah seharusnya mengubah cara pembangunan yang berbasiskan Continental ke arah pembangunan Archipelago. Indonesia mempunyai spesifikasi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kita kedepan adalah belajar sebaik mungkin dan memastikan bahwa ketika nanti kita diamanahkan untuk memegang posisi penting di negeri ini, kita minimal tahu bahwa Indonesia tidak bisa diperlakukan seperti negara luar. Indonesia mempunyai caranya sendiri untuk bangun dan tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-412189557683617552?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/412189557683617552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=412189557683617552' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/412189557683617552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/412189557683617552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/jawaban-untuk-saudara-ahmad-mikail.html' title='Jawaban untuk Saudara Ahmad Mikail'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8921771653577062616</id><published>2009-09-12T14:03:00.001+07:00</published><updated>2009-09-12T14:05:30.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Tidak Sekedar Berteriak</title><content type='html'>Terbit di harian Seputar-Indonesia Sabtu 12/09/09. Bisa baca &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/269604/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEMO,mungkin itulah kata-kata yang sering terlintas di kepala tiap orang bila mendengar nama mahasiswa. Membuat kemacetan, memberikan gangguan secara tidak langsung terhadap orang-orang di sekitar, serta membuat suasana menjadi tidak kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stigma seperti ini selalu ditujukan kepada mahasiswa yang dikenal sebagai komponen masyarakat yang sangat sulit untuk diatur.Sejarah mencatat bahwa mahasiswa pada tiap periode dan zaman memiliki posisi yang sangat penting dalam berjalannya sebuah sistem tata negara. Dalam ilmu ekonomi ada sebutan makhluk ekonomi, makhluk yang bertindak untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka.Mahasiswa mendapatkan sebuah sebutan yang sangat agung dalam tatanan kenegaraan.Mahasiswa disebut sebagai agent of change,sosok yang bisa memberikan suatu hal yang baru pada stabilisasi pemerintahan dalam suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa era milenium ini seharusnya menjadi pionir dan contoh bagi setiap elemen masyarakat.Mereka harus selalu bisa memberikan suatu hal yang baru dan segar.Sesuai dengan nama yang diberikan oleh masyarakat sebagai agent of change, mahasiswa harus memberikan sebuah pemikiran yang kreatif dan cerdas.Menawarkan sebuah konsep yang tidak mengawang dan mengambang,tetapi memberikan sebuah penyelesaian yang konkret. Itulah esensi mahasiswa era milenium ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan demo dan berteriak- teriak yang tidak jelas ujung pangkalnya seharusnya mulai dikurangi. Buat apa berteriak di bawah terik matahari jika pada akhirnya tidak ada orang yang respek terhadap apa yang kita perjuangkan? Masyarakat lebih memandang para mahasiswa sebagai pembuat keonaran.Bukan sebagai pemberi rasa aman dan kepastian bagi masyarakat sekitar. Era demonstrasi yang anarkis sebaiknya dikurangi secara perlahan. Mungkin tidak dihilangkan secara drastis, tetapi setidaknya ada cara penyampaian dan pengawasan yang lebih elegan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi benteng terakhir dan tempat berharapnya rakyat agar pemerintahan bisa terus dijaga. Setiap tindak tanduk yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pada akhirnya akan dinilai oleh para mahasiswa. Mereka akan mengatakan salah ketika merasa ada suatu kejanggalan dalam sebuah kebijakan dan tentunya akan memberikan apresiasi bagi pemerintah jika melakukan sebuah hal yang brilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, era gerakan mahasiswa yang cuma mengandalkan fisik sebaiknya tidak terlalu diagung-agungkan lagi. Buat apa menuntut pemerintah kalau isi kepala ini kosong melompong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa hendaknya menjadi orang yang banyak berpikir dan memberikan sebuah kontribusi yang nyata terhadap pengawasan pemerintah serta menawarkan suatu ide yang brilian hingga pada akhirnya orang-orang akan semakin sadar dan mengetahui bahwa sebenarnya mahasiswa bukan lagi menjadi orang yang suka berdemo,mengganggu kenyamanan lalu lintas,dan memberikan rasa takut kepada orang sekitar.Rakyat menjadi tahu bahwa mahasiswa telah menjadi orang yang tidak hanya berteriak di tepi jalan.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia dan Peneliti di BO Economica&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8921771653577062616?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8921771653577062616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8921771653577062616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8921771653577062616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8921771653577062616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/tidak-sekedar-berteriak.html' title='Tidak Sekedar Berteriak'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-570475148219333987</id><published>2009-09-11T23:23:00.002+07:00</published><updated>2009-09-11T23:38:46.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foreign'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anarkisme'/><title type='text'>9/11</title><content type='html'>Genap delapan tahun sudah dunia melewati peristiwa yang begitu mengguncang Amerika dan seluruh dunia. Menara kembar World Trade Centre dihantam oleh dua pesawat komersil Amerika. Banyak korban jiwa akibat peristiwa ini dan dunia pun mengecam dan mengutuk keras serangan teroris ini. Sudah delapan tahun dan sudah banyak kejadian dan implikasi dari peristiwa yang terkenal dengan 9/11 ini. Penyerangan afghanistan dan taliban karena diduga kuat sebagai pelindung otak pelaku tindakan teroris tersebut, Osama bin Laden. Irak yang diserang karena ada dugaan mereka memiliki senjata nuklir. Ada organisasi yang bernama Al-Qaeda dan begitu banyak derivasi dari organisasi ini. Serta timbulnya tren bom bunuh diri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa diatas timbul setelah kejadian 9/11. Entah itu berhubungan langsung atau tidak, tetapi peristiwa tersebut sedikit banyaknya dipengaruhi oleh rasa was-was dan kebencian yang mendalam terhadap teroris. Sayangnya, para teroris yang dimusuhi tersebut kebanyakan berasal dari agama yang begitu mengagungkan cinta damai kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah delapan tahun peristiwa ini terjadi, namun yang namanya Osama bin Laden sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya. Pada akhirnya membuat banyak orang berpikir, apakah ini hanya sekedar konspirasi AS untuk menjelek-jelekkan islam. Sekedar kedok AS untuk bisa melancarkan serangan dan agresi di Afghanistan dan Irak. Menjadi mereka mempunyai hak untuk menyebut Iran, Suriah, Libya dan Korut sebagai lingkaran setan yang harus dibumihanguskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kembali buku John Perkins, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Confession of Economic Hit Man,&lt;/span&gt; saya malah beranggapan bahwa ini semua hanya akal AS untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka semata. Krisis minyak yang akan mereka hadapi bisa jadi menjadi salah satu alasannya. Sebuah teori yang rumit dan kejadian yang menumbuhkan rasa iba bagi setiap orang dijadikan pembenaran bagi mereka untuk menyerang negara yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata pemusnah masal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pandangan yang belum bisa dibuktikan kesahihannya, namun saya menjadi sangat penasaran. Kenapa sampai sekarang Osama bin Laden tidak bisa ditangkap dan diketahui keberadaannya. Apakah karena kedekatan keluarga Bush dan keluarga Bin Laden? Karena kedua keluarga mempunyai kerjasama minyak? Atau apa? Kapan pertanyaan tersebut bakal terjawab? kita tidak akan tahu dan mungkin ini hanya akan menjadi misteri dalam sejarah peradaban dunia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-570475148219333987?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/570475148219333987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=570475148219333987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/570475148219333987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/570475148219333987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/911.html' title='9/11'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5223758604241324037</id><published>2009-09-07T00:04:00.003+07:00</published><updated>2009-09-07T00:23:29.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='industry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movienomics'/><title type='text'>Konsep Supply Demand pada Industri Film</title><content type='html'>Suatu malam dalam perjalanan pulang ke Depok, terjadi diskusi hangat didalam sebuah mobil. Orang-orang yang sok tahu tentang semua masalah ekonomi mulai membahas sebuah trend dimasyarakat dan membahasnya dari sisi ekonomi. Sepanjang jalan yang dibahas oleh para remaja sotoy itu adalah kondisi industri perfilman di Indonesia khususnya selama bulan ramadhan. Mulai dari kurang berbobotnya acara yang ditayangkan sampai masalah kualitas film atau tayangan yang ditayangkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang ingin saya kemukakan disini adalah ketika seorang teman beranggapan Industri perfilman kita sungguh tidak berkualitas. Namun kenapa tayangan tersebut masih saja muncul dan tetap diproduksi? Teman saya menjawab karena supply yang membuat timbulnya demand akan  film atau tayangan tersebut supaya selalu ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya saya sangat tidak setuju dengan pendapat tersebut. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah kredo ekonomi yang terkenal adalah supply driven by demand&lt;/span&gt;. Walaupun tidak semua kondisi akan seperti ini, namun menurut saya kenapa tayangan-tayangan yang tidak berkualitas itu tetap ditayangkan adalah karena masih banyaknya demand akan tayangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini yang mengatakan bahwa industri perfilman memaksa para pemirsa memunculkan demand justru sangat salah. Setiap industri (tayangan atau film) pasti akan masuk kedalam industri perfilman ketika apa yang mereka tayangkan menghasilkan profit atau ketika melihat rumah produksi yang lain menayangkan sebuah tayangan dan itu mendatangkan keuntungan. Profit disini pasti muncul dari banyaknya iklan serta banyaknya pemirsa yang menonton tayangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rate tayangan tersebut turun, tidak akan mungkin rumah produksi akan memaksa menayangkan tayangan tersebut. Karena cost untuk bisa menayangkan sebuah acara sungguh tinggi. Sehingga pada akhirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;demand creates its own supply&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada pertanyaan kenapa masih banyak tayangan yang kurang berbobot itu masih ada? Ya karena permintaan akan film-film yang kurang berbobot itu masih banyak. Sehingga pemilik rumah produksi tentunya tidak mau kehilangan kesempatan untuk menayangkan tontonan, yang walaupun tidak memiliki nilai-nilai yang bermanfaat bagi penontonnya, namun itu mendatangkan uang bagi mereka. Simple, karena industri film sebisa mungkin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maximize profit, walaupun tidak mencerdaskan penontonnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya konsep supply demand pada industri film masih menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kredo teori suppy driven by demand.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5223758604241324037?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5223758604241324037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5223758604241324037' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5223758604241324037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5223758604241324037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/konsep-supply-demand-pada-industri-film.html' title='Konsep Supply Demand pada Industri Film'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2633094080761262140</id><published>2009-09-05T14:36:00.003+07:00</published><updated>2009-09-05T14:44:03.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Course'/><title type='text'>Unemployment vs PhD</title><content type='html'>Sebuah studi di Depnakertrans AS atau U.S Department of Labor baru-baru ini melihat lebih baik mana tidak melakukan apa-apa atau melanjutkan PhD programe. Kita bisa lihat pada gambar dibawah ini, atau cek &lt;a href="http://www.phdcomics.com/comics/archive.php?comicid=1215"&gt;disini.&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SqIWZ6DL1kI/AAAAAAAAADo/cU795EEtXIc/s1600-h/phd082109s.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SqIWZ6DL1kI/AAAAAAAAADo/cU795EEtXIc/s320/phd082109s.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377885539368949314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata lebih baik mengambil PhD, dibandingkan menganggur, walaupun secara tahunan memperoleh angka yang sangat besar untuk membayar uang kuliah. Namun pada akhirnya benefit yang diperoleh akan lebih besar dibandingkan menganggur. Sehingga taking PhD course sebenarnya lebih long term sustainability bagi orang yang berpikir jauh kedepan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2633094080761262140?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2633094080761262140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2633094080761262140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2633094080761262140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2633094080761262140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/unemployment-vs-phd.html' title='Unemployment vs PhD'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SqIWZ6DL1kI/AAAAAAAAADo/cU795EEtXIc/s72-c/phd082109s.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5953057637515663726</id><published>2009-09-05T14:27:00.003+07:00</published><updated>2009-09-05T14:34:48.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='society'/><title type='text'>Denial</title><content type='html'>Sebuah grafik menarik tentang virginity di AS, bisa dilihat dibawah ini atau dapat dilihat &lt;a href="http://photos1.blogger.com/photoInclude/blogger/896/3536/1600/card15.jpg"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SqIUBowNL9I/AAAAAAAAADg/RJqVMhAl994/s1600-h/card156.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SqIUBowNL9I/AAAAAAAAADg/RJqVMhAl994/s320/card156.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377882923385827282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di AS, virginity diakibatkan buruknya social skills mereka. Bagaimanakah dengan Indonesia, apakah sama dengan AS????&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5953057637515663726?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5953057637515663726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5953057637515663726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5953057637515663726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5953057637515663726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/denial.html' title='Denial'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SqIUBowNL9I/AAAAAAAAADg/RJqVMhAl994/s72-c/card156.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-212944113440492624</id><published>2009-09-03T22:34:00.001+07:00</published><updated>2009-09-03T22:37:15.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><title type='text'>Evaluasi Konsep Insentif para Teroris</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Banyak orang bertanya-tanya kenapa ada orang yang rela meledakkan diri mereka sendiri hanya untuk melakukan sebuah tindakan keji yang menyebabkan hilangnya nyawa orang-orang yang tidak berdosa? Banyak jawaban yang timbul dari pertanyaan tersebut dan kebanyakan jawaban dari pertanyaan tersebut adalah untuk berjihad dan masuk surga.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjihad dan masuk surga menjadi tujuan utama para teroris tersebut. Kebencian mereka terhadap asing juga menjadi landasan mereka dalam melakukan kegiatan mereka. Pada akhirnya sebuah tindakan pasti dilandasi oleh tujuan dan insentif. Karena sesuai dengan teori ekonomi, people respond to incentives. Para teroris merasa mereka mendapatkan insentif sebuah tempat di surga ketika tindakan keji tersebut dilakukan. Bahkan pernah dikatakan pula dengan melakukan aksi teroris tersebut tidak hanya mereka saja yang bisa masuk surga, tetapi keluarga mereka pun akan masuk surga nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep insentif dan disinsentif ini yang seharusnya dievaluasi lagi oleh para teroris. Secara ekonomi orang tentunya akan semangat untuk berusaha ketika mereka merasa mendapatkan keuntungan dan insentif dari kegiatan tersebut. Para teroris yang kebanyakan dari kelompok yang kurang mampu dan pendidikan agama yang salah sasaran merasa bahwa mereka merasa beruntung ketika melaksanakan kegiatan tersebut. Susahnya hidup di dunia akan semakin berkurang karena waktu mereka hidup menjadi lebih singkat. Himpitan ekonomi juga menjadi tidak terlalu menyusahkan lagi karena mereka bisa tertidur di alam baka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman insentif seperti inilah yang harus diperhatikan lagi oleh para gembong teroris. Agama manapun tidak pernah memberikan insentif kepada umat yang memunculkan pertumpahan darah. Sudah pasti tempat mereka adalah tempat bagi para penjahat. Ini tentunya menjadi sebuah disinsentif bagi para pengebom, karena jika mereka melakukan pengeboman maka mereka malah masuk kedalam neraka. Sebuah disinsentif bagi orang yang sudah mengalami kesusahan hidup di dunia dan pada akhirnya di akhirat malah lebih disiksa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan agama yang salah inilah yang membuat mereka menjadi mudah untuk dicuci otaknya dan disalahgunakan. Seharusnya dari awal mereka tahu bahwa setiap orang yang melakukan tindakan anarkis akan mendapatkan tindakan yang setimpal. Pendidikan umum juga harus diperbaiki karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang kurang berpendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para masyarakat dan pihak kepolisian juga semestinya memperoleh insentif yang lebih besar lagi untuk menangkap dan menyelidiki para teroris ini. Para masyarakat yang bisa memberikan informasi tentang keberadaan para teroris ini hendaknya mendapatkan hadiah yang besar. Akibatnya masyarakat akan berusaha untuk tetap waspada dan mengawasi orang-orang yang dianggap mencurigakan. Hal ini juga akan menyebabkan jika mereka bisa memberikan informasi yang dianggap penting, mereka bisa memperoleh keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kepolisian dan intelijen juga seharusnya mendapatkan insentif untuk memburu para teroris. Mereka yang berhasil menangkap para penjahat ini seharusnya memperoleh kenaikan pangkat dan juga kenaikan tunjangan atau pun gaji mereka. Hal ini akan menyebabkan polisi dan pihak intelijen akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera mencari para teroris bahkan menangkap dan mengadili mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya upaya untuk mengurangi dan menekan tindakan terorisme itu sendiri harus dengan evaluasi konsep insentif dan disinsentif kepada pihak-pihak yang terkait. Pendidikan umum dan pendidikan agama yang diajarkan haruslah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh para nabi dan yang tertulisa dalam kitab suci. Sehingga pada akhirnya tidak ada lagi misinterpretasi konsep masuk surga ketika melakukan tindakan anarkis seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-212944113440492624?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/212944113440492624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=212944113440492624' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/212944113440492624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/212944113440492624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/evaluasi-konsep-insentif-para-teroris.html' title='Evaluasi Konsep Insentif para Teroris'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3740831531226680975</id><published>2009-09-02T11:39:00.001+07:00</published><updated>2009-09-02T11:42:02.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Memilih Tanpa Keraguan</title><content type='html'>Terbit di harian seputar indonesia, rabu 01/09/09&lt;br /&gt;Cek &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/267201/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASALAH utang menjadi topik yang sering kali dibahas oleh masyarakat. Karena pada dasarnya ada banyak hal yang melandasi timbulnya utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang tidak hanya ada pada perilaku ekonomi para pelaku ekonomi, tetapi juga terjadi dalam perpolitikan dalam suatu negara. Sebagai contoh, ketika seorang pelaku politik mendapatkan dukungan dari banyak partai politik untuk maju sebagai calon presiden dan pada akhirnya menang, dia berutang secara politik kepada partai pendukungnya. Bagaimanakah caranya membayar utang politik? Biasanya adalah dengan pembagian kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang sering dibicarakan ketika Presiden SBY terpilih kembali.Ketika beliau terpilih, secara tidak langsung banyak pihak yang menuntut balas jasa atas kemenangan tersebut. Hal ini menjadi sebuah dilema bagi Presiden SBY sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi sikap tenggang rasa.Tentunya akan menjadi sebuah keputusan yang sulit ketika akan membuat sebuah keputusan politik.Sebagaimana penentuan kabinet saat ini,adanya unsur utang politik tentu sedikit banyak memengaruhi keputusan-keputusan yang akan dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada dasarnya hal ini seharusnya tidak menjadikan Presiden terbebani dalam sebuah kewajiban untuk membayar utang politik.Karena pada hakikatnya Presiden tidaklah berutang secara politik kepada parpol pendukung tadi serta orang-orang yang terlibat dalam kemenangannya. Presiden harus mengesampingkan dan berusaha untuk tidak terjebak dalam kewajiban membayar utang politik.Kenapa? Karena Presiden terpilih secara mutlak dan faktanya parpol pendukung tidak membantu kemenangan tersebut secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor populer dan tingkat kepercayaan rakyat yang masih tinggilah yang membuat beliau terpilih kembali. Dukungan dari parpol pendukung juga terlihat setengah-setengah sehingga Presiden seharusnya tidak ragu membuat keputusan. Penetapan kabinet haruslah diisi oleh orang-orang yang profesional. Apabila para profesional tersebut ada yang berasal dari partai politik akan lebih bagus.Jika orang yang dipilih tersebut bukan dari parpol dan ternyata sangat kompeten dan bisa melaksanakan tugasnya dengan sangat baik akan menjadi sebuah pilihan yang sangat brilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Presiden membuat sebuah keputusan politik,sudah semestinya tidak dilandasi kepentingan politik yang terlalu besar,tetapi dilandasi oleh keinginan untuk membantu memajukan Indonesia. Hal ini akan tercapai jika kabinet diisi oleh orang-orang yang benar-benar memiliki kompetensi dan integritas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sekedar orang-orang titipan partai akibat kewajiban membayar utang yang tidak jelas track record mereka untuk memegang amanah tersebut serta tidak tepatnya posisi yang akan mereka pangku nanti.Semoga Presiden kita lebih bijak dalam memilih kabinetnya nanti demi kemajuan bangsa ini.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Peneliti di BO Economica FEUI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3740831531226680975?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3740831531226680975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3740831531226680975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3740831531226680975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3740831531226680975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/memilih-tanpa-keraguan.html' title='Memilih Tanpa Keraguan'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4548417869308248357</id><published>2009-09-01T19:31:00.003+07:00</published><updated>2009-09-01T19:55:21.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tax'/><title type='text'>Kemana Uang Parkir yang Kita Bayarkan</title><content type='html'>Oke, saya sempat kaget mendengar, setiap sepeda motor yang masuk kedalam UI harus membayar biaya bulanan sama halnya dengan biaya mobil. Menjadi sebuah hal yang kontradiktif karena uang yang mereka bayarkan diasumsikan sebagai biaya parkir. Padahal lahan yang dipakai untuk parkir sepeda motor semestinya tidak sebesar lahan yang digunakan oleh mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pembayarannya mungkin akan seperti yang terjadi di UGM. Walaupun UGM menetapkan biaya masuk pada setiap kendaraan motor yang lalu lalang dan menutup semua pintu yang menghubungkan UGM dengan lingkungan sekitar, UI melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda. Pintu-pintu lain tetap dibuka, namun akan ada biaya bulanannya. Supaya lebih mudah dan bisa mendata setiap pengendara bermotor.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konsep ini merupakan suatu hal yang baru dan sedikit memberatkan para pengendara bermotor. Mereka tentunya harus mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi selain biaya bensin dan makan. Ada tambahan biaya bulanan mereka, yaitu biaya parkir. Sangat memberatkan, apalagi dalam krisis ekonomi ini pengeluaran perbulan tentunya harus sangat diperkirakan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi konsumen, ini akan menjadi sangat memberatkan. Terlebih lagi pengendara kendaraan bermotor merupakan orang-orang yang rata-rata berada pada golongan menengah kebawah. Pengeluaran perbulan mereka akan semakin bertambah dan akibatnya alokasi konsumsi mereka untuk kebutuhan lainnya akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi penyedia jasa atau produsen, dalam hal ini rektorat dan P3T kebijakan ini seharusnya memberikan penambahan bagi mereka untuk memperbaiki infrastruktur dan jalanan di lingkungan UI. Katakan saja ada 1000 mobil masuk ke UI tiap harinya dengan tarif parkir sebesar Rp 2000, maka UI bisa dapat pemasukan dari parkir mobil sebesar Rp 2juta. Berarti sebulan ada pemasukan sebesar minimal Rp 60juta. Ditambah pengendara bermotor yang berjumlah 2000 motor, dengan tarif per bulannya Rp 200 ribu. Sehingga setahun akan ada pemasukan lagi sebesar Rp 4 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi masalahnya adalah kita tidak pernah melihat sebuah sistem yang benar ketika setiap mobil masuk ke UI. Kita tidak tahu berapa persisnya mobil dan motor yang masuk dan berapa seharusnya uang yang masuk. Terjadi inefisiensi dan kebocoran dalam penerimaan dari parkir. Akibatnya penerimaan kampus yang seharusnya besar, tetapi pada kenyataannya jauh dari sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pun rektorat mendapatkan uang sebanyak itu, seharusnya jalanan di UI lebih baik dan infrastruktur di UI juga lebih bagus. Tidak sekedar membangun jalan sepeda yang sebenarnya tidak terlalu substantif, tetapi seharusnya membuat jalan bagi pejalan kaki yang lebih teduh dengan banyak pohon yang ditanam. Tetapi kita tidak melihat itu terjadi. Sehingga akan timbul pertanyaan,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Kemana Uang Parkir yang Kita Bayarkan".......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4548417869308248357?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4548417869308248357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4548417869308248357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4548417869308248357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4548417869308248357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/09/kemana-uang-parkir-yang-kita-bayarkan.html' title='Kemana Uang Parkir yang Kita Bayarkan'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2563951900878294290</id><published>2009-08-31T23:17:00.003+07:00</published><updated>2009-08-31T23:45:32.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lovenomics'/><title type='text'>Cost and Benefit Analysis dalam Sebuah Hubungan</title><content type='html'>Teringat kembali kelas Ekonomi Sektor Publik dengan pengajar Bapak Ledi Trialdi ketika saya melihat teman-teman yang sedang merajut sebuah hubungan kasih sayang. Ya, semua manusia pada dasarnya membutuhkan kasih sayang, tidak hanya dari Allah, keluarga, dan sahabat tetapi juga kasih sayang dari orang yang sangat dikasihi (mungkin pacar). Pada saat tersebut Pak Ledi membahas sebuah teori dalam ekonomi publik yang bernama Cost and Benefit Analysis yang teringat kembali malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hubungan pasti akan mengalami kondisi pasang surut, seperti yang dialami oleh teman-teman dan semua orang termasuk saya sendiri. Jangankan yang sedang menuju titik keseimbangan sebuah hubungan. Pasangan suami istri yang seharusnya sudah mencapai titik keseimbangan,  banyak juga yang mengalami pergeseran titik tersebut kearah yang lebih buruk bahkan terjadi kondisi dimana tidak bertemunya titik-titik tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi tidak adanya titik equilibrium tersebut, muncul lah sebuah keraguan dan rasa putus asa dari orang-orang tersebut. Sehingga datang sebuah pemikiran untuk mengakhiri hubungan itu. Terlepas dari ingin berhenti sampai disana atau tetap melanjutkan hubungan, kita harus melihat hubungan itu dari analisa Cost and Benefit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cost and Benefit analysis&lt;/span&gt; adalah sebuah teori yang menganalisa biaya dan manfaat yang diperoleh oleh seorang pelaku ekonomi/pelaku cinta ketika membuat sebuah keputusan ekonomi/keputusan dalam sebuah hubungan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika keputusan itu mengeluarkan biaya yang lebih besar daripada manfaat yang diterimanya&lt;/span&gt;, tentunya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada baiknya keputusan tersebut tidak dilakukan&lt;/span&gt;. Sama halnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketika manfaat yang diperoleh ketika membuat keputusan tersebut lebih tinggi daripada biayanya&lt;/span&gt;, mungkin keputusan tersebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memang ada baiknya untuk dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi teman-teman ku yang sedang bimbang, sebuah hubungan tentunya harus dilandasi dengan kasih sayang dan perhatian yang cukup. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apabila kalian merasa dengan melakukan hubungan ini, kalian merasa mengeluarkan cost yang banyak ketimbang benefitnya&lt;/span&gt;. Mungkin ada baiknya melakukan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penyegaran terhadap hubungan tersebut&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tetapi yakinlah dibalik sebuah hubungan pasti tersimpan sebuah benefit yang jauh lebih besar ketimbang cost yang kita keluarkan&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ingat pula berapa benefit yang kita peroleh ketika tetap mempertahankan hubungan atau ketika menyelesaikan hubungan tersebut&lt;/span&gt;. Mana yang lebih bermanfaat? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mempertahankannya&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi masukan yang berarti bagi teman-temanku yang sedang bimbang. Ingatlah bahwa:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dibalik sebuah permasalahan tentunya tersimpan suatu misteri dibaliknya, terkadang misteri itu menjadi sebuah masalah yang sangat berat untuk kita pikul, tetapi ingat pula bahwa dibalik misteri tersebut tersimpan banyak pelajaran dan kisah indah yang melatarbelakangi permasalahan itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2563951900878294290?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2563951900878294290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2563951900878294290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2563951900878294290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2563951900878294290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/cost-and-benefit-analysis-dalam-sebuah.html' title='Cost and Benefit Analysis dalam Sebuah Hubungan'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2405715052001441095</id><published>2009-08-31T10:15:00.002+07:00</published><updated>2009-08-31T10:29:35.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><title type='text'>Salahkah Menelpon dengan Suara Keras</title><content type='html'>Kemarin, baru saja saya kembali lagi ke Jakarta. Setelah lebih sepuluh hari pulang kampung akhirnya kewajiban untuk menyelesaikan tanggung jawab harus segera dipenuhi. Kuliah semester V telah bersiap menyambut kedatangan kita. Anyway, kemarin ketika baru datang dan sampai di Bandara Soekarno-Hatta, saya akan dijemput oleh Papa dan Om di stasiun Gambir. Sehingga saya harus naik Damri tujuan Gambir dan akan ada kisah menarik selama berada didalam Damri tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat didepan saya ada seorang bapak yang terlihat seperti seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bisnisman&lt;/span&gt;, mulai dari bandara sampai ke stasiun gambir, beliau sepertinya sibuk mengurusi temannya yang ditahan di Singapura karena memiliki paspor yang bermasalah. Sepanjang perjalanan dia selalu mengkonfirmasi kepada teman-temannya untuk dapat segera menyelesaikan masalah tersebut karena rekan bisnisnya tidak bisa datang ke jakarta. Tentunya dia berbicara dengan teman-temanya melalui telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang menjadi masalah? Selama perjalanan yang melelahkan tersebut, bapak tersebut menelpon dengan suara yang "Sangat Keras". Bayangkan saja seluruh penumpang merasa terganggu dengan bapak tersebut. Terjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;eksternalitas negatif&lt;/span&gt; yang diakibatkan bapak tersebut. Para penumpang sama-sama membayar Rp 20.000 dan seharusnya memperoleh hak yang sama. Namun ada seorang penumpang yang merasa dia juga punya hak untuk meninggikan suaranya melalui telpon. Sungguh menyiksa dan sungguh keterlaluan Bapak tersebut. Mengganggu ketenangan orang-orang sekitar padahal seharusnya setiap orang mendapatkan kondisi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2405715052001441095?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2405715052001441095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2405715052001441095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2405715052001441095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2405715052001441095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/salahkah-menelpon-dengan-suara-keras.html' title='Salahkah Menelpon dengan Suara Keras'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8508175073840764711</id><published>2009-08-26T13:50:00.003+07:00</published><updated>2009-08-26T14:08:58.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Fed'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis'/><title type='text'>Congratulation Mr Bernake</title><content type='html'>&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ben_Bernanke"&gt;Ben Bernake &lt;/a&gt;(55) kembali&lt;a href="http://news.yahoo.com/s/ap/20090826/ap_on_an/us_bernanke_analysis"&gt; terpilih menjadi gubernur The Fed&lt;/a&gt; untuk periode kedua setelah pertama kali dilantik menggantikan Alan Greenspan pada tahun 2005. Pilihan yang aman bagi presiden Obama karena saat ini memang Bernake yang dianggap paling pantas untuk mengisi posisi tersebut dimata pasar dan akademisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada kalangan yang juga menjagokan penasehat ekonomi gedung putih, Lawrence Summers, namun untuk saat ini memang jabatan yang begitu krusial ini masih menjadi tempat yang cocok bagi Bernake. Secara politis ini merupakan kebijakan yang sangat aman bagi pemerintahan sekarang, karena Bernake bukan berlatar belakang politikus. Latar belakang sebagai seorang akademisi membantu dia untuk bisa senetral mungkin mengeluarkan kebijakan yang akan dikeluarkan The Fed nantinya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keahlian tentang masalah Great Depression, tentunya diharaplan Bernake bisa mempraktekkan teori yang dia pahami untuk menghadapi Great Depression versi milenium ini. Penyelesaian dan cara cepat agar keluar dari krisis merupakan hal utama yang harus dia kerjakan untuk saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus segera dilaksanakan Bernake pada periode kedua kepemimpinannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Segera mungkin mengeluarkan AS dan dunia dari krisis ekonomi yang terjadi pada saat ini&lt;br /&gt;2. Menjaga inflasi pada kondisi yang wajar&lt;br /&gt;3. Menjaga aset yang dimiliki oleh The Fed dan mengeluarkan stimulus seefektif mungkin.&lt;br /&gt;4. Membantu perusahaan-perusahaan besar AS agar keluar dari kesulitan pembiayaan dan pembayaran kredit yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;5. Tetap menjaga tingkat suku bunga dalam posisi sekarang (mencapai 0%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal diatas menjadi pokok-pokok penting yang harus dilaksanakan Ben Bernake secepat mungkin. Karena dunia berharap banyak kepada dia. Seseorang yang ahli tentang masalah great depression dan bisa jadi menjadi orang yang bisa mengatasi masalah great depresion di eranya. Kebijakan apa yang akan dibuat Bernake tentunya akan berdampak baik secara langsung atau tidak terhadap perekonomian dunia. Kita tunggu apa saja gebrakan yang akan dia buat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8508175073840764711?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8508175073840764711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8508175073840764711' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8508175073840764711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8508175073840764711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/congratulation-mr-bernake.html' title='Congratulation Mr Bernake'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8445695751402525623</id><published>2009-08-24T22:51:00.006+07:00</published><updated>2009-08-25T07:51:38.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='industry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Garam dan Ikan Diimpor, Tari Pendet Diekspor</title><content type='html'>Hebat, itulah kata pertama yang terlontar ketika saya membaca headline kompas hari ini 24/8/09. Disitu dipaparkan bahwa tiap tahunnya negara kita harus menganggarkan 5 persen dari APBN untuk impor kebutuhan pokok. Mulai dari beras hingga garam dan ikan. Tiap tahunnya kita harus mengeluarkan 5 miliar dolar AS atau setara dengan 50 triliun rupiah. &lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/24/05502461/indonesia.terjebak.impor.pangan"&gt;Baca disini&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/24/05502461/indonesia.terjebak.impor.pangan"&gt;..&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;setiap tahun kita negara yang terkenal sebagai negara maritin harus mengimpor garam sebesar 900 miliar per tahun. Kenapa negara bahari dan kelautan seperti kita menjadi harus mengimpor garam dan ikan padahal kita seharusnya bisa memproduksinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang menurut saya menjadi pokok permasalahannya&lt;br /&gt;1. Program pemerintah yang kurang mendukung para produsen garam dan nelayan&lt;br /&gt;2. Ketergantungan pangan yang sangat tinggi terhadap negara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dalam hal ini departemen perindustrian dan kelautan semestinya memperhatikan betul kondisi para produsen garam dan nelayan kita. Program pengembangan bagi mereka seharusnya lebih diprioritaskan. Mau jadi apa negara ini kalau kebutuhan yang bisa diproduksi sendiri sampai-sampai harus diimpor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi ketergantungan pangan terhadap luar negeri juga harus mulai dicanangkan. Negara kita sepertinya tidak mempunyai comparative advantage karena tidak adanya program yang menjadi prioritas setiap tahunnya. Mau dibawa kemana Indonesia dan sebagai negara yang terkenal dengan apanya juga masih jauh dari kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengimpor kebutuhan pangan, kebudayaan kita justru "diekspor" ke negara lain. Walaupun banyak pihak yang mengatakan itu hanya klaim dari Malaysia semata, tetapi ini juga menunjukkan pemerintah kita tidak peka terhadap kondisi yang terjadi didalam negeri. Prof. Rhenald Kasali mengatakan bahwa kita mungkin banyak creative expert tetapi kurang memiliki marketing expert. Mungkin ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak menjadi bangsa yang tergantung terhadap negara lain dan menyia-nyiakan kebudayaan kita sehingga akhirnya dicaplok oleh asing.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8445695751402525623?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8445695751402525623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8445695751402525623' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8445695751402525623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8445695751402525623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/garam-dan-ikan-diimpor-tari-pendet.html' title='Garam dan Ikan Diimpor, Tari Pendet Diekspor'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-319694521991407448</id><published>2009-08-23T08:17:00.002+07:00</published><updated>2009-08-23T08:29:42.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campus'/><title type='text'>Kebijakan BOP-B: Bukti Self Interest Rektorat</title><content type='html'>Kemarin, Sabtu/22 Agustuts 2009, Harian kompas pada halaman 12 memuat berita tentang pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI). Sebagai salah satu fungsionaris BEM UI, saya tentunya merasa kesal dikarenakan pemberitaan yang dimuat jauh berbeda dengan kondisi yang terjadi dilapangan. Rektor telah membuat sebuah statement yang begitu berbeda dengan apa yang sebenarnya dia lakukan. Pembohongan publik telah terjadi karena hal yang terjadi ditutup-tutupi oleh rektorat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang pada akhirnya BEM UI dibekukan, itu tidaklah menjadi hambatan bagi kami, karena sebenarnya yang ingin kami perjuangkan adalah aksesibilitas mahasiswa Indonesia untuk dapat mengecap pendidikan yang berkualitas dan tanpa adanya perbedaan dan diskriminasi. Namun kegiatan kami dibekukan karena perjuangan kami menuntut hak adik-adik kami yang terkena musibah ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan BOP-B merupakan sebuah bentuk kebijakan yang hanya mementingkan self-interest rektorat semata. Ditambah lagi ada asymetric informatioan serta pelaksanaan yang salah serta adanya rektorat failure, membuat masalah ini menjadi rumit. Banyak anak yang akhirnya tidak jadi mendaftar karena merasa tidak mampu untuk membayar uang kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau dibilang efisien, ini belumlah efisien. Karena seharusnya masih banyak hal yang bisa dilakukan oleh rektorat untuk meningkatkan penerimaannya. Bukan dengan pemberian informasi yang salah serta sistem yang belum valid. Penerapan BOP sesuai dengan penghasilan orangtua merupakan sebuah tindakan yang sulit. Harus ada informasi yang lengkap dan diskriminasi harga tingkat pertama ini memang sulit untuk dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami disini berjuang bukan karena benci, bukan karena kesal atau pun menjadi anarki. Karena kami menganggap Bapak/Ibu diatas sana juga sebagai orangtua kami. Namun apay yang kami perjuangkan disini demi adik-adik kami yang terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan karena masalah finansial semata. Perjuangan ini tidak akan berhenti sampai disini teman. Terus rapatkan barisan dan berjuang demi anak-anak Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Pusgerak BEM UI 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-319694521991407448?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/319694521991407448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=319694521991407448' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/319694521991407448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/319694521991407448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/kebijakan-bop-b-bukti-self-interest.html' title='Kebijakan BOP-B: Bukti Self Interest Rektorat'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5560370006707610267</id><published>2009-08-22T22:09:00.017+07:00</published><updated>2009-08-23T07:59:14.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='style'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Kenapa Harga Naik pada Bulan Puasa di Indonesia</title><content type='html'>Pertanyaan seperti itu selalu muncul ketika datangnya bulan puasa. Terjadi kenaikan harga pada barang-barang kebutuhan pokok. Semua barang menjadi naik dan menyebabkan inflasi pada bulan puasa lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori supply itu terbentuk karena adanya permintaan. Sehingga barang-barang menjadi lebih mahal karena permintaannya tinggi. Konsumsi masyarakat Indonesia pada bulan puasa sangatlah tinggi. Bahkan bisa dibilang konsumsi masyarakat pada saat bulan puasa lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal inilah yang menyebabkan inflasi yang tinggi pada bulan puasa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya pada negara-negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, hal ini tidak terjadi. Tidak ada terjadi inflasi yang begitu tinggi pada negara-negara yang lain. Hal ini dikarenakan bukan menjadi budaya mereka untuk melakukan konsumsi yang berlebihan pada bulan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang menjawab kenapa pada bulan puasa, inflasi di Indonesia menjadi tinggi. Sedangkan di negara lain biasa saja, karena faktor budaya. Ada yang ngabuburit, buka bareng, dan acara-acara lainnya yang menyebabkan permintaan bahan makanan menjadi lebih tinggi, walaupun pada akhirnya tidak dikonsumsi secara seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, yang membuat inflasi itu tinggi juga karena kebiasaan masyarakat kita. Sehingga seharusnya pemerintah sudah bisa mengkondisikan apa yang harus dilakukan jauh hari sebelum bulan puasa. Demi menghindari dampak inflasi dan faktor-faktor lain yang menyebabkan harga-harga kebutuhan menjadi sangat tinggi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5560370006707610267?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5560370006707610267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5560370006707610267' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5560370006707610267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5560370006707610267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/kenapa-harga-naik-pada-bulan-puasa-di.html' title='Kenapa Harga Naik pada Bulan Puasa di Indonesia'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-6562111151538298963</id><published>2009-08-10T01:43:00.006+07:00</published><updated>2009-08-23T07:59:51.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><title type='text'>Price Ceilings untuk BOP Mahasiswa</title><content type='html'>Masalah BOP-B dan biaya kuliah menjadi perbincangan hangat yang dihadapi universitas di Indonesia. Khususnya universitas yang dianggap universitas bertaraf BHMN. Sebuah tempat belajar yang menjadi hak setiap anak bangsa untuk memperoleh akses yang sama untuk dapat belajar disana. Namun semenjak disahkannya UU BHP, ada kesulitan dan semakin dipersulitnya akses anak bangsa untuk memperoleh pendidikan yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang SPP yang sangat besar dan uang pakal yang bisa dibilang tidak sedikit menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para orangtua mahasiswa dan para mahasiswa itu sendiri. Darimana mereka harus mencari uang yang begitu banyak dalam waktu yang sangat singkat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disahkannya UU BHP membuat pihak rektorat secara mudah dan semena-mena dalam menentukan berapa biaya kuliah yang harus dibayar perkepalanya. Sehingga golongan menengah yang sering dirugikan akibat kebijakan ini. Mereka membayar diatas kemampuan mereka yang sebenarnya, sehingga membuat para orangtua meminjam uang kesana kemari bahkan hingga menjual harta benda mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya pemerintah menetapkan &lt;a href="http://economics.fundamentalfinance.com/price-ceiling.php"&gt;price ceilings&lt;/a&gt; untuk uang BOP.  Artinya pemerintah menetapkan harga maksimal yang boleh ditetapkan oleh pihak universitas terhadap biaya SPP yang harus dibayarkan tiap mahasiswa. Dengan adanya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Price_ceiling"&gt;price ceilings&lt;/a&gt;, maka akan ada harga maksimal dan bisa membuat meningkatknya consumer surplus dari konsumen sendiri yaitu para mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang seharusnya diperhatikan oleh para pembuat kebijakan, agar tidak ada lagi anak bangsa yang berpotensial kehilangan kesempatannya untuk dapat mengecap pendidikan setinggi-tingginya. Hal ini juga membuat universitas tidak semena-mena dalam membuat sebuah kebijakan yang terkesan otoriter dan sombong.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-6562111151538298963?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/6562111151538298963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=6562111151538298963' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6562111151538298963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6562111151538298963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/price-ceilings-untuk-bop-mahasiswa.html' title='Price Ceilings untuk BOP Mahasiswa'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3867671588085052577</id><published>2009-08-05T05:41:00.004+07:00</published><updated>2009-08-23T08:00:35.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>20 Menteri Cukup Kok</title><content type='html'>Dimuat di Harian Seputar Indonesia tanggal 5 Agustus 2009&lt;br /&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/260104/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA termasuk negara dengan keragaman budaya dan kebiasaan. Begitu halnya dengan sistem demokrasi kita. Kita termasuk negara dengan sistem pemerintahan yang sangat “kaya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya karena jumlah menteri yang ada begitu berlimpah ruah. Kalau dibandingkan dengan kabinet Presiden Obama yang hanya berjumlah 18 menteri,Indonesia memiliki jumlah menteri dua kali lipat kabinet AS. Jumlah menteri di Indonesia sekarang berjumlah 36 orang, yakni 4 orang menko, 18 departemen, 12 meneg,dan 2 pejabat setingkat menteri.Jumlah yang begitu besar untuk ukuran sebuah pemerintahan pada suatu negara. Bila kita hitung jumlah gaji yang harus dibayarkan negara, asumsikan satu tahun tiap menteri mendapatkan gaji sebesar Rp100juta.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka total pengeluaran yang harus dikeluarkan pemerintah per bulannya mencapai Rp3,6 miliar.Sebuah angka yang fantastis.Karena uang sebesar itu baru diberikan untuk para menteri,belum lagi bagi para deputi dan stafstaf mereka. Banyaknya jumlah menteri di Indonesia juga menyebabkan adanya ketidaksinambungan di antara tiap departemen yang saling beririsan. Sering kali terjadi konflik kepentingan di antara departemen yang beririsan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada departemen yang saling melempar tanggung jawab ketika merasa tugas yang harus dilaksanakan bukan menjadi tanggung jawab mereka. Banyaknya jumlah menteri yang ada menyebabkan pemerintah tidak bisa melaksanakan kegiatannya secara efisien. Banyaknya jumlah menteri pada pemerintahan yang sekarang tak ubahnya terjadi karena kepentingan politik. Kepentingan politik menjadikan pemerintahan kita tidak pernah bisa bekerja dengan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain banyaknya kementerian yang tugasnya sangat mirip, kepentingan golongan tertentu membuat pemerintahan berjalan dengan lambat. Jumlah menteri yang terlalu banyak inilah yang membuat pemerintah tidak efisien. Ada inefisiensi dalam pemerintah yang menyebabkan adanya banyak kepentingan yang terlibat di sana.Apa bedanya tugas menko dengan tugas para menteri departemen? Kalau tugasnya cuma untuk mengoordinasikan fungsi dan tugas, sebaiknya jabatan tersebut dihapuskan karena sudah bisa dikoordinasikan oleh presiden dan wapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada baiknya pemerintah ke depan ketika menyusun kabinetnya memperhatikan masalah efisiensi kabinet demi membuat pemerintah berjalan dengan cepat dan efisien. Menteri di Indonesia sebaiknya hanya berjumlah 20 dengan menggabungkan berbagai menteri yang mengalami irisan dalam bertugas.Jabatan menko dihapuskan karena bisa diambil alih oleh presiden dan wapres. Ketika jumlah menteri yang menjabat semakin sedikit, hal itu akan menyebabkan kepentingan-kepentingan yang menghalangi mereka selama ini menjadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irisan yang terjadi selama ini bisa dihilangkan sehingga kegiatan pemerintah bisa berjalan dengan cepat. Tidak ada lagi kementerian yang menunggu instruksi dan arahan dari menko.Tidak ada alasan lagi bahwa suatu tugas menjadi tanggung jawab kementerian yang lain. Karena semua yang bertanggung jawab pada bidang tertentu telah digabungkan menjadi suatu kementerian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya ide ini diharapkan pemerintahan bisa berjalan dengan baik.Pemerintahan yang baru ini bisa membuat rakyat lebih sejahtera dan membuat banyak gebrakan yang brilian.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Peneliti di BO Economica Fakultas Ekonomi UI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3867671588085052577?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3867671588085052577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3867671588085052577' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3867671588085052577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3867671588085052577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/20-menteri-cukup-kok.html' title='20 Menteri Cukup Kok'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4743965527868747256</id><published>2009-08-04T14:40:00.003+07:00</published><updated>2009-08-23T08:01:27.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Thinkers and Doers</title><content type='html'>Perbincangan siapa yang akan mengisi pos kementrian begitu menyeruak setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pasangan SBY-Boediono menjadi pemenang pada pemilu 8 Juli yang lalu. Kemenangan tersebut tentunya memberikan rasa antusias yang begitu luar biasa dari seluruh pihak yang membantu memenangkan pasangan ini. Para pembantu tersebut merasa puas dan juga senang, karena bisa jadi mereka juga bisa ketiban durian runtuh dari kemenangan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim sukses atau pun parpol pendukung tentunya sudah mulai mencium dan mencoba untuk mendekati SBY-Boediono. Mereka mulai menawarkan nama-nama untuk mengisi jabatan menteri, mulai mengeluarkan wacana politik di media massa dan juga mulai untuk melakukan manuver politik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan SBY-Boediono yang mutlak sebesar 60,8% tentunya memberikan keleluasaan bagi pasangan ini untuk memilih siapa yang akan menjadi pembantu mereka pada pemerintahan nanti. Nama-nama besar sudah mulai dibicirakan untuk mengisi pos-pos tertentu. Bahkan jabatan-jabatan strategis sudah mulai diincar oleh para parpol.&lt;br /&gt;Memakai istilah pemotongan kue, jika SBY-Boediono ingin membagi kue itu secara rata, tentunya tidak semua pihak yang akan memperoleh tersebut. Bukan menjadi jaminan juga para penerima kue tersebut akan merasa puas dengan apa yang telah mereka terima. Bisa jadi mereka juga bukan orang yang pantas untuk menerima kue tersebut. Sekarang SBY punya kemampuan dan kekuatan yang sangat besar untuk menentukan siapa yang berhak menerima kue tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sekarang didalam masa krisis yang membutuhkan tindakan tepat dan cepat, maka kepentingan partai politik atau kepentingan politik sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu. Ada baiknya para menteri yang akan mendatangkan adalah kombinasi para thinkers dan doers. Mereka adalah kombinasi para pemikir dan juga para pembuat keputusan serta yang melakukan semua keputusan itu secara cepat dan tepat.&lt;br /&gt;Kita menjadi antipati, jika yang mengisi jabatan menteri adalah para anggota parpol. Karena biasanya mereka akan lebih mementingkan kepentingan kelompoknya dibandingkan kepentingan negara ini. Mereka akan mendahulukan keinginan kelompok daripada keinginan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang ditakutkan oleh masyarakat, ketika pada nantinya menteri-menteri yang menjabat ternyata tidak bisa memberikan suatu ide yang brilian serta melakukan sebuah tindakan yang hebat. Presiden harus bisa memilih para thinkers dan doers tersebut dari orang-orang yang dianggap pantas menjabat jabatan menteri. Kalau pada akhirnya yang menjabat adalah para anggota parpol, mereka haruslah orang yang termasuk dalam kriteria thinkers dan doers tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan-jabatan strategis, seperti pos kementrian ekonomi sebaiknya diisi oleh mereka yang dianggap pantas dan ahli untuk mengisi jabatan tersebut. Kalau pun pada nantinya orang-orang titipan parpol yang mengisi posisi ini, sebaiknya adalah mereka merupakan orang yang betul-betul paham akan kondisi yang harus dihadapi oleh negara. Departemen keuangan, departemen BUMN, dan departemen perdagangan dan perindustrian merupakan departemen yang harus diisi oleh para thinkers dan doers, mengingat krisis global yang mengancam perekonomian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada presiden yang terpilih pilihlah orang yang benar-benar the bright in the brightess, orang yang benar-benar terbaik di bidang yang mereka pahami. Mereka merupakan orang yang paling mumpuni untuk mengisi pos-pos tersebut. Janganlah berdasarkan tuntutan partai pendukung yang belum tentu benar-benar orang yang ahli di bidang itu. Pada akhirnya presiden harus berani berkata,” Makasih Mas.” &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4743965527868747256?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4743965527868747256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4743965527868747256' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4743965527868747256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4743965527868747256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/thinkers-and-doers.html' title='Thinkers and Doers'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5381080862029497245</id><published>2009-08-03T18:20:00.005+07:00</published><updated>2009-08-23T08:01:44.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movienomics'/><title type='text'>Deflasi Akal Sehat</title><content type='html'>Liburan ini saya punya kesempatan yang begitu banyak untuk memperhatikan kondisi tayangan yang diputar di televisi atau pun di bioskop. Tiap stasiun tentunya akan mencoba menayangkan tontonan-tontonan yang diinginkan oleh para penonton. Mulai dari berita, gosip, sinetron, hingga film layar lebar. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun televisi akan berlomba-lomba menarik perhatian para pemirsa agar mereka bersedia duduk di depan televisi hanya untuk menonton tayangan yang mereka tayangkan. Begitu juga rumah produksi film layar lebar, mereka tentunya akan memproduksi film yang dianggap akan ditonton oleh para penikmat film layar lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya tontonan yang mereka tampilkan, rata-rata adalah sebuah tayangan yang tidak berbobot. Gosip sudah menjadi berita wajib setiap harinya. Sinteron yang tidak mendidik menjadi tayangan yang ditampilkan mulai dari pagi hingga pagi harinya lagi. Sama sekali tayangan yang tidak mendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri film juga memproduksi film yang tidak pernah jauh-jauh dari film horor. Hantu inilah, setan itulah, pocong seperti inilah, dan berbagai macam makhluk halus lainnya. Sangat sedikit tayangan yang memberikan kita nilai-nilai berharga yang bisa kita petik setiap kali menonton sebuah film di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah di Indonesia?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengalami deflasi akal sehat. Kalau dibilang kita oversupply tayangan yang tidak berbobot atau inflasi pada tayangan tidak bermutu, itu salah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Karena supply itu driven by demand&lt;/span&gt;. Sehingga banyaknya film-film yang tidak bermutu tersebut diakibatkan demand akan film tersebut sangat besar. Sehingga tidak aneh jika tiap harinya kita disuguhkan film-film aneh itu. Karena demandnya sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan utama kita adalah terjadinya deflasi akal sehat, kebanyakan dari kita lebih menyukai berita bohong dan sinetron "aneh dan uneducated" untuk ditonton. Akal sehat inilah yang sudah mengalami deflasi yang sangat tinggi. Mungkin karena pendidikan rakyat Indonesia yang masih rendah dan menyukai tontonan-tontonan yang saya sendiri tidak mengerti kenapa film seperti itu bisa ada. Inilah Indonesia, negara yang sedang mengalami deflasi akal sehat. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5381080862029497245?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5381080862029497245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5381080862029497245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5381080862029497245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5381080862029497245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/08/deflasi-akal-sehat.html' title='Deflasi Akal Sehat'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2242772878585034800</id><published>2009-07-28T15:45:00.000+07:00</published><updated>2009-07-28T15:47:35.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='industry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natural resources'/><title type='text'>Industrialisasi Kekayaan Alam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CJahen%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CJahen%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CJahen%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berakhirnya pelaksanaan pilpres pada 8 Juli kemaren menimbulkan banyak respon dan efek terhadap kondisi Indonesia. Masih banyak pihak yang merasa proses pemilihan tersebut mengalami banyak kecurangan. Walaupun hasil resmi dari KPU belum dikeluarkan, tetapi banyak orang yang merasa pemilu kali ini tidak adil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Terlepas dari persepsi tersebut, sebenarnya pemilu legislatif dan presiden justru mendatangkan pengaruh yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh sebesar 4,1% pada kuartal pertama tahun 2009 diakibatkan konsumsi yang bergairah akibat pemilu. Industri percetakan menjadi industri yang sangat beruntung karena setiap partai dan pasangan capres-cawapres berlomba-lomba membuat spanduk, kaos serta berbagai atribut lainnya untuk menggalang dukungan. Industri televisi dan media cetak juga mendapatkan durian runtuh akibat pemilu. Pembayaran iklan baik itu di televisi dan media cetak meningkatkan penerimaan mereka. Konsumsi masyarakat menjadi meningkat dan berimbas baik terhadap perekonomian negara. Walaupun ekspor kita merosot akibat menurunnya permintaan akan barang produksi kita, namun pemilu sangat membantu perekonomian negara minimal pada kuartal pertama tahun 2009.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lantas setelah pemilu, apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan roda perekonomian? Jawabannya adalah dengan industrialisasi kekayaan alam. Kenapa sumber daya alam? Karena sudah pasti industri percetakan, televisi, dan media cetak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak akan memperoleh order sebanyak ketika pemilu. Konsumsi masyarakat juga terancam akan turun dan bisa juga menyebabkan lapangan kerja yang semakin terbatas. Sehingga yang bisa dimaksimalkan oleh pemerintah adalah dengan melakukan industrialisasi SDA.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Industri disini sangat penting bagi perekonomian, mengingat dengan tumbuhnya industri akan menyebabkan penyerapan lapangan pekerjaan yang lebih banyak dibandingkan sektor-sektor yang lain. Roda perekonomian juga akan berjalan dengan baik apalagi sumber daya alam kita yang melimpah sehingga memudahkan kita untuk mengolahnya dan memproduksinya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Konsep industrialisasi yang ditawarkan adalah industrialisasi seperti yang dilakukan Samuel Undong di Korea Selatan. Konsep industrialisasi tersebut adalah sebuah industri yang melibatkan rumah tangga disekeliling mereka untuk ikut bagian dalam proses industrialisasi. Mereka bertanggung jawab atas setiap sub produksi sehingga setiap rumah tangga terlibat secara aktif. Di Korea Selatan, Samuel Undong mencobanya dengan mengembangkan perangkat elektronik dan itu bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Karena Indonesia tidak terlalu ahli dalam bidang teknologi, maka sebaiknya kita lebih fokus kepada masalah industrialisasi SDA. Hal ini bisa dilakukan dengan pengembangan agrobisnis dan peternakan. Kita bisa mengembangkan industri CPO (Crude Pulm Oil) dengan melibatkan tiap-tiap anggota rumah tangga. Mereka bertanggung jawab terhadap masing-masing proses produksi sehingga setiap orang turut andil dan memperoleh penghasilan dari usaha tersebut. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mengingat cadangan CPO yang begitu besar dan terjadi tren peningkatan harga serta kebutuhan yang tinggi terhadap CPO pada masa yang akan datang, maka hal ini mungkin menjadi langkah awal pemerintah untuk meningkatkan perekonomian khususnya pasca pemilu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Industrialisasi disini lebih kepada konsep industri kerakyatan, sehingga tidak perlu lagi kita takut terhadap masalah intervensi asing, atau kepemilikan asing. Karena pada dasarnya konsep industrialisasi ini adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Untuk saat ini pelaksanaan industrialisasi SDA khususnya dalam bidang agrobisnis dan peternakan menjadi cara yang paling ampuh untuk tetap menjalankan perekonomian pasca pilpres.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2242772878585034800?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2242772878585034800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2242772878585034800' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2242772878585034800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2242772878585034800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/industrialisasi-kekayaan-alam.html' title='Industrialisasi Kekayaan Alam'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4301064637018080090</id><published>2009-07-26T00:13:00.005+07:00</published><updated>2009-08-23T08:02:37.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='economics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Funny Map</title><content type='html'>Ada sebuah peta yang menunjukkan tingkat pengangguran diseluruh dunia, namun lucunya India, China, Amerika latin bahkan Indonesia tidak dimasukkan. Sungguh heran padahal China, India, dan Indonesia merupakan tiga dari lima negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Namun justru tidak masuk kedalam daftar ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sms-V2LGVOI/AAAAAAAAADQ/fW0h7gOA_EU/s1600-h/worldunemploy41.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 299px; height: 324px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sms-V2LGVOI/AAAAAAAAADQ/fW0h7gOA_EU/s320/worldunemploy41.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362448326354949346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih lengkapnya cek &lt;a href="http://www.visualeconomics.com/wp-content/uploads/2009/07/worldunemploy41.jpg"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Any comment?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4301064637018080090?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4301064637018080090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4301064637018080090' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4301064637018080090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4301064637018080090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/funny-map.html' title='Funny Map'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sms-V2LGVOI/AAAAAAAAADQ/fW0h7gOA_EU/s72-c/worldunemploy41.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3253512257530271213</id><published>2009-07-21T09:10:00.005+07:00</published><updated>2009-08-23T08:03:27.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><title type='text'>Antara Teroris, MU, dan Stabilitas Ekonomi</title><content type='html'>Dimuat di harian Seputar Indonesia tanggal 21 Juli 2009&lt;br /&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/256276/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALANG nian nasib negara kita. Di saat negeri ini bangga dengan semakin baiknya kondisi pertahanan dan keamanan serta perekonomian negara, kita dikejutkan oleh tindakan bodoh kelompok ekstremis yang mengebom Hotel JW Marriott dan The Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan pada 17 Juli yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang pihak yang berwenang masih menyelidiki siapa otak pelaku brutal tersebut? Akibat dari peledakan bom ini, Jakarta dan Indonesia menjadi cemas serta menjadi trauma kembali. Jelas sekali peristiwa ini mempunyai multiplier effect yang begitu luar biasa. Ledakan bom membuat beberapa negara seperti Australia dan Inggris telah mengeluarkan travel warning ke Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Manchester Uniter (MU) yang seharusnya datang hari Sabtu minggu lalu dan bertanding pada tanggal 20 Juli di Gelora Bung Karno akhirnya membatalkan pertandingan tersebut. Pihak penyelenggara mengalami kerugian yang sangat besar,mencapai Rp50 miliar.Para penjual kaus dan merchandise MU juga mengalami kerugian yang sama. Bahkan ada penjual yang menjual mobil dan motornya sebagai modal usaha mengalami kerugian yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penggemar MU pun menjadi kesal dan menuntut dikembalikannya uang mereka. Multiplier effect yang lain adalah tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan menjadi berkurang drastis. Selain itu kabarnya ada 1 juta wisatawan asing yang membatalkan kunjungannya ke Indonesia.Para wisatawan di Bali mulai memperpendek kunjungannya. Lagi-lagi para wisatawan mancanegara akan berpikir dua kali untuk mengunjungi Indonesia. Pasar modal memperoleh efek yang sama akibat pengeboman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak investor yang mengurungkan niatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka menganggap Indonesia tidak kondusif lagi untuk menjadi tempat menanamkan modalnya. Hanya satu hal yang harus kita lakukan: tetap optimistis. Jika kita semua tetap berlarut-larut memikirkan masalah ini,negara tidak akan pernah maju. Saatnya menatap ke depan dan optimistis terhadap kemajuan negara. Hanya optimisme yang dibutuhkan oleh negara ini dan para investor asing. Jangan sampai kita dikalahkan oleh teroris karena negara ini adalah negara hebat dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara menjaga stabilitas ekonomi negara? Dimulai dari kita sendiri,jangan berdiam diri di dalam rumah.Terus laksanakan kegiatan perekonomian dan teruslah berusaha.Kita pasti bisa bangkit dan meyakinkan para investor untuk berinvestasi di sini.Sudah cukup kita dibayang-bayangi oleh ancaman teror ini dan saatnya untuk menatap ke depan. Pemerintah pasti bisa menanggulangi ini semua, menteri keuangan optimistis bisa menjaga kondisi ekonomi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjagaan aset strategis telah dilakukan oleh negara dan pemerintah sudah mulai melobi para investor untuk memberikan mereka rasa aman dan mau berinvestasi kembali.Negara ini butuh orang-orang yang optimistis dan memiliki kepercayaan tinggi atas kemampuan negara kita dalam mengatasinya.Tanpa itu semua kita akan selalu dikalahkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahen Fachrul Rezki&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi UI dan Peneliti di BO Economica FEUI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3253512257530271213?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3253512257530271213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3253512257530271213' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3253512257530271213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3253512257530271213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/antara-teroris-mu-dan-stabilitas.html' title='Antara Teroris, MU, dan Stabilitas Ekonomi'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1847006901945455607</id><published>2009-07-19T01:00:00.002+07:00</published><updated>2009-07-19T01:10:59.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biography'/><title type='text'>Mengenal Karl Marx Lebih Dekat</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.marxists.org/archive/marx/bio/marx/eng-1869.htm"&gt;Karl Marx&lt;/a&gt;, merupakan seorang ekonom yang begitu terkenal pada eranya. Sampai sekarang pun dia masih diperbincangkan karena konsep ekonomi yang ditawarkannya. Konsep ekonomi sosialis yang memasukkan unsur komunis membuatnya begitu diagung-agungkan oleh negara-negara komunis. Kepemilikan oleh negara serta pembatasan hak rakyat terhadap kepemilikan aset strategis menjadi opini yang dia kembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak pendapat dan argumen serta antitesis yang menyertai setiap konsep yang dia tawarkan. Robert Waldman pun menjelaskan suatu hal yang selama ini kurang dijelaskan dari pemikiran dan konsep yang ditawarkan Karl Marx. &lt;a href="http://delong.typepad.com/sdj/2009/07/robert-waldmann-has-an-interpretation-of-karl-marx-that-is-new-to-me.html"&gt;baca disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya masih banyak sisi-sisi humanisme dan misteri yang masih belum terungkap dari sosok &lt;a href="http://www.spartacus.schoolnet.co.uk/TUmarx.htm"&gt;Karl Marx&lt;/a&gt;. Seorang &lt;a href="http://www.historyguide.org/intellect/marx.html"&gt;ekonom&lt;/a&gt; yang cukup mengubah cara pandang manusia akan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Karl_Marx"&gt;konsep ekonomi.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1847006901945455607?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1847006901945455607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1847006901945455607' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1847006901945455607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1847006901945455607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/mengenal-karl-marx-lebih-dekat.html' title='Mengenal Karl Marx Lebih Dekat'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3815920958616165680</id><published>2009-07-17T13:35:00.002+07:00</published><updated>2009-07-17T13:49:26.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dalam negeri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anarkisme'/><title type='text'>Teroris Menang WO Versus MU</title><content type='html'>Lagi-lagi Jakarta dikejutkan oleh ledakan bom setelah sekian lama sempat vakum dari ancaman bom. Kemaren KPK mendapatkan ancaman bom, hari ini hotel Ritz Carlton dan J.W. Marriot dikagetkan dengan ledakan bom. Sebuah bom yang dikategorikan sebagai high explosive bomb. 59 orang korban dengan rincian 9 orang meninggal dan 50 luka-luka. Sebuah ironi ketika pemerintah berusaha untuk meyakinkan investor luar negeri tentang kondisi keamanan dan stabilitas ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor lain yang juga akan menarik diri dari Indonesia tentunya adalah Manchester United. MU membatalkan rencana pertandingan mereka di Indonesia melawan Indonesia all-stars pada tanggal 20 Juli nanti. Keputusan tersebut sungguh menjadi pukulan telak bagi panitia penyelenggara dan membuat mereka mengalami kerugian yang luar biasa. Tiket-tiket yang telah terjual harus dikembalikan lagi, semua persiapan yang hampir final akhirnya buyar karena ledakan bom ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Indonesia akhirnya bisa menang melawan sebuah raksasa sepakbola dunia, walaupun cuma menang WO. Namun sebenarnya teroris yang tidak punya hati, akal dan pemahaman akan agama yang kuat pada akhirnya berhasil mengalahkan MU. Mereka berhasil membuat nyali MU menyiut sehingga membatalkan rencana MU datang kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya kejadian ini harus segera diselesaikan, pelakunya harus segera diburu, dan dihukum seberat mungkin. Tidak ada agama mana pun yang mengajarkan manusia untuk saling membunuh. Badan Intelijen Negara telah gagal dalam melaksanakan tugas mereka menjaga keamanan negara. Pemerintah harus cepat bergerak agar teroris bisa dibumihanguskan dari negara ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3815920958616165680?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3815920958616165680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3815920958616165680' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3815920958616165680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3815920958616165680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/teroris-menang-wo-versus-mu.html' title='Teroris Menang WO Versus MU'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4467054172807119825</id><published>2009-07-16T14:23:00.002+07:00</published><updated>2009-07-16T14:34:12.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='China'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis'/><title type='text'>Berharap Kepada China</title><content type='html'>China melaporkan pertumbuhan ekonomi yang mereka alami sebesar 7,9% pada kuartal kedua tahun 2009. Hal ini menunjukkan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah China menunjukkan arah yang jelas dan bagus. Mereka berhasil mematahkan prediksi para pengamat yang mengatakan bahwa China akan mengalami dampak krisis AS. Walaupun tidak secara langsung, namun sebenarnya China punya peranan yang penting untuk mengeluarkan dunia dalam menghadapi krisis ini. Dunia berharap banyak terhadap gebrakan pemerintah China untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika kebijakan China berhasil membuat pertumbuhan ekonomi mereka tetap meningkat, timbul suatu pertanyaan, sampai kapan mereka bisa mengakomodasikan kebijakan tersebut? &lt;a href="http://blogs.wsj.com/economics/2009/07/16/economists-react-chinas-gdp-accelerator-is-working-but-what-about-the-brake/"&gt;Wall Street Journal&lt;/a&gt; mengatakan bahwa China tidak akan terus menerus mempertahankan kebijakan mereka karena tekanan dari krisis di AS yang semakin kuat. Secara internal pun China akan mengalami kewalahan karena permintaan kredit yang akan semakin tinggi dan  ditakutkan akan menyebabkan subprime mortgage yang kedua. baca &lt;a href="http://mjperry.blogspot.com/2009/07/china-will-lead-global-economy-out-of.html"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS pun sudah melakukan segala cara untuk meminimalisir krisis ini biar tidak berlarut. Defisit anggaran yang mencapai US$ 1 triliun atau sekitar 17% membuktikan pemerintah yang telah berusaha dengan segala cara untuk menanggulanginya. &lt;a href="http://krugman.blogs.nytimes.com/2009/07/15/deficits-saved-the-world/"&gt;Paul Krugman&lt;/a&gt; juga berpendapat bahwa kebijakan defisit anggaran ini lah yang menjadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi semua pihak tetap akan berharap banyak kepada China, untuk membawa dunia keluar dari resesi ini.Kita tunggu saja gebrakan apa lagi yang akan dibuat oleh pemerintah China dan semoga saja krisis ini tidak separah yang diprediksi setiap orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4467054172807119825?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4467054172807119825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4467054172807119825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4467054172807119825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4467054172807119825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/berharap-kepada-china.html' title='Berharap Kepada China'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5091294767954338887</id><published>2009-07-15T22:28:00.002+07:00</published><updated>2009-07-15T22:33:40.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Internet: Sebuah Kemenangan Pemerintahan Komunis</title><content type='html'>Semenjak berkembangnya teknologi informasi, kebutuhan akan sebuah berita atau informasi secara cepat dan efisien menjadi kebutuhan wajib bagi setiap masyarakat di seluruh dunia. Indonesia pun ikut terjangkit wabah internet, pengguna internet di Indonesia melonjak sangat tajam hingga mencapai angka 57,8 juta pengguna pada tahun 2010. Sebuah peningkatan yang begitu luar biasa diakibatkan fenomena internet yang baru mulai menjangkiti Indonesia pada awal tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet pada dasarnya erat hubungannya dengan komputer. walaupun sekarang orang-orang sudah bisa browsing internet melalui handphone atau blackberry, namun komputer masih menjadi kebutuhan pokok untuk melakukan browsing internet. Berdasarkan data The Economist, Israel menempati posisi tertinggi dalam jumlah pengguna internet. Diikuti Kanada, Swiss, Belanda dan Belgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sl3yip4mSdI/AAAAAAAAADI/NpZq0sV4j-c/s1600-h/1509-Computers.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 507px; height: 301px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sl3yip4mSdI/AAAAAAAAADI/NpZq0sV4j-c/s320/1509-Computers.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358705808813476306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebenarnya yang menarik adalah, internet menjadi saran paling efektif bagi pemerintahan komunis untuk mengawasi kegiatan rakyatnya. Mereka bisa melihat segala aktifitas rakyat dengan cuma-cuma. Karena masyarakat secara tidak langsung memberikan keleluasaan bagi pemerintah untuk melihat apa yang mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika modem internet dipasang kesebuah komputer, maka minimal akan ada satu orang yang diawasi pemerintahan. Sehingga menjadi lebih gampang dan mudah bagi pemerintah untuk mengetahui gerak-gerik para calon pembangkang. Hal ini ditemui di China dan Myanmar yang begitu membatasi penggunaan Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di China, Internet justru menjadi tempat pembatasan diperolehnya berita, semua domain selain domain china akan disensor, sehingga ketika kita menggunakan google versi china, peristiwa tianamen tidak akan ditemukan. Hal senada juga dialami seorang Blogger di Myanmar yang mengkritik pemerintahan Junta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pada akhirnya, internet bukanlah sebuah keberhasilan kebebasan berbicara, namun menjadi awal bagi era baru. Era pembatasan kebebasan untuk berbicara dan memperoleh informasi. Apakah Indonesia juga menuju kesana? Iya, kasus Prita bisa menjadi sebuah contoh keterbatasan untuk menyampaikan pendapat. Namun semoga saja itu tidak terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5091294767954338887?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5091294767954338887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5091294767954338887' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5091294767954338887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5091294767954338887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/internet-sebuah-kemenangan-pemerintahan.html' title='Internet: Sebuah Kemenangan Pemerintahan Komunis'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sl3yip4mSdI/AAAAAAAAADI/NpZq0sV4j-c/s72-c/1509-Computers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-6932934412722887106</id><published>2009-07-14T12:47:00.005+07:00</published><updated>2009-07-14T13:06:10.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movienomics'/><title type='text'>Inspired movie: Pursuit of Happynes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Slwfw0S3WEI/AAAAAAAAADA/oZMIhe-wBGc/s1600-h/poster_happyness1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 217px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Slwfw0S3WEI/AAAAAAAAADA/oZMIhe-wBGc/s320/poster_happyness1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358192580195997762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu kata buat film ini, aweshome. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Pursuit_of_Happyness"&gt;Pursuit of Happynes&lt;/a&gt;, Film yang mengangkat kisah nyata seorang ayah (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chris_Gardner"&gt;Chris Gardner&lt;/a&gt;, diperankan oleh Will Smith)yang harus membesarkan anaknya ditengah krisis ekonomi yang terjadi pada awal tahun 1990-an. Amerika mengalami krisis yang membuat banyak angkatan kerja yang tidak memperoleh pekerjaan. Banyak Istri yang meninggalkan suami mereka karena tidak sanggup lagi hidup ditengah kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menginspirasi dan banyak makna-makna hidup yang bisa kita telaah didalamnya. Banyak hal yang menjelaskan economic behavior didalamnya. Seperti ketika sang istri meninggalkan suaminya karena merasa tidak mendapatkan insentif selama menjadi istri dimana menjelaskan teori &lt;span style="font-style: italic;"&gt;people respond to incentives&lt;/span&gt;. Ketika mereka harus pindah dari rumah karena tidak mempunyai uang yang cukup untuk membiayai sewa rumah menjelaskan setiap individu yang mempunyai budget contraint dalam hidup sehingga mereka akhirnya mengurangi kepuasan mereka dengan menshifting IC dan menyewa sebuah motel murah, bahkan tinggal di sebuah penampungan tuna wisma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, ekonomi menjelaskan banyak hal yang terjadi dalam hidup, bahkan bisa menjelaskan banyak makna dalam sebuah film. Economy can explain everything, but I also believe Qur'an can explain manything that economics cannot explained.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya film ini highly recomended movie buat ditonton. Walaupun udah telat tidak ada salahnya buat ditonton, minimal buat mengisi liburan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-6932934412722887106?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/6932934412722887106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=6932934412722887106' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6932934412722887106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6932934412722887106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/inspired-movie-pursuit-of-happynes.html' title='Inspired movie: Pursuit of Happynes'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Slwfw0S3WEI/AAAAAAAAADA/oZMIhe-wBGc/s72-c/poster_happyness1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8463778490931303458</id><published>2009-07-06T23:07:00.003+07:00</published><updated>2009-07-06T23:21:54.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tobacco'/><title type='text'>Tulisan Tentang Rokok</title><content type='html'>Masalah rokok merupakan masalah yang unik dan menarik buat dikaji. Baru-baru ini pemerintah merencanakan untuk menaikkan pajak rokok sebesar 10-15%. Ada berbagai alasan pemerintah menaikkan pajak rokok. (1) alasan klise, untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia. Karena efeknya begitu luar biasa. Masyarakat lebih mampu untuk membeli rokok daripada membiayai biaya sekolah anak-anak mereka. Hal lain adalah masalah kesehatan yang dianggap membuat jumlah orang yang sakit akibat merokok dan perokok pasif menjadi tinggi. Biaya kesehatan yang harus dikeluarkan pemerintah juga semakin besar. (2) menaikkan pendapatan pemerintah. Karena pendapatan dari rokok sangat tinggi, walaupun persentasenya cuma 1% dari PDB negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Singapura dan negara-negara lainnya, mereka menaikkan harga rokok dengan cara menaikkan pajak, agar konsumsi rokok bisa dikurangi. Harga satu bungkus rokok di Singapura sebesar S$11 atau sekitar Rp 77.000 (S$1 = Rp 7000). Sehingga pengeluaran untuk merokok akan sangat besar disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah grafik yang menggambarkan hubungan penerimaan dari penjualan rokok dan aktivitas yang dilakukan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SlIjkEd_DrI/AAAAAAAAAC4/lFAlkZH0ndM/s1600-h/6a00d834515db069e201157117c8c3970b-800wi.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SlIjkEd_DrI/AAAAAAAAAC4/lFAlkZH0ndM/s320/6a00d834515db069e201157117c8c3970b-800wi.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355382009478713010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penerimaan pajak dari penjualan rokok ternyata tidak semuanya dialokasikan untuk biaya kesehatan bagi para perokok yang mengalami sakit. Namun justru dialokasikan untuk membayar konsulatan hukum dan membayar media-media agar tidak memberitakan cerita-cerita "aneh". Logis, karena tidak banyak media atau badan hukum yang terlalu vokal mempermasalahkan persoalan rokok. Karena mereka sudah disuruh diam oleh pemerintah dengan memberikan sedikit tip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata masalah rokok tidak akan pernah habis-habisnya untuk dikaji ya.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8463778490931303458?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8463778490931303458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8463778490931303458' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8463778490931303458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8463778490931303458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/07/tulisan-tentang-rokok.html' title='Tulisan Tentang Rokok'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SlIjkEd_DrI/AAAAAAAAAC4/lFAlkZH0ndM/s72-c/6a00d834515db069e201157117c8c3970b-800wi.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8103356363030867470</id><published>2009-06-28T22:12:00.004+07:00</published><updated>2009-06-28T22:33:50.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='style'/><title type='text'>Goodbye Jacko</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SkeMlIIxV2I/AAAAAAAAACw/pAnd_bSfOLQ/s1600-h/jacko.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SkeMlIIxV2I/AAAAAAAAACw/pAnd_bSfOLQ/s320/jacko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352401251620444002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kematian Michael Jackson a.k.a. Jacko tentunya menimbulkan kekagetan dan kesedihan yang mendalam bagi para penggemarnya.  Jutaan penggemar menyampaikan ucapan bela sungkawa serta mengirimi bunga sebagai bentuk kesedihan melepas kepergiannya. Penembang lagu "Heal the World" yang begitu terkenal dengan goyangannya ini meninggalkan banyak kenangan indah dan juga banyak utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Jacko terkenal dengan sikap borosnya ini tiap tahunnya membelanjakan 20-30 juta dolar melebihi penghasilannya setahun. Pada akhirnya kehidupan mewah yang dijalaninya membuat dia harus meminjam uang hingga mencapai angka 200 juta dolar. Akibatnya alm. Jacko meninggalkan utang diakhir hayatnya sebesar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;500 juta dolar (5,13 triliun rupiah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematiannya juga memunculkan sebuah opini di dalam benak masyarakat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ada yang menganggap dia mati secara tak wajar dan mungkin dibunuh. &lt;/span&gt;Berdasarkan pemberitaan terakhir, Jacko meninggal karena overdosis obat-obatan sehingga menyebabkan dia mengalami serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi kematian Jacko diakibatkan ketidakmampuannya dalam melaksanakan 50 konser dalam beberapa saat kedepan. Sehingga pihak penyelenggara memilih untuk menggunakan "cara ampuh" agar tidak mengalami kerugian akibat buruknya performa Jacko sehingga harus memberi ganti rugi. Karena dengan meninggalnya Jacko mereka, para pihak penyelenggara justru &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;akan mendapatkan uang dari asuransi&lt;/span&gt;. Kendala utama hanyalah menyangkut pengembalian uang dari tiket yang sudah dibeli yang akan rumit. Sehingga jika dikaitkan dengan kematiannya, misteri ini hanya diakibatkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keputusan bisnis belaka&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cuma analisa  abal-abal yang boleh dikritik oleh semua orang, namun pada akhirnya kematian ini sungguh terasa mengejutkan dan kalau pun ingin diusut lebih dalam lagi, kematian Michael Jackson menjadi sebuah misteri yang mungkin tinggal menunggu waktu untuk dipecahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8103356363030867470?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8103356363030867470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8103356363030867470' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8103356363030867470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8103356363030867470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/06/goodbye-jacko.html' title='Goodbye Jacko'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SkeMlIIxV2I/AAAAAAAAACw/pAnd_bSfOLQ/s72-c/jacko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1039951504601583406</id><published>2009-06-24T15:14:00.002+07:00</published><updated>2009-10-06T00:04:05.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><title type='text'>Berkaca Sebelum Memberikan Kritik</title><content type='html'>Terbit di koran Seputar Indonesia, 24 Juni 2009&lt;br /&gt;http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/249514/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH kampanye pilpres berjalan lebih dari tiga minggu, banyak cara yang dilakukan para caprescawapres dalam menarik dukungan dari seluruh elemen masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari melakukan kunjungan ke daerah, turun ke pasar-pasar tradisional, mengikuti wawancara dengan stasiun televisi, kampanye terbuka hingga mengkritik para pesaing mereka. Itulah cerminan kampanye pilpres yang kita saksikan di negeri ini. Setiap pasangan selalu menyampaikan keberhasilan mereka ketika memimpin serta sering menyudutkan pihak-pihak yang dianggap gagal selama memimpin negeri ini.Ketiga calon sama-sama pernah memimpin negara ini, kecuali Jusuf Kalla yang hanya mengecap jabatan wakil presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan mereka menganggap keberhasilan yang dicapai oleh negara saat ini adalah keberhasilan mereka masing-masing. Sungguh aneh ketika Megawati bangga dengan apa yang telah dia hasilkan,tetapi pada kenyataannya kebijakan tersebut baru bisa berjalan di masa kepemimpinan presiden berikutnya.SBY dan JK tak jauh berbeda, keberhasilan pemerintah selama empat tahun belakangan dianggap sebagai keberhasilan presiden atau wakil presiden semata.Keberhasilan tersebut tidak lagi menjadi kesuksesan sebuah tim, bahkan di dalam tim tersebut saling melontarkan kritik terhadap partner mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan kritik sebenarnya tidak menjadi suatu hal yang tabu, justru sebuah kritik yang membangun bisa menjadikan mereka sadar dan terbangun untuk menjadi lebih baik lagi.Namun sayangnya parodi politik yang kita saksikan belakangan ini sungguhlah mengecewakan.Tidak ada satu pun capres yang mau berkaca dan melihat segala kekurangan yang mereka miliki selama memangku jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun capres yang berani maju dan mengatakan bahwa ada beberapa kegagalan yang mereka alami selama menjalankan negeri ini.Ketika itu semua telah dilakukan,maka barulah mereka bisa memberikan kritik yang membangun dan lebih solutif. Obama dan McCain ketika melakukan debat Pilpres AS tahun lalu menyuguhkan sebuah tontonan yang sangat memukau. Masing-masing tidak hanya membeberkan apa yang telah mereka capai, tapi juga mengakui apa saja yang telah gagal mereka lakukan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga tidak hanya mengkritik kebijakan yang telah dilakukan presiden sebelumnya, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan yang telah dicapai oleh pemerintahan sebelumnya sehingga pada akhirnya menjadi sebuah tontonan yang menarik karena diisi oleh kritik-kritik pedas tapi membangun. Saling melempar sebuah kritik yang pedas menjadi lebih enak untuk ditonton karena dilandasi atas keinginan untuk sebuah perubahan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti inilah yang hendaknya dipahami oleh capres dan cawapres serta tim sukses pasangan-pasangan tersebut. Bila ingin menyampaikan sebuah kritik, becerminlah terlebih dahulu agar kritik yang disampaikan berlandaskan keinginan untuk membangun negara. Bukanlah mengkritik yang bertujuan untuk mendiskreditkan pasangan lain. Sungguh indah jika ketiga pasangan tersebut bisa menyuguhkan tontonan yang cerdas dan berakhlak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Becermin sebelum mengkritik dan berikanlah sebuah kritik yang membangun.Karena rakyat ini membutuhkan sosok negarawan yang berani berbuat dan berani mengakui kekurangan yang dimilikinya.Biarlah rakyat yang menilai dan memutuskan pilihannya karena rakyat kita sudah jauh lebih pintar dan lebih rasional.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jahen Fachrul Rezki &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Ekonomi FEUI dan Peneliti di BO Economica&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1039951504601583406?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1039951504601583406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1039951504601583406' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1039951504601583406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1039951504601583406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/06/berkaca-sebelum-memberikan-kritik.html' title='Berkaca Sebelum Memberikan Kritik'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-6220341546806073238</id><published>2009-06-19T23:35:00.003+07:00</published><updated>2009-06-20T00:06:24.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soccer Economics'/><title type='text'>Effect dari Transfer Ronaldo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjvFWr42dFI/AAAAAAAAACo/JOKpsN2CTCU/s1600-h/kaka_468x384.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjvFWr42dFI/AAAAAAAAACo/JOKpsN2CTCU/s320/kaka_468x384.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349085975961564242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaka dan Ronaldo, dua nama tersebut begitu hangat diperbincangkan penggemar sepakbola di seantaro muka bumi. Semua orang hanya menggelengkan kepala sambil memikirkan darimana Real Madrid bisa memperoleh uang sebanyak itu. Jika dijumlahkan, maka Real Madrid harus mengeluarkan US$ 228 juta dan Ronaldo memecahkan rekor transfer pemain sepakbola dunia sebesar 80 juta pounds (US$ 132 juta). Sebuah angka yang sangat fantastis dan sungguh sulit mendapatkan dana segar sebanyak itu ditengah krisis finansial sekarang. Disaat bank-bank enggan mengucurkan dana segar dan terhambatnya likuiditas, bank di Spanyol berani memberikan pinjaman kepada Madrid untuk membiayai transfer kedua pemain tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan membahas darimana asal muasal uang tersebut dan kenapa bank-bank berani meminjamkan uang mereka kepada Madrid disaat krisis ini. Tapi yang ingin kita bahas disini adalah akibat dari transfer Ronaldo ke Madrid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pertama, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;transfer Ronaldo menyebabkan terjadinya inflasi didalam pasar transfer pemain&lt;/span&gt;. Ya, akibat transfer Ronaldo tersebut harga-harga pemain profesional di Eropa sana semakin meningkat. Man Utd dan Milan tentunya akan terkena imbasnya karena pemain incaran mereka juka akan mengalami kenaikan harga. Hal ini disebabkan tim-tim lain mengetahui kondisi keuangan kedua klub tersebut yang membaik karena penjualan dua pemain anyar mereka. Hal ini menyebabkan klub-klub akan berusaha menaikkan harga pemain-pemain mereka jauh diatas harga normal. Sehingga terjadilah inflasi harga pemain sepakbola di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sudah pasti mengacaukan keseimbangan pasar transfer di Eropa. Man City juga berpeluang membuat inflasi didalam pasar transfer pemain semakin berbahaya. Raja minyak yang memiliki Man City juga mempunyai money power yang besar sehingga akan sangat mudah bagi tim tersebut untuk mengeluarkan uang banyak demi seorang pemain yang bisa jadi "nilainya" tidak telalu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, transfer jor-joran Madrid belum tentu sesuai dan efektif untuk ukuran "Liga Spanyol". Walaupun Barcelona menjadi juara Liga Champion, namun gap antara Real Madrid dan Barcelona dibandingkan tim lainnya sudah sangat lebar. Ditambah lagi transfer gila-gilaan Madrid yang membuat gap tersebut semakin jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya ketika Madrid membuat Los Galaticos edisi kedua, pemain-pemain hebat tersebut hanya akan mengalami duel yang spektakuler yang hebat melawan Barcelona. Hanya dua kali dalam satu musim, sisanya melawan 18 tim kelas bawah. Kalau liga champion, dalam babak grup, hanya akan ada satu tim tangguh dan akan ada 6 pertandingan hingga mencapai final (itu pun kalau masuk final). Hingga pada akhirnya pemain-pemain tersebut. Sehingga pada akhirnya pemain-pemain hebat tersebut sering kali hanya melawan tim-tim medioker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah effect dari tranfer Ronaldo tersebut hanya akan membuat inflasi pada pasar transfer pemain, membuat gap antara Real Madrid dengan tim-tim kelas bawah semakin lebar, dan pada intinya membuat Liga Spanyol menjadi tidak menarik lagi. Pemain-pemain hebat tersebut juga hanya bermain dengan tim-tim hebat dalam jumlah yang minimum. Mungkin Florentino Perez hanya memikirkan efek finansial dari pembelian kedua bintang tersebut, tapi kalau membahas gelar, kita tidak tahu. Bisa jadi mereka mendapatkan gelar juara atau lagi-lagi memperoleh hasil nihil&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-6220341546806073238?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/6220341546806073238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=6220341546806073238' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6220341546806073238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/6220341546806073238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/06/effect-dari-transfer-ronaldo.html' title='Effect dari Transfer Ronaldo'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjvFWr42dFI/AAAAAAAAACo/JOKpsN2CTCU/s72-c/kaka_468x384.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5500018500392677309</id><published>2009-06-19T20:38:00.002+07:00</published><updated>2009-06-19T20:52:13.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Behavioral Economics'/><title type='text'>Makanan Murah = Hemat</title><content type='html'>Budget Constraint menjadi alasan utama mahasiswa dalam mengelola keuangan mereka. Ada yang mendapatkan uang saku murni dari orangtua, memperoleh beasiswa atau pun bekerja. Namun pada akhirnya uang yang mereka miliki terbatas. Mick Jagger pernah berkata "You can't always get what you want". Itu merupakan sebuah esensi dari ekonomi, dimana keinginan yang tidak terbatas, namun sumberdaya yang dimiliki sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;scarcity, trade-off dan opportunity cost&lt;/span&gt; menjadi sangat jelas ketika kondisi ini kita lihat didalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Mereka mempunyai uang yang terbatas, namun para mahasiswa mempunyai hasrat makan yang sangat menggebu-gebu dengan alasan masih dalam masa pertumbuhan. Keterbatasan dana, khususnya bagi mahasiswa yang juga kost membuat mereka harus memilih atau memikirkan biaya apa saja yang bisa dikurangi untuk menambah jajan mereka, khususnya untuk entertaining. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pilihan paling utama adalah dengan makan makanan yang murah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka memilih memakan makanan yang murah, mahasiswa melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trade-off&lt;/span&gt; antara berhemat atau makan enak. Namun pilihannya menjadi jelas karena mereka lebih prefer untuk makan makanan yang murah demi memperoleh kepuasan hiburan dari kelebihan uang saku yang mereka dapatkan. Disinilah terdapat konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;opportunity cost&lt;/span&gt;, ketika ada biaya yang harus mereka korbankan. Ketika mahasiswa memilih makanan yang murah, mereka membiarkan kesempatan untuk memakan hidangan yang lebih enak pergi jauh agar nantinya bisa bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah konsep ekonomi akan menjadi lebih simple ketika diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari. Sehingga akan lebih mudah untuk memahaminya ketimbang mendengarkan celotehan dosen yang sangat membosankan. Pada akhirnya makan makanan yang murah bisa dikatakan sebagai sebuah bentuk penghematan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5500018500392677309?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5500018500392677309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5500018500392677309' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5500018500392677309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5500018500392677309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/06/makanan-murah-hemat.html' title='Makanan Murah = Hemat'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-7295974678159877764</id><published>2009-06-17T00:06:00.004+07:00</published><updated>2009-06-17T00:21:01.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiscal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Government'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tobacco'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tax'/><title type='text'>Hubungan Intim Perokok dengan Pemerintah</title><content type='html'>Rokok, sebuah barang atau kebutuhan yang begitu substansial bagi orang-orang yang sudah sangat ketergantungan dengan barang tersebut. Walaupun rokok bukan sebuah barang yang haram untuk dikonsumsi, namun rokok menyebabkan eksternalitas negatif kepada orang-orang yang berada disekitar perokok. Justru perokok pasif yang mengalami dampak lebih buruk dibandingkan perokok aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik efek negatif rokok kepada perokok itu sendiri atau pun kepada orang disekitar mereka, rokok memberikan keuntungan yang begitu signifikan bagi penerimaan pajak negara. Sebuah tulisan memperlihatkan hubungan yang sangat intim antara rokok dengan penerimaan pemerintah. &lt;a href="http://www.4-blockworld.com/2009/06/nicotine-fix.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjfStBmE0II/AAAAAAAAACg/zWXTPRdEIwc/s1600-h/6a00d834515db069e201157117c8c3970b-800wi.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjfStBmE0II/AAAAAAAAACg/zWXTPRdEIwc/s320/6a00d834515db069e201157117c8c3970b-800wi.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347974753489834114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan gambar diatas, kita bisa melihat dengan jelas hubungan antara rokok atau perokok dengan pemerintah. Perokok sangat butuh tembakau, hal tersebut menyebabkan perkebunan tembakau memperoleh untung yang besar disini. Namun disisi lain, pemerintah memproteksi tembakau, dikarenakan efek negatif dari rokok itu sendiri. Ketika dihubungkan dengan pajak, maka para perokok akan membayar pajak rokok yang sangat besar. Contohnya cukai rokok di Indonesia yang sangat besar diberlakukan pemerintah untuk mengurangi konsumsi rokok. Namun disisi lain, pemerintah memperoleh penerimaan pajak yang sangat besar dari rokok, sehingga menjadi sebuah kebijakan yang sangat dilematis bagi pemerintah ketika melakukan pelarangan penjualan rokok dan proteksi terhadap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diatas menjelaskan kepada kita bahwa akan menjadi sebuah hal yang mustahil bagi pemerintah untuk melakukan pelarangan rokok di suatu negara. Akan ada trade-off ketika kebijakan tersebut dilakukan, antara memperoleh penerimaan dari pajak yang sangat besar atau menjaga kesehatan masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-7295974678159877764?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/7295974678159877764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=7295974678159877764' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7295974678159877764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7295974678159877764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/06/hubungan-intim-perokok-dengan.html' title='Hubungan Intim Perokok dengan Pemerintah'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjfStBmE0II/AAAAAAAAACg/zWXTPRdEIwc/s72-c/6a00d834515db069e201157117c8c3970b-800wi.gif' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4793835758014968233</id><published>2009-06-12T23:19:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T23:20:48.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Harga Diri dan Nasib TKI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjJ_FXg4dEI/AAAAAAAAACY/5oBDwe2mwk0/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjJ_FXg4dEI/AAAAAAAAACY/5oBDwe2mwk0/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346475437830206530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tentara Diraja Malaysia memancing amarah angkatan laut Indonesia dengan melanggar batas negara, banyak respon dari masyarakat Indonesia. Banyak yang naik pitam dan merasa pemerintah harus menyerang Malaysia. Ada yang sudah rela untuk dikirimkan kesana dan menyatakan siap mati demi pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjJ_Ex74OXI/AAAAAAAAACI/F60yGESnl0Q/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjJ_Ex74OXI/AAAAAAAAACI/F60yGESnl0Q/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346475427742890354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Manohara juga memenuhi berita-berita infotaiment. Masyarakat merasa prihatin dengan kondisi Manohara dan kebiadaban perlakuan pihak Kerajaan Kelantan. Sampai-sampai seorang Manohara pun memimpin demonstrasi di depan kedubes Malaysia baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik itu semua masih banyak TKI yang diperlakukan secara tidak manusiawi di Malaysia sana. Banyak yang disiksa, diperkosa, diperlakukan layaknya binatang, dilecehkan, bahkan sampai harus kehilangan nyawa mereka. Sebuah bukti nyata bahwa di Malaysia sana “mereka” memperlakukan kita secara semena-mena. Menganggap diri mereka lebih tinggi derajatnya dibandingkan kita. Merasa yang paling hebat dan paling berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentunya menjadi sebuah kondisi yang tidak mengenakkan bagi negara, pemerintah, dan masyarakat kita. Bangsa ini merasa diri mereka merasa terinjak-injak dan merasa kita harus berbuat sesuatu. Tapi kita harus ingat, ketika kita memutuskan untuk menyerang Malaysia, bagaimana nasib 2,5 juta TKI kita disana? Mereka merupakan penyumbang devisa negara terbanyak dibawah migas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjJ_FeWJoiI/AAAAAAAAACQ/YpKVXsPfCxw/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjJ_FeWJoiI/AAAAAAAAACQ/YpKVXsPfCxw/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346475439664243234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada trade-off yang sangat besar disini, sehingga akan ada multiplier effect dari setiap kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah. Jangan semena-mena dan mendahulukan emosi semata. Masih ada keluarga-keluarga yang dihidupi dari gaji TKI di Malaysia. Negara masih belum punya alternatif lain dalam penerimaan devisa negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukanlah cara diplomasi terlebih dahulu, bila mereka masih sombong maka tidak akan ada kata maaf untuk mereka. Kita punya harga diri dan masih banyak orang yang punya jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Hidup Indonesiaku!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4793835758014968233?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4793835758014968233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4793835758014968233' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4793835758014968233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4793835758014968233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/06/harga-diri-dan-nasib-tki_7141.html' title='Harga Diri dan Nasib TKI'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/SjJ_FXg4dEI/AAAAAAAAACY/5oBDwe2mwk0/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8252861960121205357</id><published>2009-06-02T23:09:00.000+07:00</published><updated>2009-06-02T23:11:24.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Antara Politik, Agama, dan Harga Diri</title><content type='html'>Mulai hari ini, tepatnya tanggal 2 Juni 2009 para capres dan cawapres telah memulai masa-masa kampanyenya. Manuver-manuver politik terjadi dengan begitu cepat. Dinamika politik menjadi berita yang selalu menghiasai media cetak dan elektronik. Masyarakat memperbincangkan pemilu, mulai dari kedai-kedai di pinggir jalan hingga hotel-hotel berbintang. Suatu fenomena baru yang terjadi di Indonesia dalam beberapa bulan belakangan. Momen penting demi kemashalatan negara dan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak pengumuman capres dan cawapres pada bulan Mei lalu, terjadi banyak respon terhadap ketiga calon tersebut. Ada yang pro dan ada juga yang kontra terhadap pencalonan ketiga pasangan tersebut. SBY-Boediono yang dicap sebagai “agen asing” dan neo-liberal, JK-Wiranto yang dianggap sebagai pasangan yang “sigap” namun memanfaatkan posisi-posisi politik demi keuntungan golongan. Terakhir Mega-Pro yang dicap sebagai pasangan “wong cilik” dan kerakyatan namun tidak realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pasangan diatas sebenarnya belum bisa memberikan suguhan politik yang cerdas dan mendidik bagi masyarakat. Mereka masih memperlakukan rakyat kita layaknya orang bodoh dan gampang untuk dibohongi. Black Campaign dilakukan demi mendapatkan pencitraan yang lebih baik. Mendiskreditkan calon lain sudah menjadi hal yang lumrah kita temui selama pengumpulan dukungan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada realitanya ketiga calon diatas belum bisa memberikan sesuatu yang benar-benar tepat dan dibutuhkan negara. Masih banyak issue dan wacana yang dilempar, tanpa mempersiapkan langkah-langkah konkrit. Sebuah bukti bahwa mereka belum siap untuk memimpin negeri ini. Sejauh ini memperburuk citra pasangan lain menjadi senjata utama para tim sukses untuk memperoleh suara para floating voters. Sehingga pada intinya mereka belum bisa menjawab permasalahan yang dihadapi negara secara jelas dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika langkah konkrit tidak bisa dilaksanakan dengan benar dan realistis, maka cara licik pun disajikan oleh semua pihak. Melakukan diskriminasi terhadap masalah yang sangat “sensitif”, idealisme dan agama. Masalah idealisme contohnya ekonomi mungkin bisa kita abaikan terlebih dahulu karena sudah banyak orang yang melakukan debat kusir untuk membahasnya, namun masalah agama mungkin menjadi suatu hal yang wajib untuk dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama menjadi sasaran empuk para calon dan tim sukses dalam memperbaiki citra diri dan memperburuk citra pesaing dimata masyarakat. Sebuah organisasi pemuda yang mengkritik Boediono dikarenakan beliau merupakan islam kejawen menjadi sebuah cara baru yang dilakukan untuk merusak image pak Boed. Beliau yang memiliki harta sebanyak 22 M namun tidak pernah naik haji dan memiliki istri kristen menjadi sebuah cara licik yang disampaikan pihak tertentu demi menurunkan citra pasangan SBY-Boediono.&lt;br /&gt;Pasangan JK-Win yang memiliki istri berjilbab dijadikan alasan golongan-golongan tertentu untuk mengajak para masyarakat untuk memilih pasangan tersebut. Sebuah hal yang sangat edukatif dan logis, karena apa hubungan istri berjilbab dengan kualitas seorang capres dan cawapres. Apakah dibalik jilbab tersebut terdapat program kerja yang lebih jelas? Mega-Pro juga menjadi korban akibat dosa-dosa mereka pada masa yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh cara-cara tersebut merupakan sebuah usaha yang sangat bodoh dan tidak mendidik. Membawa isu agama merupakan sebuah cara yang salah untuk mencapai suatu tujuan merupakan sebuah cara yang salah. Hal ini sama saja dengan melakukan tindakan rasis terhadap orang kulit hitam di Amerika. Mereka dengan gampangnya mendiskreditkan orang lain karena agama mereka. Kalau pada akhirnya memilih pemimpin karena agamanya, maka agama cuma dijadikan sebuah label dan lambang, bukan menjadi sebuah kepercayaan atau sesuatu yang sangat sakral. Apakah dengan memakai jilbab permasalahan ekonomi bisa diselesaikan? Atau apakah dengan naik haji bisa menjamin angka korupsi  bisa diturunkan. Jawabannya sudah jelas, Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewajarnya orang-orang yang mengkritik Pak Boed malu dengan diri mereka sendiri. Apakah memang mereka lebih baik agamanya daripada Pak Boed? Apakah derajat mereka lebih tinggi daripada derajat pak Boed? Siapa yang tahu. Pada akhirnya tulisan ini tidak mendukung pasangan tertentu, tetapi ingin melihat seberapa besar harga diri yang dimiliki seseorang ketika dia “mengkritik agama atau ibadah seseorang”. Masalah tersebut merupakan urusan manusia itu sendiri dengan Tuhan. Kita tidak punya hak untuk menghakimi mereka, karena kita sendiri pun belum tentu memiliki derajat yang lebih baik dimata Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup mengangkat masalah neoliberal atau kerakyatan serta masalah memakai Jilbab atau tidak. Marilah kita bersama-sama membagun negeri ini dan maksimal tanpa melemparkan isu-isu konyol yang justru memperlihatkan kebodohan kita dimata asing. Sehingga mejadi sebuah hal yang logis apabila Malaysia berani melecehkan kita, karena kita tidak mempunyai harga diri lagi. Menganggap diri ini yang terbaik dan sudah “sempurna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nb: Tulisan ini bersifat netral dan tidak ada niat untuk mendukung pihak tertentu namun tulisan ini juga ingin menekankan agama itu penting dan hendaknya jangan sampai dipolitisasi   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8252861960121205357?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8252861960121205357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8252861960121205357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8252861960121205357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8252861960121205357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/06/antara-politik-agama-dan-harga-diri.html' title='Antara Politik, Agama, dan Harga Diri'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-8200042479492743444</id><published>2009-05-23T20:38:00.002+07:00</published><updated>2009-05-23T20:40:14.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Mereka Pikir "Kita" Bodoh</title><content type='html'>Dinamika politik Indonesia terasa begitu dinamis menjelang pengumuman capres dan cawapres. Pasangan JK-Wiranto telah mendahului para pesaing mereka dengan mendeklarasikan duet tersebut di depan tugu proklamasi pada hari minggu kemarin. Kedua pasangan tersebut berharap bisa seperti duet Soekarno-Hatta yang bisa memberikan sentuhan indah dalam perjalanan pemerintahan negeri ini. Langkah mereka tersebut setidaknya membuat mereka berada sedikit didepan dan meninggalkan para pesaing mereka untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ingin kalah dengan duet JK-Wiranto, presiden SBY juga mulai memperlihatkan gerak-gerik pendeklarasian beliau sebagai calon presiden. Sempat dihebohkan dengan berita calon wakil presiden yang masih belum ada kejelasan, beberapa hari belakangan mulai berkembang isu cawapres presiden SBY adalah gubernur Bank Indonesia, Boediono. Sebuah duet yang membuat banyak orang mulai berani berbicara banyak. Terdengar suara-suara sumbing mengenai rencana pemilihan Boediono sebagai cawapres SBY. Terutama dari partai-partai yang berkoalisi dengan Demokrat. Mereka memperlihatkan kekecewaan mereka, bahkan ada yang mengancam untuk mencabut koalisi dan berpaling kepada calon yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan presiden Megawati juga masih kebingungan dengan pencalonan dirinya dalam pemilihan presiden nanti. Sempat terdengar telah mencapai kesepakatan dengan partai Gerindra untuk mengusung duet Mega-Prabowo, namun ternyata isu tersebut ditepis oleh kedua pihak. Tetap bersikukuh dengan nafsu masing-masing membuat Mega dan Prabowo sama-sama masih belum mempunyai pasangan atau jomblo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kondisi diatas memperlihatkan begitu dinamisnya perpolitikan Indonesia menjelang pilpres pada bulan Juli nanti. Apalagi isu-isu tersebut selalu menghiasi headline media cetak maupun elektronik. Sehingga tiap harinya kita merasa membutuhkan informasi terbaru menyangkut dinamika perpolitikan Indonesia.  Namun sebagai masyarakat yang lebih rasional dan cerdas, setidaknya kita bisa mengkritisi banyak hal. Mulai dari keegoisan masing-masing pihak hingga nafsu akan sebuah kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masyarakat yang Semakin Cerdas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemberitaan media yang kadang-kadang berlebihan dan terlalu memprovokasi pihak-pihak tertentu begitu santer terdengar, rakyat justru tidak terpancing. Kalau pun ada yang terpancing, rakyat sudah semakin cerdas dan rasional dalam menilai itu semua. Tidak ada lagi yang mencerca secara tidak senonoh, namun sudah memperlihatkan tingkat intelektualitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru sekarang kita melihat para elit politik yang semakin kelihatan bodoh. Terlihat semakin rakus dan egois demi sebuah jabatan politik. Mereka seperti sekumpulan orang yang begitu haus akan air ditengah gurun tandus. Bahkan demi merebut air tersebut mereka rela untuk berjibaku dengan teman mereka sendiri.&lt;br /&gt;Secara politik mungkin negara kita sudah semakin bagus, namun secara etika moral para politikus kita masih jauh dari standar. Mereka pikir kita sama seperti dulu, gampang dibodohi dan dibohongi. Masyarakat sudah jauh lebih cerdas dan intelek. Kita lebih rasional dalam menyikapi sesuatu dan lebih dewasa dalam berpolitik. Tetapi hal tersebut tidak tercermin pada para pembesar negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman buruk selama Orde Baru telah membentuk mental masyarakat yang semakin bagus. Kita mungkin sudah belajar banyak dari pengalaman pahit masa lalu dan mebuat kepribadian kita semakin bagus. Berdasarkan prinsip ekonomi kita telah mengetahui kondisi pasar yang dihadapi. Sehingga pengalaman masal lalu menjadikan informasi yang kita dapatkan semakin lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kritik untuk SBY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Boediono dideklarasikan sebagai cawapres SBY, banyak pihak yang mempertanyakan keputusan tersebut. Partai koalisi pendukung pencalonan SBY mengancam akan mencabut dukungan mereka dan berpaling kepada calon yang lainnya. Mereka menganggap keputusan tersebut adalah keputusan sepihak dan tidak sesuai dengan kriteria cawapres yang disebut SBY beberapa saat yang lalu. Sehingga kekecewaan tersebut bisa jadi berimbas pada stabilitas ekonomi dan politik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara implisit, keputusan SBY bisa menjadi logis jika dia melihat kondisi ekonomi global sekarang. Rasa takut dan keinginan untuk bertindak preventif sepertinya membuat SBY lebih memilih profesional dan ekonom seperti Boediono. Orang yang mempunyai pengalaman begitu lama dibidang pemerintahan, khususnya masalah ekonomi. &lt;br /&gt;Namun keputusan tersebut seperti sebuah keputusan untuk jangka pendek (short term.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang ekonom seperti Boediono bukanlah seorang politikus. Tidak terbayang oleh kita bagaimana caranya dia berteriak didepan massa untuk memberikan kesempatan kepadanya mendampingi SBY nanti. Boediono dipaksa untuk menjadi seorang politikus, padahal secara akar rumput dia tidak memiliki basis politik yang kuat. Bukanlah seorang aktivis dan juga anggota parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang membuat banyak pihak merasa keputusan ini bisa menjadi bumerang bagi SBY. Apalagi sepeninggal Boediono nanti, siapa yang akan menggantikan beliau? Apakah pengganti dia nanti jauh lebih baik atau justru jauh dibawah standar. Keputusan yang salah bisa membuat respon yang negatif dari pelaku pasar. Jika SBY lebih cermat tentunya dia akan mempertahankan Boediono diposisinya sekarang. Bisa lebih konkrit dalam bekerja dan juga membantu Indonesia secara jelas dan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY sepertinya terlalu percaya diri dengan hasil polling yang mengatakan siapapun wapres yang mendampingi beliau, kursi RI-1 sudah pasti ditangan. Bahkan berpasangan dengan sendal jepit pun SBY bisa menjadi presiden. Sudah sepatutnya hal ini tidak menjadikan presiden sombong dan merasa diatas angin. Membuat keputusan jangka pendek dan tidak mengindahkan stabilitas negara secara seutuhnya. Ketika orang hebat ditarik ke posisi yang asing bagi mereka, maka mereka cuma bisa menjadi penyakitan ditempat tersebut. Hendaknya ini menjadi pertimbangan presiden demi majunya negara yang kita cintai ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-8200042479492743444?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/8200042479492743444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=8200042479492743444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8200042479492743444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/8200042479492743444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/05/mereka-pikir-kita-bodoh.html' title='Mereka Pikir &quot;Kita&quot; Bodoh'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-7048926754995665620</id><published>2009-05-21T23:14:00.003+07:00</published><updated>2009-05-21T23:25:46.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Country'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Indonesia: The Next Asian Giant Country????</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tulisan ini untuk memperingati 101 kebangkitan nasional dan bentuk ungkapan sedih terhadap kondisi negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia negara besar, kaya dengan sumber daya alam, tanahnya subur, rakyatnya banyak. Kata-kata yang selalu terlontar dari para pemikir negeri ini, politikus, negarawan, sampai pengemis. Tapi apa gunanya kita seperti itu kalau kita terlalu bodoh untuk mengurusi negara yang panjangnya dari inggris hingga semenanjung siberia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika singapura pusing dengan angka pertumbuhan penduduk yang semakin berkurang, India pada 2030 akan menjadi negara terpadat di dunia, China dengan penduduk tua yang semakin banyak. Kita tidak bermasalah dengan struktur demografi yang dimili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Singapura mengalami kontraksi ekonomi, China terkejut dengan penurunan pertumbuhan ekonomi yang biasanya 2 digit menjadi 1 digit. Kita tetap bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu hal yang membuat kita tidak bisa maju. Ketidakcintaan terhadap bangsa ini, Ketidakmauan memajukan bangsa, keegoisan dan tidak adanya keinginan untuk mengabdi pada negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kita negara kaya, tetapi kita dipenuhi oleh orang-orang yang berjiwa miskin. Tidak visioner dan tidak memiliki keinginan untuk memajukan negara ini. Memimpin negara hanya untuk sebuah jabatan singkat, setengah-setengah dan tidak menghasilkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah dibodohi dan dibohongi oleh negara lain. Tidak punya integrasi dan wibawa dimata asing. Tunduk kepada negara yang berlandaskan anarkis dan terorisme. Selalu menjadi follower dan tidak pernah menjadi leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah bermimpi menjadi bangsa yang besar kalau masalah tersebut belum bisa kita selesaikan. Ini kewajiban kita semua, tanggung jawab kita semua dan keharusan bagi kita untuk membangun negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGKIT INDONESIAKU!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-7048926754995665620?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/7048926754995665620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=7048926754995665620' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7048926754995665620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/7048926754995665620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/05/indonesia-next-asian-giant-country.html' title='Indonesia: The Next Asian Giant Country????'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-4053138186336188667</id><published>2009-04-14T12:29:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T12:30:35.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demokrasi'/><title type='text'>Selamat Datang Demokrasi di Indonesia</title><content type='html'>Walaupun sejujurnya saya tidak terdaftar dalam DPT, banyaknya kecurangan dalam pemilu, sudah banyak korban yang berjatuhan akibat kecapekan atau stres, namun harus kita akui bahwa pemilu membuat bangsa ini belajar banyak. Belajar untuk golput, belajar untuk membuat sebuah pagelaran politik yang “wah”, belajar untuk melakukan etika politik serta berusaha menjadi sebuah negara yang bisa bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun partai golput yang memenangi pemilu kali ini, namun kita seharusnya bisa memberikan apresiasi kepada partai politik dan rakyat indonesia yang ternyata masih care terhadap kondisi negara ini. Status di facebook mulai dari mengkritisi pemilu hingga melakukan tindakan persuasif untuk memilih partai tertentu sungguh menjadi sebuah trend baru di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita masih tertinggal dari negara-negara lain yang telah maju dalam hal perpolitikan, namun kita lebih baik dalam hal pembelajaran. Memang belumlah mendapatkan nilai A, tetapi setidaknya semua elemen negeri ini telah berusaha untuk membuat perhelatan tersebut menjadi sebuah kenangan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara pemilu, maka sudah akan pasti terjadi tindak kecurangan dari oknum-oknum tertentu. Sebuah hal yang lumrah bagi kita semua, tetapi kita semua telah menuju kepada sebuah arah kebangkitan dan pendewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita selalu mengeluh bahwa kita tidak akan pernah bangkit? Bahwa bangsa ini akan tetap terpuruk, jalan ditempat dan bahkan mundur kebelakang. Jika semua itu telah terpatri dalam otak kita maka negeri ini tidak akan pernah bangkit. Justru anak-anak muda generasi emas seperti kita yang begitu care terhadap negeri ini yang menjadi kartu As bagi perkembangan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo teman-teman, terlepas dari semua permasalahan yang terjadi selama pemilu, kita sebagai elemen penting dalam masyarakat hendaknya ikut aktif demi kebangkitan negeri ini. Ayo berbuat nyata dan bertindak konkrit. Jangan hanya bercuap-cuap tanpa pernah merealisasikan ucapan kita. Kalau kita benci dengan para politikus yang hanya bercuap-cuap dan hanya sekedar memberikan janji politik, maka kita hendaknya langsung terjun ke lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan kita semua lah negeri ini bisa bangkit dan ucapkanlah Selamat Datang Bagi Demokrasi di Indonesia. Demokrasi yang betul-betul bersih tanpa ada lagi rasa takut untuk menyampaikan sesuatu dan rasa emosi yang berlebihan dalam mempejuangkan sesuatu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-4053138186336188667?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/4053138186336188667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=4053138186336188667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4053138186336188667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/4053138186336188667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/04/selamat-datang-demokrasi-di-indonesia.html' title='Selamat Datang Demokrasi di Indonesia'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-2658678364922339579</id><published>2009-04-02T15:04:00.003+07:00</published><updated>2009-04-02T15:15:46.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campaign'/><title type='text'>Menyikapi Janji Kampanye</title><content type='html'>Sudah lebih dari tiga minggu perpolitikan Indonesia mengalami masa sibuknya. Para politikus mengisi hari-hari mereka dengan berkampanye ria di berbagai daerah. Mulai dari memberikan orasi yang berapi-rapi sampai menari erotis. Mulai dari memberikan janji politik hingga memberikan money politic. Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang hendaknya kita cermati lebih cermat selagi masa kampanye dan pencontrengan yang semakin dekat. Realisasi dari janji kampanye para "pemberi janji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya janji sudah pasti merupakan janji-janji manis. Janji yang membuat banyak orang terpukau akan untaian kata-kata yang disusun oleh para juru kampanye tiap partai politik. Semua janji yang mereka utarakan sudah pasti merupakan janji manis yang begitu indah jika bisa direalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika melihat janji kampanye yang begitu normatif. Saya sendiri merasa apa benar janji tersebut bisa direalisasikan. Mengutip blue print Prabowo yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 10% pada tahun 2010. Berdasarkan matematika ekonomi sederhana pun pencapaian tersebut tidak bisa tercapai untuk skala Indonesia. Baik ketika terjadi krisis global maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji penumbuhan lapangan kerja yang disampaikan oleh setiap partai juga begitu ambigu dan abstrak. Ketika kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar satu persen maka akan terbentuk lapangan pekerjaan sebesar 250 ribu-400 ribu. Tapi janji kampanye yang begitu tinggi dan gak realistis membuat orang-orang yang mendengar janji-janji tersebut menjadi terpukau secara sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksud penulis untuk mendiskreditkan partai politik, namun kalau memang ingin memajukan Indonesia buatlah rencana kerja yang realistis, bukan yang tidak mungkin. Jangan terlalu idealis lah dengan janji, karena semakin jauh dan tinggi janji tersebut justru membuat semua rencana tidak bisa tercapai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-2658678364922339579?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/2658678364922339579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=2658678364922339579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2658678364922339579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/2658678364922339579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/04/menyikapi-janji-kampanye.html' title='Menyikapi Janji Kampanye'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5879359530384163301</id><published>2009-03-06T22:23:00.002+07:00</published><updated>2009-03-06T22:39:34.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='industry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis'/><title type='text'>Nasib Buruh yang Semakin Di Ujung Tanduk</title><content type='html'>AS sudah 651.000 kerja yang hilang (reuters.com). Sudah 37.905 buruh yang di-PHK hingga 27 Februari 2009. Itulah tulisan utama koran kompas hari ini. . Sebuah kondisi yang menggambarkan bagaimana ancaman nyata dari krisis ekonomi global yang mulai melanda Indonesia. Perekonomian Indonesia memang sedang menghadapi masalah yang cukup rumit dikarenakan krisis Subprime Mortgage. Dampak nyata bagi Indonesia adalah industri yang bergantung kepada ekspor akan kesulitan dalam memperoleh profit karena kebanyakan negara yang telah melakukan proteksionisme terhadap barang-barang luar negeri, contohnya AS, Rusia, Kanada, Ekuador, Argentina, Jerman, Italy, Prancis, Inggris, India, dan Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi serupa juga terjadi terhadap industri yang mengimpor bahan baku dari luar negeri. Mereka juga mengalami kondisi yang tidak jauh berbeda. Karena nilai tukar rupiah yang semakin anjlok terhadap dolar menyebabkan sulitnya industri untuk mengimpor bahan baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah bisa melihat dengan jelas dampak nyata dari krisis yang mengancam Indonesia. Ketika ingin mengeluarkan stimulus, pemerintah seharusnya memperhatikan pos-pos tepat yang bisa membuat masyarakat merespon stimulus tersebut. Khususnya adalah buruh yang terancam untuk di-PHK. Apalagi jumlah penduduk miskin yang mencapai 35 juta jiwa bisa semakin bertambah ketika tren-PHK oleh perusahaan-perusahaan semakin menjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah harus bisa mengakali untuk memperbaiki infrastruktur dan mempermudah pemberian modal kepada para peminjam agar nantinya Aggregate Demand masyarakat bisa semakin meningkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-5879359530384163301?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/5879359530384163301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=5879359530384163301' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5879359530384163301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/5879359530384163301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/03/nasib-buruh-yang-semakin-di-ujung.html' title='Nasib Buruh yang Semakin Di Ujung Tanduk'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-3380986075631463944</id><published>2009-02-28T20:12:00.002+07:00</published><updated>2009-02-28T20:21:16.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><title type='text'>Zaman yang Luar Biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sak6G-PCHWI/AAAAAAAAABo/3GYxRdThTqg/s1600-h/surfMS1204_468x516.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sak6G-PCHWI/AAAAAAAAABo/3GYxRdThTqg/s320/surfMS1204_468x516.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307837527292517730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bingung ingin melakukan suatu hal, secara umum banyak orang yang memilih untuk menyelami dunia maya. Internet yang sangat mudah untuk dijangkau saat sekarang merupakan elemen pokok dalam kehidupan masyarakat di dunia. Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa komputer menjadi kebutuhan pokok sebagian masyarakat dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketia informasi begitu mudah untuk diperoleh, timbul suatu pemikiran yang selama ini saya pikirkan. Apa yang akan terjadi 20 tahun lagi. Seberapa dahsyatnya lagi perkembangan teknologi serta kemajuan peradaban manusia ketika zaman itu muncul. Sebuah zaman yang akan dengan senang hati kita tunggu kelanjutannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-3380986075631463944?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/3380986075631463944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=3380986075631463944' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3380986075631463944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/3380986075631463944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/02/zaman-yang-luar-biasa.html' title='Zaman yang Luar Biasa'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/Sak6G-PCHWI/AAAAAAAAABo/3GYxRdThTqg/s72-c/surfMS1204_468x516.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-9043838999532914639</id><published>2009-02-25T19:48:00.004+07:00</published><updated>2009-02-25T19:55:21.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='style'/><title type='text'>Heran dengan Pose Foto Anak Muda Sekarang</title><content type='html'>Mewabahnya jejaring sosial seperti facebook tentunya memunculkan sebuah trend baru di era modern sekarang. Jejaring sosial yang sudah mempunyai 80 juta pengguna aktif di seluruh dunia ini menempati peringkat ke-12 dari seluruh website yang pernah diakses oleh pengguna dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengupload foto, kita semua bisa memasukkan banyak foto sehingga bisa dilihat oleh orang lain. foto-foto tersebut juga bisa dikomentari oleh temannya. kita juga bisa memasukkan foto teman yg lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuat saya terus tertawa adalah profile picture yg aneh. mulai dari foto di depan kaca toilet, bibir dimonyongin atau ditutup ama jari, sampai foto diri sendiri ketika lagi make camera(maksudnya foto orang yg lagi memamerkan camera yg mereka miliki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg bisa kita simpulkan, sesungguhnya banyak gejala sosial yg ditimbulkan akibat perkembangan teknologi tanpa diikuti perkembangan knowledge dan cara berfikir. sehingga kita tetap menjadi orang-orang yang terbelakang. baik secara kualitas ataupun mental.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-9043838999532914639?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/9043838999532914639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=9043838999532914639' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/9043838999532914639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/9043838999532914639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/02/heran-dengan-pose-foto-anak-muda.html' title='Heran dengan Pose Foto Anak Muda Sekarang'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1965652167378098288</id><published>2009-02-22T19:33:00.001+07:00</published><updated>2009-02-22T19:37:08.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='society'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anarkisme'/><title type='text'>Sebuah Tulisan Tentang Demokrasi</title><content type='html'>Meninggalnya ketua DPRD Sumut menjadi sebuah pukulan telak bagi proses demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia. Aksi demonstrasi yang berujung kepada tindakan anarkis mencoreng sistem demokrasi yang selama ini sedang dibangun. Kebrutalan para pengunjuk rasa yang mengatasnamakan diri sebagai penuntut pemekaran provinsi Tapanuli sungguh menjadi sebuah ironi dan anomali dalam sistem demokrasi Indonesia. Ketika nyawa manusia melayang akibat proses demokrasi, apakah kita masih ingin menjadi bangsa yang tidak mengerti akan suatu bentuk demokrasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anomali sendiri berarti sesuatu yang tidak biasanya atau lebih spesifik lagi menjadi sesuatu yang berbeda dari peraturan atau kenyataan yang ada. Sehingga anomali demokrasi menjadi sesuatu yang tidak biasanya dari sebuah demokrasi. Sebenarnya anomali dalam demokrasi khusus untuk Indonesia telah menjadi sesuatu yang biasa dan tidak “aneh” lagi dalam sistem demokrasi Indonesia. Ketika tawuran, kerusuhan, tindakan anarkisme terjadi dengan mengatasnamakan demokrasi, itu telah menjadi suatu hal yang lumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini terjadi sebuah anomali dalam demokrasi yang melanda di Indonesia. Anomali karena sebuah demokrasi ternyata tidak mewadahi masyarakat untuk bebas menyampaikan pendapat namun malah menjadi ajang masyarakat untuk bebas melakukan kerusuhan dan pengerusakan bahkan menjurus kepada suatu tindakan anarkis. Ini merupakan sebuah bentuk anomali dalam sebuah demokrasi. Karena tujuan demokrasi itu sendiri menjadi rancu dan disalahgunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kemerdekaan bangsa ini hingga sekarang proses demokrasi mengalami kondisi yang fluktuatif. Ada kalanya demokrasi menjadi saat yang begitu baik, contohnya ketika pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 para masyarakat justru memberikan uang kepada para calon legislatif. Sebuah contoh proses demokrasi yang sangat bagus. Namun ketika orde baru mulai memimpin, timbul kecurangan dan anomali dalam sistem demokrasi Indonesia. Ada dua faktor yang menyebabkan anomali demokrasi itu terjadi, yaitu resesi moral dan pengangguran intelektual&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Resesi Moral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua orang mengatakan Indonesia merupakan negara yang bermoral tinggi, kenyataannya sebaliknya. Negara yang terkenal dengan masyarakat yang ramah dan lemah lembut justru mengalami sebuah “resesi moral”. Ibaratnya sebuah bola yang dilempar keatas, kita berada pada posisi ketika bola tersebut jatuh dengan keras karena gaya gravitasi yang begitu kuat. Kita sekarang berada pada kondisi moral bangsa yang begitu buruk dibandingkan periode-periode sebelumnya. Walaupun masalah moral menjadi sebuah kondisi yang relatif tetapi tetap saja perwujudan dari sebuah negara adalah kondisi moral bangsa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi resesi moral yang begitu luar biasa di negeri ini diakibatkan sebagian besar sekolah-sekolah tidak ada lagi yang mementingkan etika para murid. Tolak ukur keberhasilan sebuah tempat belajar cuma sebatas nilai para siswa atau Intelectual Quotient (IQ). Sehingga masalah Emosi (EQ) dan Spiritual (SQ) para siswa tidak lagi menjadi tanggung jawab sekolah. Maka tidak aneh apabila banyak koruptor yang justru berpendidikan tinggi. Sebuah anomali yang terjadi di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resesi moral juga menjadi tanggung jawab keluarga dan lingkungan sekitar mereka. Ketika moral tidak lagi menjadi sebuah tolak ukur dari value added manusia maka tidak akan banyak orang yang akan merubah perilaku mereka. Sehingga masalah demonstrasi yang berujung kepada anarkisme sudah tidak dapat dihindari lagi. Korupsi yang dilakukan oleh orang yang berpendidikan menjadi sebuah hal yang lumrah. Para pemuka agama yang mementingkan kepentingan golongan tertentu menjadi sebuah hal yang biasa. Politikus yang saling menghina lawan politiknya sudah menjadi hal yang wajib dilakukan. Sebuah sindrom anomali yang sudah mengakar kuat di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika resesi moral terjadi dimasyarakat kita maka anomali demokrasi itu akan sering kita temui. Ketika para pemimpin saling menjatuhkan lawan politiknya menjadi sebuah bukti bahwa moral bangsa ini berada pada tingkat yang menyedihkan. Inti dari demokrasi itu sendiri tidak dipahami, bahkan oleh para pemimpin itu sendiri. Demokrasi justru menjadi ajang pembunuhan karakter dan juga ajang untuk “menyombongkan diri”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa menyalahkan para pemimpin juga karena diri ini sendiri tidak pernah ingin untuk mengintrospeksi diri. Diri ini terlalu sombong dengan cara berpikir yang telah salah dan juga terlalu naif untuk mengatakan bahwa kita salah dan telah mengalami resesi moral yang akut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pengangguran Intelektual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anomali demokrasi juga terjadi karena adanya pengangguran intelektual yang tidak menggunakan intelektualitas yang mereka miliki terhadap hal-hal yang bermanfaat. Sehingga terjadilah pengangguran intelektual yang tidak memberikan pengaruh yang berarti bagi lingkungan sosial mereka (social benefit). Tidak adanya transfer intelektualitas dari orang yang berpendidikan terhadap yang kurang berpendidikan merupakan bukti nyata bahwa para intelektual menjadi pengangguran dalam kehidupan sosial mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para pengangguran intelektual telah menjamur didalam masyarakat, ada suatu elemen penting yang hilang dari sebuah komponen masyarakat. Elemen itu merupakan elemen pokok dalam sebuah peradaban. Karena dengan banyaknya para intelektual yang menganggur sesungguhnya menghambat perkembangan suatu peradaban. Ketika peradaban tersebut tidak lagi mengetahui tujuan mereka kedepan, sesungguhnya itu menjadi tanggung jawab para intelektual yang menjadi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak orang yang tidak pernah mau berbagi ilmu lebih yang mereka miliki kepada orang lain. Orang terlalu egois dengan pengetahuan yang mereka dapatkan. Sangat sedikit dari kita sekalipun yang bahkan ingin menjadi seorang guru, dosen atau menjadi seseorang yang secara rela memberikan ilmu kepada orang lain. Karena sekarang memberi ilmu ternyata harus disertai dengan insentif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi pihak yang merasa perlu memberikan perhatian untuk keadaan sekitar mereka. Karena lebih memilih untuk berkutat dilingkungan yang dianggap sesuai dengan kondisi mereka. Tidak ada lagi pihak yang ingin memberikan masukan yang berarti bagi pihak-pihak lain. Hal inilah yang menyebabkan begitu banyak orang yang tidak mengerti dengan suatu masalah yang terjadi di negeri ini karena tiadanya para intelektual yang memberikan masukan. Sehingga lagi-lagi demokrasi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Demokrasi hanya sekedar ajang untuk menunjukkan otot kepada para pemimpin. Demokrasi menjadi suatu pembenaran untuk melakukan suatu tindakan anarkis. Inilah anomali demokrasi yang terjadi disekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kemana Arah Demokrasi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika reformasi lahir semenjak jatuhnya mantan presiden Soeharto, banyak orang yang menaruh harapan lebih kepada sebuah sistem politik yang bernama reformasi. Reformasi yang berujung kepada demokrasi diharapkan bisa memberikan kebebasan untuk menyampaikan pendapat tanpa ada ancaman dan juga rasa takut, seperti yang tertuang didalam pasal 28 UUD 1945. Reformasi diharapkan bisa menjadikan demokrasi di Indonesia menjadi lebih bermutu. Demokrasi yang juga mendidik serta mencerdaskan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari sepuluh tahun berlalu, namun tidak ada efek yang signifikan dari sebuah obat yang bernama reformasi. Kasiat dari obat tersebut justru disalahgunakan oleh golongan-golongan tertentu, sehingga pada akhirnya sebuah sistem yang salah kembali terjadi. Demokrasi malah memberikan ruang yang begitu besar bagi oknum-oknum yang ingin menghancurkan kesatuan dan kedaulatan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi menjadi suatu alat yang ampuh untuk menjatuhkan bahkan membunuh karakter seseorang. Demokrasi malah dijadikan sebagai pelindung dan pembenaran bagi setiap orang dalam setiap tindakan yang mereka lakukan. Bahkan demokrasi dijadikan sebuah alasan bagi segelintir orang untuk berbuat tindakan-tindakan yang bisa dibilang anarkis. Sehingga setelah lebih dari satu dasawarsa reformasi, arah dari demokrasi yang diinginkan belum bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saatnya Berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sebuah kewajiban bagi kita untuk mengubah paradigma dan cara berpikir yang selama ini telah tertanam semenjak kecil. Sudah saatnya resesi moral yang sudah begitu akut mulai kita perbaiki. Walaupun mengubah moral layaknya mengubah pasir menjadi batu kembali, namun tidak ada yang tidak mungkin. Kalau kita terkenal dengan masyarakat yang lemah lembut, maka tunjukkanlah itu kepada khalayak ramai. Sudah saatnya kita membuktikan bahwa kita memang orang-orang yang mempunyai moral yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika moral sudah semakin baik dan para intelektual rela untuk berbagi kepada orang lain, secara tidak langsung kehidupan demokrasi negeri ini akan menjadi lebih baik. Bukan hanya bermimpi tetapi berusaha untuk menggapai mimpi tersebut dan menjadikannya menjadi sebuah kenyataan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1965652167378098288?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1965652167378098288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1965652167378098288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1965652167378098288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1965652167378098288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/02/sebuah-tulisan-tentang-demokrasi.html' title='Sebuah Tulisan Tentang Demokrasi'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-515879366307310978</id><published>2009-02-18T19:04:00.002+07:00</published><updated>2009-02-18T19:12:43.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='industry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis'/><title type='text'>Efek Mujarab dari Stimulus Fiskal</title><content type='html'>Ketika pemerintah juga mengeluarkan stimulus fiskal sebesar 71,6 triliun rupiah atau sekitar 6 miliar dolar AS tentunya banyak kalangan berharap kebijakan tersebut jitu. Namun terdapat keraguan dan pesimisme banyak kalangan akan keampuhan kebijakan tersebut. Hal ini dikarenakan anggaran apa saja yang dialokasikan oleh pemerintah dalam mengeluarkan stimulus fiskal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan adalah stimulus tersebut haruslah tepat sasaran. Maksudnya disini adalah stimulus tersebut harus menyentuh sektor riil dan infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika sektor riil bisa terkena imbas dari stimulus ekonomi, maka roda perekonomian bisa berjalan dengan baik. Industri bisa melanjutkan usahanya dan juga akan membuka banyak lapangan kerja baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga terjadi jika infrastruktur dibenahi. Dengan pembenahan infrastruktur, maka biaya produksi akan semakin turun, dan konsumsi rumah tangga akan meningkat. Hal ini sangat penting karena konsumsi rumah tangga menyumbang 61% pendapatan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga stimulus yang dikeluarkan pemerintah tidak asal stimulus saja, tetapi menjadi penyejuk dalam kegersangan yang dialami oleh negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-515879366307310978?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/515879366307310978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=515879366307310978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/515879366307310978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/515879366307310978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/02/efek-mujarab-dari-stimulus-fiskal.html' title='Efek Mujarab dari Stimulus Fiskal'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-1922148490773650487</id><published>2009-02-15T15:34:00.001+07:00</published><updated>2009-02-15T15:37:33.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='campus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman'/><title type='text'>Pantaskah Kita Menyandang Nama Mahasiswa</title><content type='html'>Beranjak dari sebuah mimpi untuk menjadi yang terbaik, kita pasti bakal berusaha untuk menjadi yang terbaik. Namun ketika mimpi tersebut menjadi sulit untuk kita gapai, apa sebenarnya yang menjadi permasalah? Apakah karena mimpi yang terlalu muluk atau karena kita tak pernah ingin untuk terus berusaha. Ketika nasib telah menjadi sebuah kepasrahan, apakah itu merupakan jalan untuk menggapai mimpi kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat sering saya temui dalam hidup, khususnya sekarang ketika telah menjadi seorang “mahasiswa”. Predikat yang seharusnya menjadikan kita menjadi sosok yang lebih intelek dan bertanggung jawab dalam hidup. Ketika pemikiran ini buntu karena cara berpikir yang terlalu linear. Predikat mahasiswa sepertinya menjadi sebuah beban yang begitu besar. Menjadi begitu berat dan seakan-akan merupakan sebuah “tekanan sosial” terhadap manusia muda yang masih mencari jalan hidup yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang seharusnya berjuang untuk kepentingan dan kemajuan sebuah masyarakat, malah menjadi penyakitan diantara para penyakitan. Menjadi orang-orang yang justru tidak pernah memberikan manfaat bagi orang-orang disekitarnya. Ketika ruangan kelas menjadi tempat yang sangat menjemukan. Ketika perpustakaan tidak lagi menjadi tempat menyejukkan. Ketika mahasiswa lebih senang untuk membahas politik kampus daripada belajar kelompok, sebenarnya siapakah yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena tuntutan lulus yang begitu kejam sehingga membuat para mahasiswa menjadi seperti orang yang dikejar-kejar harimau atau kurikulum yang memang sudah salah sejak kita menjejakkan kaki di dunia pendidikan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca kisah-kisah ekonom dunia, saya merasa malu dengan diri sendiri. Ketika cita-cita ingin menjadi seorang yang ahli dalam bidang ekonomi, saya merasa begitu tak pantas. Ketika melihat mahasiswa luar yang begitu total ketika menjalani kehidupan kampus. Istilah bermain menjadi hal yang sangat jarang mereka lakukan. Setiap hari berkutat dengan buku-buku tebal. Menjadi seorang yang begitu bahagia untuk memecahkan permasalahan dalam pelajaran. Tapi kita belum pernah bisa mencapai titik tersebut. Kalaupun iya, kita masih berusaha untuk mencapai titik tersebut. Titik yang benar-benar harus dicapai dengan usaha yang begitu keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi mahasiswa layaknya berusaha untuk menuju mimpi yang kita impikan. Ketika telah menjadi mahasiswa kita seharusnya bisa untuk menggapai apa yang dicita-citakan selama. Ketika ruangan kelas menjadi tempat yang menyenangkan. Ruangan perpustakaan menjadi tempat yang menyejukkan dan diskusi serta belajar kelompok menjadi sebuah keasyikan dan kebutuhan, maka itulah kodrat mahasiswa yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan paling besar yang sekarang harus kita jawab adalah, pada kelompok manakah kita berada saat ini? Apakah mahasiswa yang berada pada golongan pertama atau mahasiswa yang merasa butuh dengan sebuah ilmu? Terserah Anda untuk menjawabnya, namun satu hal yang harus kita pahami secara mendasar adalah kita sebagai mahasiswa seharusnya ingat bahwa kita mempunyai mimpi besar ketika memulai kehidupan menjadi seorang “mahasiswa”. Apakah mimpi itu ingin Anda capai atau sekedar angan-angan belaka itu urusan Anda. Tak ubahnya seperti sekawanan harimau yang lapar mencari mangsanya, itulah keadaan kita yang lapar untuk mencari ilmu dan menggapai mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bukanlah sebuah tulisan yang menunjukkan bahwa saya lebih dari teman-teman sekalian, namun tulisan ini merupakan bahan pembelajaran yang saya alami selama ini. Kita terlalu banyak berbicara tanpa pernah melakukan sesuatu yang konkrit. Kita sibuk memikirkan organisasi, kepanitiaan tanpa pernah ingin mencapai resolusi yang selalu kita buat setiap awal tahun. Tulisan ini juga bukan untuk menggurui orang lain karena saya sendiri juga merasa belum pantas untuk menyombongkan diri dihadapan teman-teman lain yang lebih “jago” tentunya. Tetapi saya berharap tulisan ini menjadi introspeksi bagi kita semua demi menunjukkan kepada orang lain bahwa kita memang pantas untuk menyandang sebuah predikat. Predikat berat yang bernama “mahasiswa”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/465121832291173307-1922148490773650487?l=jahenfr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jahenfr.blogspot.com/feeds/1922148490773650487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=465121832291173307&amp;postID=1922148490773650487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1922148490773650487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/465121832291173307/posts/default/1922148490773650487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jahenfr.blogspot.com/2009/02/pantaskah-kita-menyandang-nama.html' title='Pantaskah Kita Menyandang Nama Mahasiswa'/><author><name>Jahen Fachrul Rezki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02540207882116320731</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_8as-nr0l0jo/S6YgFTT_f7I/AAAAAAAAAFI/FxQV_M0v9nA/S220/haram+(13).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-465121832291173307.post-5218999035811791234</id><published>2009-02-15T14:59:00.002+07:00</published><updated>2009-02-15T15:02:38.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='society'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dalam negeri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Sebuah Tulisan Calon Anggota BEM UI</title><content type='html'>Tulisan ini merupakan sebuah essay wajib ketika mengikuti seleksi masuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. Selamat menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CJahen%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CJahen%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CJahen%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accen
